Sabtu, 15 Juni 2013

Saya bersyukur dan Bangga, kenapa?



Saya bersyukur dan bangga, kenapa?

Karena saya dulu pernah daftar SMA 1 Batu dan tidak diterima, akhirnya Allah swt memberikan SMA terbaik untukku, SMA N 1 Ngantang.

Saya juga bersyukur dan bangga, kenapa?
Karena dulu saya pernah daftar PMDK ke Teknik Kelautan ITS, namun ditolak, akhirnya Allah swt pun mengantikan jurusan yang tepat bagi saya, Teknik Perkapalan ITS.

Sekali lagi, Saya bersyukur dan bangga,
Dulu daftar PPSDMS tidak diterima, dan Allah pun kembali menganti  dengan lingkungan yang terbaik, SDM IPTEK bersama temen-temen juara angkatan dua.

Kembali lagi saya bersyukur dan bangga,
Karena apa? Dulu saya pernah ikut pemilihan Kahima Tekpal dan saya kalah, Allah pun memilihkan amanah yang menjagaku, Ketua FSLDJ dan Sekjend JMMI,

Dan banyak hal lainnya yang serupa persis…

Satu yang saya yakini, saya hanya bisa berusaha dan berdoa sampek notok. Setelah itu, Allah swt lah yang memilihkan hasil terbaik bagi saya. Rencana Allah swt pasti lebih indah, saya yakin se yakin yakinnya itu.

“… Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. “ (Al Baqarah:216)

Jumat, 14 Juni 2013

Oleh-oleh-1 dari UGM

Beberapa poin yang menurut saya MENARIK di khutbah Sholat Jumat Masjid Teknik UGM, 30 menit lalu. hot news.

Pertama, Kalau gak salah dengar nama beliaau Dr. Sabto (Khatib), dosen Teknik Kimia FT UGM ia mengatakan, seminggu yang lalu saya mendengar kalimat ini dari salah satu alumni,

“Tuhan tidak akan membebani manusia melebihi kesanggupannya, namun dosen selalu membebani mahasiswa melebihi kesanggupannya”.

Kalimat pertama mutlak benar karena itu kutipan ayat Al Quran, namun kalimat kedua tidak sepenuhnya benar, dan kemungkinan benar akan bertambah jika kalimatnya diubah, ‘’ada dosen yang mungkin membebani mahasiswa melebihi kesanggupannya’’.

Kasus ini hampir sama seperti kisahnya roro jongrang dan bandung bondowoso, karena ingin menolak lamaran bandung secara halus, maka roro meminta permintaan yang tidak masuk akal, 1000 patung dalam semalam. Bandung mengiyakan, dan ternyata ia bisa.

Saat patung ke-999 selesai dibuat, roro memerintahkan anak buahnya supaya ayam-ayam bagaimanapun juga bisa berkokok ketika itu, yang berarti malam telah habis, Roro berhasil. Bandung marah dan akhirnya menjadikan roro patung yang ke-1000.

Kadang-kadang memang manusia membuat-buat keadaan yang sebenarnya mudah menjadi sulit dan yang seharusnya bisa diselesaikan jadi tidak bisa diselesaikan. Seperti Roro tadi.

Dan untungnya, saya yakin dan berharap dosen dan mahasiswa di ITS tidak seperti ini, amin.

Kedua, pesan khattib kedua yang membekas di saya, keimanan manusia itu dinamis, naik dan turun fungsi waktu (ceramahnya. Dan pendengaran, penglihatan dan tindakan kitalah yang membuat iman itu naik dan turun. Intinya, hati-hati dengan ketiga hal apa yang kita dengar, apa yang kita lihat dan apa yang kita lakukan.

Hati-hati dengan media, banyak kebohongan yang dibuat-buat dan kebenaran yang dibuat-buat. Kalau lihat media TV, koran dan sebagainya. “kisah dalam cerita ini adalah giktif belaka apabila terdapat kesamaan nama tokoh dan tempat, hal itu merupakan hal yang TIDAK DISENGAJA’’, kalau disinetron. Kalau non di sinetron, TIDAK SENGAJA, diganti DISENGAJA.

Jangan percaya 100 % dengan TV dan media lainnya yang ada lihat. Semua itu ada yang mempunyai, pasti ada kepentingan dan tujuan-tujuan lain didalamnya.
Ketiga, ini yang membuat saya kaget, kalau sholat 5 waktu yang jadi imam mahasiswa saya kira hal biasa di sebuah masjid kampus. Namun, kalau mahasiswa yang jadi imam sholat jumat, itu baru luar biasa. Di masjid ini terjadi, mahasiswa angkatan 2010 dipercaya jadi imam sholat jumat. “Ndak cuma imam mas, kalau memang berkompeten mahasiswa juga ada yang jadi khottib,’’ kata Iqbal, mahasiswa Teknik kimia angkatan 2011.

Akankah di ITS terjadi? …. Wallahualam
14 Juni 2013