Selasa, 11 September 2012

Inilah caraku bersyukur

Alhamdulillah..

Saat ini saya sedang menyelesaikan skripsi S1 saya, target saya sidang November 2012, kemudian mengikuti wisuda 106 ITS pada Maret 2013. Selang November sampai Januari akan saya gunakan untuk memulai pembuatan proposal dan pengerjaan tesis S2 saya, sehingga juli 2012 dapat selesai dan ikut wisuda S2 pada September 2013. Selain itu, saat ini saya juga sedang kuliah S2 dan melakukan penelitian di salah satu Laboratorium di jurusan, ya, ikut andil dalam salah satu research dosen saya. Sekalian, persiapan untuk S3.

Dengan menggenggam LOA dari TU Hamburg dan sertifikat TOEFL sebelum September 2012, November  2013 saya akan ber angkat ke Jerman untuk menempuh S3. Selain dapat menyelesaikan S3 selama 3 tahun dan menghasilkan minimal 5 publikasi Internasional, mendapatkan koneksi industry, akademisi dan komunitas Islam dunia. Ada target khusus bagi saya.

Ya, ketika semester pertama di Jerman, saya berencana membuka tabungan haji untuk orang tua saya, ya minimal sudah terdaftar dan tinggal menabung tiap bulan, bukannya 5 juta sudah cukup untuk membuka jalan ke Makkah. Setiap bulan, akan saya tabung walaupun hanya 100 ribu, syukur syukur kalau bisa 1 juta perbulan. Saat ini, antrian Haji Jawa timur 10 sampai 13 tahun, yah kalau saya menabung awal untuk haji pada 2014, insyaAllah orang tua saya bisa ke Makkah 2024, tidak terlalu tua mungkin , karena ketika itu umur ibu 54an dan bapak 57an.

Ketika pulang dari Jerman, bisa membeli atau membangun  rumah 2 lantai dengan empat kamar tidur dan memiliki sebuah taman yang ada kolam ikannya, di Balikpapan atau di Malang, dan  sebuah mobil Avanza berwarna putih. Ya kalau gak bisa keduanya, rumah saja, kalau gak bisa rumah, ya tanah saja. Tapi, saya yakin bisa, keduanya bisa, InsyaAllah.

Nah ini dia, target yang membuat saya sedikit ragu. Mau nikah pada umur 25 tahun, nyontoh Rasulullah. Artinya ketika saya di jerman antara semester 3 dan 4. Dan punya anak 1 kelahiran jerman, jadi ketika pulang ke Indonesia bawa istri dan satu anak, hahaha.. mungkin gak ya? Hehehe.. kalau niatnya baik insyaAllah terkabul.

Setelah dari Jerman mau ngapain?

Ya, ketika semua orang, terutama mahasiswa fast track jerman dan perancis,  sensi dan malas ketika disebut ITK, saya juga demikian kemarin, tapi  setelah saya merenung dan sharing dengan berbagai orang. serta meminta petunjuk Allah swt, mantap saya, saya mau bekarir di ITK. Saya putuskan sekarang, supaya saya siap-siap lebih awal.

Kenapa memilih ITK daripada ITS, ya, walaupun saya sudah ditawari menjadi dosen di ITS. Saya akan memilih ITK, memang saat ini ITK bangunanya saja baru di bangun, dibandingkan ITS, saya akan lebih terjamin, lebih enak, dan lebih lebih lainnya untuk saat ini.

Saya ibaratkan seperti ini, ada sebuah jalan raya yang lebar dan bagus, sisi sisinya ada pepohonan dan penunjuk arah yang jelas, pokoknya komplit. Namun jalan ini ramai, karena selain sudah lama dan menjadi langganan semua orang, banyak pengemudi baru yang memilih lewat disini, akhirnya terjadi sedikit macet dan dibutuhkan waktu lama jika ingin maju ke depan, bukan karena kita gak punya kecepatan, namun kondisi lingkungan jalan yang memaksa kita harus antri.

Nah, kedua, ada jalan alternative, jalannya kecil berlobang, gak ada penunjuk arah, apalagi pepohonan di samping kanan kirinya, karena belum banyak fasilitas dan sebagainya, maka jarang orang milih jalan ini, namun kita bisa lebih leluasa dan sedikit cepat di jalan ini, ya memang harus sabar dengan  lobang-lobang dan kadang-kadang sedikit bingung arah jalan.
Seperti itulah saya mengibaratkan ITS dan ITK, kalau di ITS, karir saya kedepan agak lambat untuk naik karena, kalau di ITS saya harus antri panjang. Sudah menjadi rahasia umum, yang tua yang di dulukan. Namun, ketika di ITK, peluangnya lebih besar menjadi professor,  Kajur, Dekan dan Rektorpun bisa sedikit lebih cepat, yah pasti semua dengan perjuangan, dan saya siap.

