Minggu, 02 Agustus 2020
Nelayan
Kenapa nelayan berangkat melaut pada malam hari?
Karena pada malam hari kapalnya bisa lebih cepat mencapai laut, dengan usaha yang sama jika dilakukan pada siang hari.
Karena pada malam hari tekanan udara di darat lebihh tinggi dari pada di laut, sehingga angin bergerak dari darat ke laut. Sehingga arah angin searah kapal.
Sebaliknya, nelayan pulang ke darat pada pada pagi atau siang hari.
Hukum alam atau sunnatullah ini terjadi pada lokasi yang sama.
Sama seperti kehidupan kita, pada lokasi yg sama kita kadang-kadang punya uang banyak, kadang punya uang dikit, kadang dimarahi profesor, kadang dipuji profesor, dst
Tinggal gimana cara kita memanfaatkan saja, kayak nelayan tadi.
Kalau dimarahi profesor bersabar, kalau puji, kita bersyukur ke Allah.
Persis seperti yang disampekan Pak Arsanto dalam majelis ilmu riyadus sholihin di fkkbwit
Kalau mendapat nikmat bersyukur, kalau mendapat ujian bersabar.
Jadi semua tergantung kita bagaimana memandang dan merespon.
Jumat, 31 Juli 2020
Perpanjang ARC Online (Taiwan)
1. Buka website imigrasi, berikut linknya https://coa.immigration.gov.tw/coa-frontend/student/entry/foreign-student
2.
Scroll ke bawah, klik I want to apply, berwarna merah.
3.
Akan muncul seperti di bawah ini, jika belum mempunya account klik create an
account
4.
Lengkapi data dan klik register
5.
Cek email untuk verivikasi dan klik link di email tersebut
6.
Kembali ke nomer 3, masuk akun, pasword dan verifikasi huruf
7.
Klik application, kemudian klik extension application
8.
Klik agree dan ok
9.
Kemudian masukan nomer ARC, program studi, alasan perpanjang
10.
INI YANG PALING PENTING, mohon disiapkan file dan semua di bawah 500an kb
a.
Foto background PUTIH, dengan DOMINAN MUKA 70-80 persen
b.
ARC depan dan belakang
c.
Passport depan
d.
fotocopi student ID depan dan belakang yang sudah distempel kampus ( stempel
yang dilaukan beberapa hari sebelum pengajuan aplikasi) ATAU enrollment
certificate yang bisa dicetak mandiri di kampus.
e.
Dokumen pelengkap , seperti sertifikat beasiswa
itu
hal yang wajib, namun jika kita pindah alamat tempat tinggal bisa menambahkan
e.
foto kontrak apartemen
namun
jika tidak, bisa di abaikan.
11.
Kemudian cek data di bawahnya, seperti biasa kita juga diminta mengisi nama
orang yang dihibungi dalam kondisi darurat.
12.
Pilih tempat pengambilan ARC, pilih yang paling deket.
13.
Send
14.
Tunggu sehari, kita akan mendapatkan email balasan untuk diminta melakukan
pembayaran. Saya melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit keluaran Taiwan
(atm post bank). Caranya:
a. Pada menu pilihan, pilih kartu kredit keluaran Taiwan
b. Masukan 16 angka di kartu (kartu depan)
c. Masukan expired date (kartu depan)
d. Masukan 3 angka (kartu belakang)
e. Ok.
f. Receipth langsung bisa di download di menu download dengan memasukan nomer pendaftaran (cek di email) dan tanggal hari pembayaran.
g. Print receipth ini dan langsung ke nomer 16
Ada
banyak pilihan, kita bisa juga membayar lewat sevel, namun kita harus menunggu
2-3 hari prosesnya. Jadi, kalau melalui sevel akan lebih lama 2-3 hari untuk
keluar receipth.
15. Tunggu sehari, kita akan
dapat email balasan dengan lampiran receipth, kemudian print receipth tersebut
16.
3 hari kemudian, kita dapat ke imigrasi dengan membawa receipth dan ARC lama
untuk menukar dengan ARC baru.
17.
Selesai
Catatan
1.
Jika ada dokumen atau foto kita yang kurang pas, maka kita akan dikirimi email
supaya melengkapi dokumen.
Ingat:
cek catatan dari imigrasi, ada di atas sendiri warna merah dalam bahasa China.
Gunakan translate untuk mengetahui apa artinya dan upload ulang
2.
Kembali ke nomer 13
3.
Aplikasi ini hanya untuk mahasiswa, keluarga kita yang ikut dengan kita ke Taiwan
tidak bisa perpanjang online, mereka harus langsung ke kantor imigrasi
4.
Bagi anda yang lagi di Indonesia, anda bisa melakukan perpanjang ARC ini dengan
sarat
a. ARC dan student ID anda harus dikirim ke teman yang di Taiwan
b.
Teman anda bersedia memintakan stempel copy bolak balik student ID (menunjukan student ID asli) atau mengeprinkan enrollment
certificate
c.
Temen anda bersedia mengambilkan ke imigrasi.
d.
Tulisan ini berdasar pengalaman saya mengurus perpanjang online ARC pada akhir
Juli 2020.
Semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan bisa komentar atau email jika ingin fast responce.
Semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan bisa komentar atau email jika ingin fast responce.
Terimakasih
Sabtu, 25 Juli 2020
Anak
Mendidik anak seperti mendidik diri kita sendiri, karena anak-anak adalah cermin diri kita. Itulah kesimpulan setelah membaca catatan kulwat yang dikirim istri saya ke saya.
''Biar satu suhu, sama-sama belajar mengasuh anak yg benar,'' tulis istri saya di WA setelah membagi hasil kulwat bersama ust Fauzil adhim.
Berikut saya copy paste, tanya jawab kulwat setelah materi, kiriman istri saya di WA.
***
Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu anak?
Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu anak?
Dengarkan kedua pihak secara adil. Jangan tergesa-gesa menilai. Catat bila perlu hal-hal penting dan jaga suasana.
Berikan kesempatan yang sama bagi kedua pihak yang bertengkar. Jangan gegabah menyimpulkan. Tahan diri untuk tidak memberikan nasehat. Lebih baik meminta anak untuk menjelaskan lebih jauh. Berikan umpan balik dengan menanyakan hal-hal penting yang dengan itu anak harus menyampaikan alasan secara jujur.
