Kamis, 16 Juni 2011

Kangen !!!


Ia  bernama Abdul khamid, warga asli Pujon, salah satu kecamatan di Kabupaten Malang. Kesehariannya bekerja sebagai tukang potong rambut di salah satu stan buatan di sudut pasar baru Pujon. Ketika menikah 10 tahun lalu, ia berumur 30 tahun, tergolong telat untuk ukuran pemuda desa sepertinya.

 

Satu tahun ia menikah, ternyata ia belum dikarunia anak. Ia dan istrinya pergi ke dokter untuk memeriksakan kesuburan dia dan istrinya. Pak Khamid dikatakan subur, namun dokter yang memeriksa istrinya mengatakan, saluran tubavalopi sang istri yang befungsi sebagai jalan sel sperma ke indung sel telur tidak berfungsi. Si dokter menvonis bahwa hampir tidak mungkin pasangan ini mempunyai anak.

Ternyata, vonis dokter tidak membuat pak Khamid putus asa atau berpikir untuk menikah lagi. Selain karena cintanya ke istri, pak Khamid merasa belum memberikan usaha optimal. Beliau berusaha kesana kemari untuk berobat, mulai dukun, minta doa orang alim, bahkan berbagai saran yang diberikan keluarganya seperti minum obat ini, obat itu ia dilakukan. Namun, istrinya tetap tidak hamil.

Sampai suatu saat, pak Khalid ke Surabaya bersama sang istri. Ia bertemu dengan seorang saptam sebuah pabrik di Surabaya. Ia bercengkrama dengan saptam tersebut, satpam menceritakan mengenai keluarganya yang mempunyai nasib sama seperti keluarga pak Khamid. Satpam tersebut mengatakan, saudaranya berdoa melalui perantara sholat malam dan puasa senin kamis. Alhasil dengan perantara ibadah tersebut, keluarga tersebut dikaruniai keturunan.

Setelah mendengar cerita tersebut, pak Khalid dan istrinya mencoba melakukan seperti yang disarankan sang satpam. Alhasil, berkat rahmat Yang Maha Kuasa, akhir tahun 2009 istrinya hamil. Dan tepat pada usia pernikahan kesepuluh sekitar bulan April 2010, Istri pak Khamid melahirkan anak lelaki pertamanya. Anak yang ia tunggu selama 10 tahun.

Memang, itu hanya satu kisah dari sekian banyak kisah pengorbanan seorang yang benar-benar ikhlas. Saya kira, dari semua manusia, tidak ada yang lebih ikhlas dari orang tua kita. Tiga tahun lalu, ketika saya hendak meninggalkan rumah untuk merantau ke kampus ini. Pesan perpisahan yang diungkapkan ibu saya bukanlah ''Cepat lulus ya lhe ndang cari duit'' atau ''Nanti kalau lulus, ndang cari kerja dimana''. Namun beliau berkata ''Jangan lupa makan lhe''.

Ada sebuah cerita menarik mengenai pohon apel yang mungkin sering kita dengar. Ada sebuah pohon apel yang hidup bersama anak lelaki yang senang bermain di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya dan tidur di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel.

Ketika besar ia meminta pohon apel memberikan buahnya untuk ditukar mainan, pohon apel memberikan dengan senang hati karena lama tidak jumpa. Namun setelah itu ia pergi. Ketika anak itu tumbuh dewasa ia kembali, pohon apel sangat senang. Kemudian, anak dewasa itu meminta dahan ranting untuk membangun rumah bersama keluarganya, pohon apel itu tetap memberikan apa yang dimintanya. Namun sang anak kembali meninggalkan dan membuat pohon apel kembali sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel bersuka cita. Namun si anak terlihat sedih dan kemudian ia meminta batang pohon untuk dibuat kapal supaya dapat berlibur. Lagi-lagi pohon apel itu memberikan dengan senang hati. Dan setelah itu anak itu berlayar dan meningglkan si pohon apel.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. ''Maaf anakku, aku sudah tak memiliki buah apel, ranting atau batang pohon lagi untukmu," kata pohon apel itu.

''Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang, aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu,'' kata anak lelaki.

''Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang,'' ujar Pohon Apel.

Anak lelaki itupun berbaring, pohon apel sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air mata.