Bukannya saya pesimis di ITS, bukan, ini adalah sebuah strategi untuk bertarung. saya memiliki umur terbatas, jadi saya akan maksimalkan setiap umur  saya.  Dengan pertimbangan, dimana saya paling banyak manfaatnya, disanalah saya akan berada.
Ada yang mengatakan, kan jauh dari rumah, ya, sama seperti orang Indonesia pada umumnya, saya juga berpikiran demikian, namun, saat ini, pesawat Balikpapan Surabaya hanya 3 jam an, Surabaya malang hanya 2 jam an, saya kira bukan masalah. Kalau pingin pulang, kapan saja, asal punya uang kan? hehe, yah ditambah kemauan untuk pulang dan kesempatan dari yang member hidup ini.

Karena ITK baru, banyak ladang jariyah dan bisnis yang bisa saya garap. Saya berkeinginan mendirikan  kontrakan tahunan dengan sistem semi terikat, yah seperti semi SDM IPTEKlah, nanti yang disana ada pembinaan keislaman, minimal sholat 5 waktu dingatkan, tilawah dan dilakukan pembinaan per pekan. Tahu kos-kosan gang 3C keputih, di depan warung mbak gendut ada sebuah kosan cewek  2 lantai. Yah, seperti itulah banyangan saya nanti, namun rencananya saya buat 3 tingkat, karena di Kalimantaan aman, tidak dilalui cincin garis gunung berapi, artinya kemungkinan gempa sangat kecil. Nantinya, targetnya kos ini dapat menampung 200 mahasiswa dan 200 mahasiswi.

Uangnya dari mana, kan ketika itu saya sudah banyak link, Jika uang saya gak cukup, saya bisa mengundang investor dari link-link saya di luar dan dalam negeri. rencananya saya juga ingin membuat semacam sakinahnya ITK, ya seperti swalayan sakinah yang ada di belakang ITS itu lho. saya mau focus di dua bidang ini saja untuk bisnis. Bisnis yang bukan sekedar bisnis, bisnis untuk ummat. amin.

la terus tugas kampus saya gimana? yah bisa lah, saya akan tetep focus utama di kampus, nah istri saya akan focus disini, tentu dengan diskusi dulu, ketika istri gak bisa, pasti banyaklah orang yang mau di ajak beramal jariyah, intinya, focus saya di kampus tak kan terganggu. karena saya berkeinginan menjadikan ITK sekelas ITS atau ITB, bahkan lebih, saya akan mengfokuskan ITK ke Kalimantan, focus Kalimantan dan maksimalkan. Saya juga berkeinginan mendirikan sebuah LDK disana dan mengelola pendirian masjid di ITK.

Setelah dari ITK, saya membidik pos kementerian bidang maritim, pendidikan atau perhubungan. saya ingin pakar di bidang manajemen kelautan dan konstruksi kapal laut.
Nah, untuk desamu kamu tinggali apa? saya tidak akan meninggali harta di desa dan keluarga-keluarga saya. saya akan mensuport adik-adik saya, keponakan-keponakan saya dan anak-anak tetangga saya untuk sekolah sampai perguruan tinggi, saya support mereka, minimal sampai lulus S1. Biarlah mereka menentukan jalannya sendiri. insyaAllah..

Allah swt Maha Tahu
Allah swt Maha Mengabulkan Doa
Ya Allah, hadirlah Engkau dalam setiap mimpi mimpiku ya Allah
Tujuanku Cuma satu, RidhoMu ya Allah swt.

4 komentar:

  1. alhamdulillah...
    jzk atas inspirasinya,,semoga apa yang direncanakan bisa tercapai..

    BalasHapus
  2. Subhanallah.. Semoga bisa tercapai.
    Menginspirasi ane yang lemah dlm semangat:(
    Jazakallah khayr...

    BalasHapus
  3. ass.wr.wb
    Salam kenal. Sy Irna dr Banjarmasin. Bolehkh sy minta email mas? ada bbrp hal yg ingin sy tanya ttg ITK. Email sy Irnaichi@gmail.com
    Terima kasih sebelumx.
    Wassalam. :)

    BalasHapus