Dalam hal anak mengamuk sendiri sehingga merusakkan barang misalnya, sesudah reda emosinya dapat kita ajak berbicara dan melihat akibat emosi tak terkendali. Ini semua kita sampaikan dengan rifq dan hilm. Lembut yang disertai keramahan dan lembut yang beriring ketenangan dan kesabaran.
Pertanyaan 1 S dari Surabaya.
Saya mempunyai 3 anak laki laki, 2 umur 10 tahun dan 1 umur 7 tahun.
Anak anak saya terkadang bertengkar diawali saling mengejek, kemudian saling berteriak dan pada akhirnya saling menyerang secara fisik.
Yang jadi pertanyaan saya wajarkah pertengkaran anak sampai menyerang secara fisik, sampai umur berapa anak tidak bertengkar atau bila sudah dewasa apakah bisa berubah cara bertengkar tsbt
Pertanyaan 2 saya ibu dg tiga anak, anak pertama usia 4thn 3bln, anak kedua kembar usia 34bln, semua anak saya laki laki, yang saya tanyakan anak saya kadang akur dan kadang suka bertengkar, kadang hal sepele bisa jd bahan pertengkaran... Mainan yg tadinya tidak ada yg pegang saat salah satu memegang mainan itu, kadang bisa jd rebutan kadang pula mereka bisa saling berbagi satu sama lain. Apakah ada hal yg salah dr cara mendidik anak anak? Terima kasih Oh iya saya menjaga anak anak sendiri, karena suami saya kerjanya di luar kota
Pertanyaan 3 D asal Ponorogo.
Saat anak2 bertengkar dan marah dan tidak ada yg mau mengalah biasanya krn sedang lelah dg pekerjaan rumah yg belum selesai, sy ikut terbawa emosi, Ust. Bgmn agar kami bisa lbh menahan diri, dan bgmn sikap terbaik menghadapi anak yg sdg sama2 ngeyel?
Pertanyaan 4 K depok
Pertanyaan :
Apa penyebab seseorang bisa menjadi pribadi yg selalu iri, hingga terbawa hingga Tua?
- apakah karena dulu masa kecilnya tdk terpenuhi kasih sayang nya?
- apakah perlakuan tdk adil ortu pada dirinya, jaman dia Masih kecil?
- Apakah karena kecemburuan yg tdk bertepi (maksudnya, dia Minta ini itu tdk langsung bahkan lama diberi, sedangkan saudaranya yg lain langsung diberi)
Ini terjadi pada seorang nenek usia 60thn an, apapun Dan siapaoun yg memiliki apapun tdk lepas dari "amuk" ke-iri-an nya.
Kami hanya tdk ingin pengasuhan Kami ada cacat (misal sikap tdk adil pd anak), hingga menghasilkan pribadi mereka di kemudian Hari, membuat merek berkepribadian "demikian".
Apakah hal ini bisa diobati? Sedangkan ybs tdk melihat hal tsb sebagai masalah.
Pertanyaan 5. 1. Anak banyak belajar dr orang tua. Bagaimana caranya ketika kita komunikasi dg suami/Istri itu kadang spontanitas bersikukuh dg pemikiran masing2. Krn blm saling memahami yg terkadang itu suami istri merasa biasa tp kalau dilihat anak2 itu terlihat kayak sprti org yg bertengkar.
Pertanyaan 1:
Mengejek merupakan bentuk ketidakmampuan mengendalikan emosi. Ini dapat terjadi karena anak tidak memperoleh pengalaman yang mencukupi tentang bagaimana menyelesaikan masalah, tidak terbiasa pula menyampaikan alasannya ketika melakukan sesuatu atau memilih sesuatu. Anak tidak memperoleh pengalaman menerima pendapat orang lain, misalnya karena orangtua cenderung tergesa-gesa menasehati ketika anak ada “masalah”.
Menyerang secara fisik merupakan tingkatan berikutnya. Jika anak mudah melakukan penyerangan fisik, ini sudah cukup bagi orangtua untuk segera melakukan intervensi. Segera, bukan tergesa-gesa. Orangtua memperbaiki komunikasi dengan anak. Ketika anak bertengkar, orangtua segera menengahi, tetapi bukan menghentikan pertengkaran tiba-tiba. Menengahi itu artinya mendudukkan masalah dengan baik sehingga akhirnya pertengkaran terhenti.
Apakah akan berhenti dengan sendirinya jika dewasa? Tidak ada jaminan. Banyak permusuhan antara saudara, bahkan setelah mereka beranak-pinak, bermula dari ketidakmampuan menghadapi konflik serta mengendalikan emosi pada saat masih kanak-kanak.
Artinya, bertambahnya umur tidak secara otomatis menjadikan orang mampu semakin matang dalam menyelesaikan masalah.
Apakah akan berhenti dengan sendirinya jika dewasa? Tidak ada jaminan. Banyak permusuhan antara saudara, bahkan setelah mereka beranak-pinak, bermula dari ketidakmampuan menghadapi konflik serta mengendalikan emosi pada saat masih kanak-kanak.
Artinya, bertambahnya umur tidak secara otomatis menjadikan orang mampu semakin matang dalam menyelesaikan masalah.
Pertanyaan 2
Yang saya maksud kerap saya jumpai adalah, umum terjadi di berbagai tempat maupun dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Berebut mainan ini merupakan proses dimana orangtua perlu belajar untuk menegakkan aturan kepada anak dan bersikap adil kepada mereka. Umum terjadi bukan berarti hal yang patut dibiarkan karena ini dapat berlanjut di masa-masa berikutnya dalam bentuk berbeda.
Pertanyaan 3:
Salah satu tantangan saat kita sedang menghadapi anak, semisal ketika anak marah tak terkendali, mengamuk, merengek atau menangis keras secara demonstratif adalah bagaimana menjaga ucapan maupun tindakan kita agar tetap tenang. Jangan sebaliknya, tak kuat menghadapi kemarahan anak, kita justru marah meledak-ledak melebihi anak. Tak mampu menghadapi anak yang mengamuk, malah anak lain yang terkena getahnya karena kita amuk mereka. Tak sanggup menghadapi anak yang merengek, kita pun akhirnya merengek kepada anak; merayu-rayu, menawarkan imbalan, melakukan negosiasi yang berakibat anak merasa mendapatkan hadiah dari tindakannya merengek.
Lalu apa yang kita perlukan di saat seperti itu? Al-hilm. Kelembutan. Bagaimana bentuknya? Berusahalah tetap tenang, kendalikan nada suara agar berbicara dengan intonasi normal, tawajjuh (hadapkan wajah kita ke wajah anak) dengan tenang seraya menyampaikan pesan-pesan kepada mereka. Jika anak itu mengamuk, kita sampaikan apa yang perlu dia lakukan, apa keburukan dari mengamuk serta konsekuensi dari perbuatan semacam itu. Sampaikan dengan intonasi yang tenang dan pilihan kata yang baik, sehingga anak menangkap alasan yang jernih dari kita.
Cara ini belum manjur? Dekatkan lagi anak itu kepada kita. Jika ia tak mau mendekat, kitalah yang mendekat. Khusus yang disebut terakhir ini, kendala terbesarnya adalah ego. Maka perlu kebesaran jiwa untuk melakukannya. Al-hilmu (الحلم) memang memerlukan dua hal penting, yakni keluasan pikiran dan kebesaran jiwa. Jika kita hanya berpikir untuk kepentingan sesaat, berat sekali rasanya untuk melonggarkan hati. Lebih berat lagi mengucapkan terima kasih tatkala anak telah melakukan perbaikan, sesudah ia melakukan kesalahan.
Cara ini belum manjur? Dekatkan lagi anak itu kepada kita. Jika ia tak mau mendekat, kitalah yang mendekat. Khusus yang disebut terakhir ini, kendala terbesarnya adalah ego. Maka perlu kebesaran jiwa untuk melakukannya. Al-hilmu (الحلم) memang memerlukan dua hal penting, yakni keluasan pikiran dan kebesaran jiwa. Jika kita hanya berpikir untuk kepentingan sesaat, berat sekali rasanya untuk melonggarkan hati. Lebih berat lagi mengucapkan terima kasih tatkala anak telah melakukan perbaikan, sesudah ia melakukan kesalahan.
Anak belajar mengalah dari kita. Belajar tenang juga dari kita. Jika kita meminta anak untuk mengalah, sementara masalahnya belum diurai, apalagi dengan cara memarahi atau mendesak mereka untuk mengalah, anak-anak juga akan belajar untuk tidak mengalah.
***
***
Pulang (Taiwan ke Indonesia pada Juli 2020)
Penulis: Tatas
Pulang, Alhamdulillah kata itu akhirnya terputuskan sudah. Setelah sempat memutuskan
untuk memilih pulang pada awal akhir Januari 2021. Tapi, dari sekian banyak
pertimbangan seperti lama waktu libur, kondisi pandemi di Indonesia, keluarga, diri
sendiri dan yang penting Professor. Akhirnya summer 2020, saya memutuskan pulang
dahulu setelah enam bulan tinggal di Tainan.
Pulang sejenak untuk melihat
langit malam di Indonesia. Makhlum, salah satu hobi saya sejak kecil adalah
melihat langit malam, selalu melihat ke selatan mencari-cari bintang ikan pari
atau juga di sebut bintang selatan yang dijadikan sebagai navigasi jika
berlayar malam hari atau pas tersesat, atau menikmati Venus yang selalu menyapa
di pagi hari setelah shalat subuh. Selepas shalat subuh, tengadahkan ke atas
cari satu bintang kejora paling terang, dialah Venus. Atau, bintang yang
kemerah-merahan, jarang kelihatan jelas, yang berwarna kemerahan, dialah Mars.
Bulan
dan Venus saat fajar menyingsing di Tainan
Saat ini,
keberadaan bintang bisa kita lihat posisinya dengan aplikasi Stellarium. Akan
tahu bahwa di Bulan Juli Saturnus dan Jupiter senantiasa berdekatan dan
berkawan, Saturnus dengan cincinya yang indah bahkan bisa terlihat juga satelit
yang mengelilinginya, Andromeda sekarang ada di mana, bahkan tahu mitologi
Yunani bagaimana mereka menghubungkan gugusan bintang menjadi bentuk. Eh, ini
kan mau pulang Indonesia, kan gak perlu lewat Venus atau Mars 😊.
Saat pulang
pilihan pesawat hanya ada tiga, Cathay transit Hongkong, Eva Air atau China
Airlines (CI) yang TPE – CGK direct flight. Saya dibantu Mas Annas, badannya tinggi, suka menolong, mahasiswa PhD di NCKU dan seorang entrepreneur, ia membantu pemilihan dan pemesanan tiket. Ternyata ketiga maskapai hanya terbang seminggu sekali.
Meski lebih mahal 3000 NT dibanding Cathay, saya akhirnya memilih pakai CI
dengan pertimbangan: direct flight, kalau situasi non pandemi saya ingin lihat
Bandara HK dengan pakai Cathay 😊,
dan CI tiba di CGK jam 1 siang jadi bisa lanjut Surabaya, kalau Cathay malam jam
10 jadi kemungkinan lanjut pesawat esoknya. Okay, pakai kartu kredit (CC) Mas Annas, terbayar
sudah, deal booking tanggal 23 Juli.
Jelang 23 Juli
jalan-jalan dulu ke Taitung untuk melihat balon udara, pertama dalam hidup.
Dengan didriveri Pak Faaris, Mahasiswa PhD yang menghabiskan studi sarjana dan
masternya di Eropa, berangkatlah ke Taitung. Awalnya pesimis ikut karena
kesibukan Lab, tapi karena teman-teman terbaik ini sabar menunggu akhirnya berangkat
juga 😊 setelah saya canceled gabung perjalanan
sebelumnya ke Taiwan Utara. Selama perjalanan sempat juga saya nyetir, steer
kiri pertama dalam hidup, dan BISA. Semangat jadi membara untuk mengurus SIM
internasional di Jakarta. Gampang prosedur bikin SIM internasional, hanya kalau
jalan-jalan yang sulit dapat SIP, Surat Izin Professor, hehehe.
Festival
Balon Udara di Taitung
Jam menunjukkan
pukul 23 malam, ditemani Afif, mahasiswa Master NCKU dan roommate,
menuju ke Tainan Bus Station, yang hanya butuh 20 menit berjalan santai. Di bus
station sudah ada Rizki, Master di NCKU – seorang Presiden di Moslem Students
Association yang mengaku dari Kaltim Timur hehehe.
Pesan tiket ke
Airport seharga 450 NT dan dapat dua tiket yaitu Tainan – Zhong Li dan Zong Li
– TPE. Harus oper bus karena Ubus ini bertujuan akhir di Taipe Kota. Naik Ubus
ingat waktu hidup di Dresden beberapa minggu, ke kota-kota sekitar di Praha dan
Basel. Sama-sama bernama Ubus dan sama-sama berwarna hijau 😊. Ubus hanya sekali mampir di Taichung dan
jangan lupa bawa bekal siapa tahu malam-malam lapar, dan saya lapar waktu itu
akhirnya hadiah garlic bread,
demikian Mas Rizki menyebutnya dapat menahan rasa lapar malam hari 😊. Berangkat jam 23.30 sampai di Zhong Li 3 dini
hari trus nunggu bus ke Airport. Mereka paham airport jadi tak perlu takut
kesasar. Tak butuh waktu lama menunggu 30 menit kemudian menuju airport dan
cepat sampai dan ingat CI ada di Terminal 1.
Tiket
Ubus untuk tujuan Terminal 1 Bandara Taoyuan transit di Zheng Li dan Garlic
Bread
Situasi pandemi, terminal 1 sepi sekali, ternyata check in gate buka 5.40 LT untuk Jakarta ada di nomor 10. Shalat subuh di sudut bandara, karena seingat saya muhola di TPE ada setelah check in, menuju ke waiting room. Serta buka bekal sarapan yang saya bawa dari Tainan. Ntah, pagi itu ada atau tidak toko atau sevel yang sudah buka. Biasanya saya semangat keliling-keliling sambil menunggu waktu, kemarin itu kok memilih hanya duduk, sesekali berbaring di kursi meluruskan tulang-tulang yang sudah melewati masa 40 tahun masehi.
Okay 5.40 LT
saya menuju check in counter, sengaja tak check in online dulu, untuk menikmati
percakapan dengan petugasnya 😊.
Dan eng ing eng, saya diminta menunjukkan CC karena melakukan pembayaran lewat
CC. Ah, tentunya saya gak bisa karena pakai CC Mas Annas yang saat itu sudah
ada di Indonesia dipingit di sebuah kamar di sudut Kota Malang. Ya, Mas Annas
yang pintar masak ini akan menikah awal Agustus. Mendapatkan wanita shalihah dari
ujung utara Taiwan, bukan orang Taiwan, tapi lulusan ITS yang sekolah di NCU. Wah
urusan CC bisa sampai NCU hehehe.
Ternyata ada
aturan, bahwa kalau pakai CC maka harus dibawa dan ditunjukkan ke counter
sebagai bukti bahwa kita sudah beli tiket, oh. Terus Mbaknya Counter bilang: kalau mau terbang hari ini maka harus beli
tiket lagi, kami akan beri harga sesuai pembelian sebelumnya. Dan harus
bawa fisik CCnya tak boleh difoto. O. O. Dengan senyum akhirnya beli tiket
dengan ATM Visa dari Post Bank, lengkap saya sebut 😊, karena uang cash tak sampai sejumlah tiket
yang harganya hampir 13 ribu enti itu.
Alhamdulillah dapat tiket deh. Balik
lagi ke counter, proses check in. Dan saya bilang bahwa saya sudah pesan moslem
meal di sistem. Dan ternyat tak ter-record hehehe. Embaknya sih bilang harus 72
jam sebelumnya dan saya yakin sudah approved untuk moslem meal. Ya sudahlah,
akhirnya saya minta vegetarian meal, Mbaknya bilang sudah disampaikan tapi
tidak janji ada karena ya itu tadi pemesanan harus 72 jam sebelumnya. Dan
ditawari tempat duduk isle, okay, posisi favorit saya.
Masuk ke imigrasi,
tak ada sesuatu yang istimewa, biasa saja. Hanya sepi antrian. Masuk ruang
tunggu hanya diperiksa suhu tubuh tidak lebih dari itu. Proses boarding
berjalan alhamdulillah CI671 ternyata penuh penumpang, hampir semua pemegang
passport Indonesia, PMI. Dan sebelah saya kosong. Nonton Home Coming tak bisa menikmati, karena tidur. Aaaaah, nikmat
rasanya tidur, setelah berkutat sekian lama, sepertinya agak lupa rasanya tidur
waktu dhuha dan siang 😊.
Capeknya bukan karna proses boarding, tapi seperti melepas beban sekian lama,
mikir pulang, akhirnya bisa: PULANG.
Oh iya, saya berbekal tes PCR dari NCKU Hospital dengan harapan sampai tiba di CGK bisa lebih lancar untuk keluar dari Bandara. Tapi kan karena takut situasi tak pasti maka saya belum book tiket CGK-SUB. Nanti saja setelah keluar imigrasi, pikir saya begitu. Untuk tes PCR ke NCKU Hospital kita bawa tiket dan passport yaaaa 10 hari sebelumnya lah. Ntar petugas akan menentukan jadwal tes PCR dan pengambilannya berdasarkan tiket keberangkatan pesawat. Hasil PCR disetting diambil H-1. Sehingga tes PCR H-3. Nah, biaya 5000 NT silakan dibawa saat H-3 tersebut, dan ingat harus rileks saat PCR test.
Oh iya, saya berbekal tes PCR dari NCKU Hospital dengan harapan sampai tiba di CGK bisa lebih lancar untuk keluar dari Bandara. Tapi kan karena takut situasi tak pasti maka saya belum book tiket CGK-SUB. Nanti saja setelah keluar imigrasi, pikir saya begitu. Untuk tes PCR ke NCKU Hospital kita bawa tiket dan passport yaaaa 10 hari sebelumnya lah. Ntar petugas akan menentukan jadwal tes PCR dan pengambilannya berdasarkan tiket keberangkatan pesawat. Hasil PCR disetting diambil H-1. Sehingga tes PCR H-3. Nah, biaya 5000 NT silakan dibawa saat H-3 tersebut, dan ingat harus rileks saat PCR test.
Dokumen lain yang saya siapkan yaitu dokumen perjalanan dari KDEI. Cukup email mereka dengan melampirkan: scan passport, ARC, Student Card dan KTP serta alasan ke Indonesia maka selama waktu 3 hari kerja akan dikirim kembali via email hasilnya, sehingga tak butuh usaha yang lebih.
Landing, tiba di Soeta. Keluar dari garbarata, maka rombongan dipisah jadi dua jalur, jalur tak bawa PCR test dan jalur bawa PCR Test, anak-anak dan ibunya, ibu hamil. Saya ikut jalur bawa PCR test. Setelah itu, saya tidak tahu bagaimana jalur yang tidak bawa PCR Test, jadi mikir seperti film-film yang rombongan terpisah terus tak tahu mereka dibawa kemana, hehehe.
Dengar-dengar,
dari dunia maya. Mereka akan di PCR test dulu: ada banyak model PCR cepat bayar
sekitar 2 jutaan rupiah, dalam sehari selesai, trus atau jalur lain gratis ke
wisma atlit butuh waktu sekitar 5 harian sampai PCR test jadi, atau mau nginap
di hotel yang ditunjuk. Nah hotel ini berbayar sendiri. Semoga informasi ini
masih benar.
Oh iya, selama
di pesawat akan diberi 3 lembar kertas: satu untuk deklarasi barang bawaan kita
seperti biasanya dari bea cukai, kertas putih dan kuning untuk menceritakan
riwayat bepergian kita serta kondisi kesehatan tubuh. Yang bawa PCR test tidak
terlalu banyak, dan sebelumnya juga ada penerbangan baru yang landing, tapi ini
juga tak butuh waktu lama untuk antri penyerahan dokumen tadi.
Setelah mengisi
kertas putih dan merah yang diperoleh di pesawat, saat antri kita diminta
mengisi data Health Clearance dari
Kemenkes. Kemudian, petugas akan memeriksa kondisi tubuh kita meliputi
temperatur, saturation, dan pulse. Yang di dalamnya ada pernyataan bahwa kita
diizinkan untuk masuk ke Indonesia dan melakukan proses karantina selama 14
hari.
Health
Clearance
Kemudian,
setelah mendapatkan persetujuan Health Clearance, menuju ke imigrasi. Imigrasi
Indonesia memang lebih ramah 😊
mereka mau menjawab sapaan. Sedangkan di negara-negara lain selalu pasang
tampang serem dan tak menjawab sapaan. Beres tak ada antrian. Trus ke ambil
bagasi dan ke beacukai. Karena taka da yang perlu dideklarasikan, maka pilih
jalur hijau. Saya hanya melenggang sendiri. Menyerahkan dokumen deklarasi
bawaan. Dan, selesai. Tanpa ada pemeriksaan bagasi. Trus keluar ada antrian,
ternyata sebelum pintu keluar ada penjualan tiket pesawat, saya diperiksa
anggota TNI berseragam doreng hijau dan ramah. Bapak TNI ini mengecek Health
Clearance saya, setelah okay selesai. saya ditanya tujuan ke Sidoarjo naik apa,
saya jawab pesawat. Sudah pesan? Saya jawab belum. Sebenarnya saya diarahkan ke
counter tiket itu tadi, tapi saya jawab saya mau pesan lewat traveloka.
Saya keluar
dari prosedur bandara. Ada mushola. Shalat jama’ qoshor. Oh iya, waktu di
Tainan, saya sudah beli pulsa SIM dan paket data. Kata Mas Annas, sulit cari Wi
Fi waktu di mendarat seminggu sebelumnya. Malam sih, waktu itu, apakah mungkin
Wi Fi dimatikan atau bagaimana, saya tidak tahu. Jadi saya aman, karena sudah
mengaktifkan paket data lokal. Jadi perkiraan saya butuh sekitar 45 menit untuk
keluar dari prosedur bandara internasional di Terminal 3.
Nah
selanjutnya, setelah shalat berburu tiket. Jegreeeeng. Traveloka dan tiket.com
tak jual tiket hari H. Akhirnya berburu di website maskapai, masuk ke Garuda
karena yang ada di Terminal 3 kan Garuda. Gak nemu penerbangan. Akhirnya cari
Citilink, ada penerbangan jam 16 dan saat itu sudah pukul 14 dan ternyata batas
waktu pembayaran jam 15. Wah harus segera cari ATM karena token saya tertinggal
di Taiwan. Arah ATM adalah menuju ke terminal pemberakatan, jadi kalau dari
terminal kedatangan belok kiri luruuuuus di ujung dan masuk. Ternyata di situ
berderat kantor cabang beberapa bank, termasuk BNI.
Pas ambil uang
rupiah di ATM BNI, di sebelah saya ada yang ngisi ATM dan Pak Sekuriti BNI,
mereka ngobrol. Dan, saya dengar dari obrolan mereka bahwa Citilik per hari
itu, 23 Juli pindah di Terminal 3. Saya yang waktu itu sudah kehilangan harapan
karena gak bisa bayar via ATM booking citilink jadi bersemangat. Saya pastikan
ke Pak Sekuriti BNI, dan benar per 23 Juli hari itu Citilink pindah di Terminal
3. Saya semangat kembali. Saya menyampaikan keluhan saya karena tak bisa bayar
tiket karena tak dikirimi prosedur pembayaran. Trus diarahkan ke CS. Saya
sampaikan keluhan. CS tak bisa membantu karena statusnya memang saya belum
melakukan transaksi pembayaran. Kemudian saya diminta ke CS Citilink. Ternyata
CS citilink di lantai atas di mana harus masuk ruang X-ray dulu. Padahal saya
belum punya tiket.
Alhamdulillah,
ternyata hanya pemeriksaan x-ray bukan pemeriksaan tiket. Akhirnya bisa masuk
dan menuju ke lantai atas. Canggih. Lift taka da tombol yang ditekan, angkasa
pura 2 telah melakukan perubahan teknologi, bukan pencetan tapi injakan. Sempat
bingung juga nyari tombol pencetan di mana 😊.
Injakan
di lift dan jarak aman di garbarata
Sisa waktu s.d. jam 15 hampir habis dan saya mempercepat troli mencari counter Citilink. Alhamdulillah dapat, dan memang terdaftar. Tapi tidak dikirimi prosedur bayar karena sudah mepet waktu 😊. Okay lah. Akhirnya bayar tunai di counter Citilink. Harga tiket 800 ribu, kembali dua ribuan. Masih murah menurut saya. Apa lagi mepet dan dapat bagasi 20 kg. Bagasi saya hanya 16 kg. Koper besar full tapi hanya seberat 16 kg. Isinya full, full mainan dari plastik, makanya ringan. Oh iya, sebagian besar mainan plastik ini saya beli di toko second. Dekat Halte Health Bureau di Tainan. Bisa naik Bus 6 arah Rende dari Shengli kalau dari dekat kampus. Saya waktu itu naik motor. Murah dan masih baru menurut saya. Juga banyak barang-barang antik lainnya. Bintang 5 deh.
Saat beli tiket
tadi, saya tunjukkan bahwa saya sudah dapat Health Clearance dari pihak
bandara. Trus setelah itu check in. Saya lupa pesan makanan untuk di pesawat.
Ya sudah nanti di pesawat saja. Biasanya ada. Sebelum masuk x-ray kedua menuju
waiting room diperiksa dokumen Health Clearance kembali.
Penerbangan jam
16 boarding, dan pesawat benar-benar take off sekitar 20 menit kemudian. Dalam
pesawat kursi tengah dikosongi, sebagai adaptasi pada masa Covid. di bandara dan
pesawat semua mengenakan masker malah ada yang menggunakan face shield. Bagus.
Hanya beberapa masih saya lihat mereka masih menyentuh bagian muka dekat
hidung, dan mata. Ini tak boleh. Juga ada yang masih menyentuh masker bagian
luar. Ini juga tak boleh. Jadi walau pakai APD pastikan tak menyentuh bagian
wajah sebelum cuci tangan dengan disinfektan.
Penerbangan
sore, hanya butuh sejam sedikit untuk landing. Tak terasa apalagi saya bisa
tidur. Sayang ternyata di pesawat makanan tak tersedia. Beli minuman uang 100
ribuan, gak ada kembalia. Jadi gak jadi beli 😊.
Selesai di
domestic flight mendarat di Runway Juanda. Setelah belok melalui taxi way,
lampu mulai dinyakalan kembali diiringi pantun indah dari awak kabin yang
selalu berhasil membuat saya tersenyum. Salut Citilink atas konsistensi
ketepatan waktu dan pantun-pantun yang membuat senyum. Akhirnya SQ bersandar di
apron. Melalui garbarata, menuju ke terminal. Terminal T1 sepi, saya lebih suka
menyebut utara. Selain senyap juga ada renovasi ruangan.
Sesampainya di
Bandara Juanda, dan ambil bagasi, sebelum keluar kita harus mengisi electronic
Health Alert Card (eHAC) yang bisa diunduh di playstore. Atau bisa
juga mengisi secara manual di kertas kuning yang telah disediakan pihak Bandara
Juanda.
Sesampai di
rumah, istri saya berkonsultasi dengan tenaga medis dari puskesmas, apakah
memang perlu melakukan self-quarantine, berdasarkan aturan sudah tidak perlu
selama ada PCR negatif. Saya menyampaikan dokumen perjalanan dari KDEI, Health
Clearance dari Bandara dan PCR Test dari NCKU ke RT juga. Dan disampaikan oleh
Ketua RT tidak perlu karantina mandiri. Alhamdulillah. Tapi tetap waspada dan
hindari kemana-mana.
Senin, 20 Juli 2020
Taitung
Balon Taitung
Pertama, untuk bisa mengembang dan terbang, balon harus di panaskan. Untuk apa?
Membuat density/masa jenis udara di dalam balon lebih rendah dari udara di luar balon. Sehingga balon tertekan ke atas oleh udara sekitar, sampai density dalam dan luar balon sama.
Hikmahnya, kadang2 kita perlu merendah (merendahkan density dalam hati kita, rendah hati), untuk naik ke atas (derajat kita). Wallahua'alam.
Kedua, kata pak Huda, parade balon raksasa seperti ini hanya ada di 3 negara, Taiwan, Jerman dan Turki.
Itupun hanya ada ketika musim panas. Di Taiwan, festifal balon diadakan di Taitung, daerah pegunungan di wilayah Timur Taiwan, tahun ini diadakan mulai 11 Juli sampai 30 Agustus.
Jam paradenya hanya di jam-jam tertentu, pagi jam 05.30 sampai 07.00 dan sore sekitar jam 14.00 ampai 18.30.
Kami melihat parade balon pagi hari, sampai di tempat jam 2 pagi, dan ternyata sudah mulai ramai pengunjung. Pukul 4 pagi lokasi sudah hampir penuh, karena untuk memilih spot foto atau view yang bagus harus datang lebih awal.
Hikmahnya, jika kita rela berpagi-pagi untuk mendapat spot yang bagus parade balon atau kita yang pencinta bola, rela mempersiapkan tidur lebih awal supaya tengah malam bisa nonton bola, karena kita semangat, senang dan tujuan kita jelas ingin nonton bola tim kesayangan kita atau mendapat spot yang bagus untuk menghasilkan foto yang instagramable.
Sama halnya kita yang sering telat bangun shubuh atau tidak sempat tahajud, karena kita mungkin kurang semangat, kurang suka atau kurang tahu mengapa harus sholat shubuh dan tahajud. Mungkin kita perlu memahami dan memasukan ke dalam hati kita yang terdalam hadist ini,
"Barang siapa yang shalat isya berjamaah, maka seolah-olah dia telat shalat selama separuh malam. Dan barang siapa yang shalat Shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya." (HR Muslim)
“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada shala Isya’ dan shalat Shubuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
atau ayat tentang tahajud,
"Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajjud-lah kamu.... " (Al Israa:79)
Dan perkataan Hasan Al Basri, Seorang Ulama kharismatik kota Basrah,
"Karena mereka senantiasa bercengkerama dengan Allah swt di kegelapam malam, maka Allah pun memberikan kepada mereka cahaya dari cahaya-Nya"
Wallahua'alam.
Ikan (Museum Biologi dan Laut)
Seperti kata P Tatas, hikmah pertama adalah jangan kuatir dengan rizki kita. Lihatlah ikan yg banyak itu semua, tidak ada yg kekurangan makanan. Bahkan, ada yg tdak perlu mencari makan, makanan datang sendiri. Rizki sudah dijamin jangan kuatir., namun ada hal yg perlu kita kuatirkan. Yg belum di jamin. Apa itu? Surga/ neraka, tulis Salim A filah dalam bukunya lapis2 keberkahan.
Kata pak huda, kasian ikannya dikurung. Namun kata p.tatas, lebih baik daripada dipancing. Nyindir pak huda yg sudah bawa pancing.
Namun perlu kita ketahui, sebenernya semua yg diciptakan di bumi ini diserahkan Allah kepada manusia, untuk dikelola dan mendukung kelangsungan hidup manusia, lihat al baqoroh ayat 29.
Jadi bersukurkah kita, manusia. Bisa menjadikan ikan makanan, hiburan ataupun dipelihara. Karena sunnatullahnya seperti itu
Kalau kata P Faaris, bersukur selain wujud sukur, juga sebagai pembatas keinginan manusia yang tak terbatas, kalau di kasih mobil satu, ingin dua, punya dua, pingin pinya showroomnya. Begitulah tabiat manusia. Namun bersyukurlah, itu salah satu cara mengerem keinginan atau nafsu kita.
Wallahu'alam.
Pertama, untuk bisa mengembang dan terbang, balon harus di panaskan. Untuk apa?
Membuat density/masa jenis udara di dalam balon lebih rendah dari udara di luar balon. Sehingga balon tertekan ke atas oleh udara sekitar, sampai density dalam dan luar balon sama.
Hikmahnya, kadang2 kita perlu merendah (merendahkan density dalam hati kita, rendah hati), untuk naik ke atas (derajat kita). Wallahua'alam.
Kedua, kata pak Huda, parade balon raksasa seperti ini hanya ada di 3 negara, Taiwan, Jerman dan Turki.
Itupun hanya ada ketika musim panas. Di Taiwan, festifal balon diadakan di Taitung, daerah pegunungan di wilayah Timur Taiwan, tahun ini diadakan mulai 11 Juli sampai 30 Agustus.
Jam paradenya hanya di jam-jam tertentu, pagi jam 05.30 sampai 07.00 dan sore sekitar jam 14.00 ampai 18.30.
Kami melihat parade balon pagi hari, sampai di tempat jam 2 pagi, dan ternyata sudah mulai ramai pengunjung. Pukul 4 pagi lokasi sudah hampir penuh, karena untuk memilih spot foto atau view yang bagus harus datang lebih awal.
Hikmahnya, jika kita rela berpagi-pagi untuk mendapat spot yang bagus parade balon atau kita yang pencinta bola, rela mempersiapkan tidur lebih awal supaya tengah malam bisa nonton bola, karena kita semangat, senang dan tujuan kita jelas ingin nonton bola tim kesayangan kita atau mendapat spot yang bagus untuk menghasilkan foto yang instagramable.
Sama halnya kita yang sering telat bangun shubuh atau tidak sempat tahajud, karena kita mungkin kurang semangat, kurang suka atau kurang tahu mengapa harus sholat shubuh dan tahajud. Mungkin kita perlu memahami dan memasukan ke dalam hati kita yang terdalam hadist ini,
"Barang siapa yang shalat isya berjamaah, maka seolah-olah dia telat shalat selama separuh malam. Dan barang siapa yang shalat Shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya." (HR Muslim)
“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada shala Isya’ dan shalat Shubuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
"Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajjud-lah kamu.... " (Al Israa:79)
Dan perkataan Hasan Al Basri, Seorang Ulama kharismatik kota Basrah,
"Karena mereka senantiasa bercengkerama dengan Allah swt di kegelapam malam, maka Allah pun memberikan kepada mereka cahaya dari cahaya-Nya"
Wallahua'alam.
Ikan (Museum Biologi dan Laut)
Seperti kata P Tatas, hikmah pertama adalah jangan kuatir dengan rizki kita. Lihatlah ikan yg banyak itu semua, tidak ada yg kekurangan makanan. Bahkan, ada yg tdak perlu mencari makan, makanan datang sendiri. Rizki sudah dijamin jangan kuatir., namun ada hal yg perlu kita kuatirkan. Yg belum di jamin. Apa itu? Surga/ neraka, tulis Salim A filah dalam bukunya lapis2 keberkahan.
Kata pak huda, kasian ikannya dikurung. Namun kata p.tatas, lebih baik daripada dipancing. Nyindir pak huda yg sudah bawa pancing.
Namun perlu kita ketahui, sebenernya semua yg diciptakan di bumi ini diserahkan Allah kepada manusia, untuk dikelola dan mendukung kelangsungan hidup manusia, lihat al baqoroh ayat 29.
Jadi bersukurkah kita, manusia. Bisa menjadikan ikan makanan, hiburan ataupun dipelihara. Karena sunnatullahnya seperti itu
Kalau kata P Faaris, bersukur selain wujud sukur, juga sebagai pembatas keinginan manusia yang tak terbatas, kalau di kasih mobil satu, ingin dua, punya dua, pingin pinya showroomnya. Begitulah tabiat manusia. Namun bersyukurlah, itu salah satu cara mengerem keinginan atau nafsu kita.
Wallahu'alam.
Vidio dibuat oleh Zainul
Sabtu, 13 Juni 2020
Lubang Paku
Dari kisah Irfan herlambang
ada anak yg suka marah dan menyakiti orang lain
anak itu sadar, kemudian bilang ke bapaknya, saya suka marah dan menyakiti orang lain
bapaknya bilang, kalau marah, paku pager di belakang, satu marah, satu paku.
pernah sehari maku 100 paku, 50, 30 paku
sampai pada hari tdak ada yang dipaku
kemudian anaknya cerita dengan bahagia hari ini tidak dipaku
ayahnya bilang, kalau gak marah satu hari cabut satu paku
anak: liat pa, sudah tidak ada paku lagi
ayah: nak apa yang tersisa setelah paku dicabut
anak: tersisa pager yang bolong
ayah: kadang kalau kita berkata kasar , menyakiti orang lain. maka akan menyisakan lubang di hati orang lain
yang bekas itu belum tentu bisa hilang
oleh karena itu, kenapa kita bermaaafan ketika menjelang ramadhan, ketika ramadhan dan pasca ramadhan
semoga hal itu dapat menghilangkan lubang di hati dan mengobati hatinya
karena ketika sakit hati sudah mulai ada, sulit mengobati
ada doa yang diajarkan untuk diperbanyak ketika ramadhan, terutama 10 hari terakhir
Allahumma innaka `afuwwun tuhibbul `afwa fa`fu `annii
"Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Pemurah, dan menyukai memberikan maaf, maafkanlah aku"
wa'fuani kalau sendiri
wa'fuana kalau bersama
Allah swt yang maha membolak balikan hati
jangan berputus asa dari rahmat Allah
semoga Allah mengampuni kita dan orang-orang memaafkan kita
ada anak yg suka marah dan menyakiti orang lain
anak itu sadar, kemudian bilang ke bapaknya, saya suka marah dan menyakiti orang lain
bapaknya bilang, kalau marah, paku pager di belakang, satu marah, satu paku.
pernah sehari maku 100 paku, 50, 30 paku
sampai pada hari tdak ada yang dipaku
kemudian anaknya cerita dengan bahagia hari ini tidak dipaku
ayahnya bilang, kalau gak marah satu hari cabut satu paku
anak: liat pa, sudah tidak ada paku lagi
ayah: nak apa yang tersisa setelah paku dicabut
anak: tersisa pager yang bolong
ayah: kadang kalau kita berkata kasar , menyakiti orang lain. maka akan menyisakan lubang di hati orang lain
yang bekas itu belum tentu bisa hilang
oleh karena itu, kenapa kita bermaaafan ketika menjelang ramadhan, ketika ramadhan dan pasca ramadhan
semoga hal itu dapat menghilangkan lubang di hati dan mengobati hatinya
karena ketika sakit hati sudah mulai ada, sulit mengobati
ada doa yang diajarkan untuk diperbanyak ketika ramadhan, terutama 10 hari terakhir
Allahumma innaka `afuwwun tuhibbul `afwa fa`fu `annii
"Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Pemurah, dan menyukai memberikan maaf, maafkanlah aku"
wa'fuani kalau sendiri
wa'fuana kalau bersama
Allah swt yang maha membolak balikan hati
jangan berputus asa dari rahmat Allah
semoga Allah mengampuni kita dan orang-orang memaafkan kita
Rabu, 10 Juni 2020
Ramadhan COVID
Saya menyebutnya bukan melawan Covid, lebih
tepat mungkin berdamai dengan Covid. Ya, karena berdamai biasanya membuat hati
lebih tenang.
Sejak covid menyerang januari lalu, kita semua tahu yang terjadi selanjutnya. Saya amati ada tiga jurus berdamai ala panitia ramadhan MSA tahun ini.
Mungkin itu yang pas buat pengurus Muslim
Student Association (MSA), organisasi mahasiswa muslim internasional di kampus National
Cheng Kung University (NCKU) dalam menghadapi ramadhan tahun ini.
Sejak covid menyerang januari lalu, kita semua tahu yang terjadi selanjutnya. Saya amati ada tiga jurus berdamai ala panitia ramadhan MSA tahun ini.
Jurus pertama, iftar takeaway, mereka
menyediakan makanan buka puasa dalam plastic yang isinya kotak teh susu, kurma
dan snack. Biasanya panitia standby di lokasi terbuka yang dekat asrama
mahasiswa sejak pukul 17an, kemudian yang mau tinggal datang, ambil dan pergi.
Saya belum pernah mencobanya, hanya melihat publikasi di media sosial MSA dan
postingan foto ketika pembagian di group Line, medsos yang saya baru familiar
ketika disini.
Panitia bersiap menunggu jamaah
Namun di balik sebungkus plastik dan isinya
itu, ada perjuangan para panitia memburu kurma yang tidak mudah untuk ditemukan
disini, angkat-angkat box belanjaan ditengah panasnya summer dan membawanya
menggunakan motor mirip kayak orang mau pindahan, sampai bungkusi ke dalam
plastic menjadi siap saji seperti itu. Intinya angkat topi buat panitia.
Makanan yang dibagikan
Jurus kedua, tadarrus online, dibuka dengan kultum
dari salah satu peserta dan perharinya punya target satu juz. Berapapun
pesertanya, ngajinya gantian sampai dapat satu juz. Salah satu peserta menjadi
tasmi’ atau pembetul jika ada ucapan yang salah. Ini online dalam group Line
dan terbuka siapapun yang mau. Biasanya dimulai pukul sembilan malam sampai
selesai.
Jurus ketiga, kajian online setiap minggu sekali. Sudah
berjalan dua kali melaluia media sosial MSA, katanya ini akan berjalan setiap
pekan sekali selama bulan ramadhan ini.
Mungkin mereka punya jurus berdamai lainnya atau terus
sedang mencarinya, terutama buat idul fitri. Kita tunggu saja ide brilian
ditengah himpitan ramadhan Covid tahun ini. Semoga panitia tetap ikhlas dan
dapat pahala amalnya.
Apakah NCKU tidak mendukung kegiatan islam disini? mereka
sangat mendukung. Tahun lalu, NCKU menyiapkan tempat dengan kapasitas 300 orang
untuk kegiatan ramadhan satu bulan penuh, bahkan Rektor dan pimpinan NCKU
datang ketika idul fitri. Ya sekarang karena Covid saja, wong mushola saja
sudah di tutup sejak tiga bulan yang lalu.
Beda cerita dengan jamaahnya. Ada jurus berdamai lainnya
yang dimiliki mereka, jamaah tetap shengli, shengli adalah nama asrama
mahasiswa yang ada musholanya, yang ditutup tiga bulan lalu itu. Mereka menjadi
jamaah pemburu prayer room yang lebih kecil di department-depertement, kalau
prayer room satu ditolak, cari prayer room yang lain, begitu seterusnya. Tapi
semangatnya itu lo, jempol empat.
Mereka ini sebenernya bukan orang biasa, coba saja gabung
kalau tidak percaya. Mereka ini kalau di Indonesia adalah dosen di
kampus-kampus Indonesia yang saat ini sedang tugas belajar. Ada juga yang
alumni tim Sapu Angin ITS yang terkenal itu. Ada yang S1 di Belanda, S2 di
Inggris, kemudilan lanjut S3 disini, dan banyak lagi prestasi mereka. Intinya
mereka bukan mahasiswa biasa.
Ramadhan covid tahun ini memang beda, namun kualitasnya
tetap sama. Bahkan lebih. Tergantung bagaimana kita saja.
Langganan:
Postingan (Atom)