Ya, itulah orang tua kita.

Jadwal hari ini: telpon orang tua (es_panas)

Selasa, 07 Juni 2011

“Care”, Kunci Kepemimpinan


Rasa kepedulian sangat erat dengan kepemimpinan, saya menggagap care dan kepemimpinan bagaikan sebuah  pinang dibelah dua, artinya kedua hal tersebut sangatlah berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain.

Saya berani mengatakan seperti itu karena  saya mengalami sendiri, seorang pemimpin setidaknya harus mempunyai rasa peduli yang tinggi jika ingin kepemimpinannya sukses. rasa peduli tersebut terutama kepada anak buahnya. Pemimpin harus bisa menempatkan posisi dirinya dimana dan saat kapan ia berada.

Pemimpin bukanlah tukang perintah, seorang pemimpin sebelum mendelegasikan tugas atau meminta anak buahnya melakukan perintahnya. Maka ia harus bisa memposisikan sebagai anak buah tersebut, minimal ia membayangkan bagaimana kalau ia seandainya menjadi anak buah dan diperlakukan seperti hal itu oleh pemimpinya.

Pemimpin juga bukan orang  harus dilayani saja, malah pemimpin itu melayani. seperti Umar bin Khattab yang rela mengantarkan gandum kepada rakyatnya ketika rakyatnya kelaparan, ataupun seperti Rasulullah SAW yang rela menyuapi makan rakyatnya setiap pagi walaupun saat itu juga Rasulullah SAW dihina dan caci maki oleh rakyat tersebut.


Intinya, pemimpin adalah amanah dan akan diminta pertanggung kawaban suatu saat nanti. Jika kita ingin jadi pemimpin, maka satu-satunya pemimpin yang patut dicontoh adalah Muhammad SAW. (rik)

Senin, 06 Juni 2011

Sholat, Media Pembentuk Karakter Muslim

Saat ini, pemerintah melalui kementerian pendidikan nasioanal sedang menggembar gemborkan pendidikan berkarakter. Namun, tahukah kita bahwa pembentukan karakter seorang manusia sebenarnya sudah tercantum secara implisit pada sebuah sholat, ibadah wajib yang dilakukan secara rutin umat muslim di seluruh dunia.
Shalat merupakan sarana untuk bermesraan kepada Allah SWT, melalui shalat seorang hamba dapat hubungan langsung dengan Penciptanya. Selain itu, terdapat urgensi sholat yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar. 

Namun, banyak orang sholat tetapi tidak mendapatkan nikmat dan hikmah sholat.  Lalu kenapa orang yang sholat namun seakan-akan tidak sholat, manurut buku berjudul shalat for character building yang dibedah oleh Akhi Edi pada kesempatan lalu. Ada beberapa sebab, sehingga seorang tidak menikmati ibadah sholat, seperti salah niat dan salah dalam melalukan rukun shalat.

Hal ini sebenarnya sebenarnya data dihindari jika seorang muslim mengetahui esensi setiap rukun pada sholat. Dan ada beberapa akhlak dalam shalat sangat berhubungan dengan kehidupan sehari hari yaitu pembentukan karakter sehari-hari yang diminiaturkan dalam sholat. Yaitu, beberapa akhlak dalam sholat.

Pertama akhlak niat, niat mengandung arti bahwa semua tujuan kita hanya untuk mencari ridhoNYA. Apabila seorang muslim mengetahui makna ini, maka sikap keputusasaan tidak aka nada dan yang ada hanyalah semangat untuk mempersembahkan yang terbaik kepadaNYA. Selain itu, seorang muslim dituntut untuk menjaga niat dalam kehidupan sehari-hari. Dan sekali lagi, niat kita hanya untuk mencari RidhoNYA.

Kemudian akhlak takbiratul ikhram, mempunyai makna bahwa Allah lah yang maha besar, maka dengan mangakui dan memaknai hal ini, sifat sombong kita seharusnya bisa dikikis, dan yang muncul adalah sifat tawadhu’ karena tahu bahwa dirinya bukan apa-apa. 


Ketiga akhlak membaca surah Alfatihah, surah Alfatihaah yang berarti pembukaan mengandung intisari dalam AlQuran. Surah ini mengandung makna luas dan menyangkup keseluruhan, serta mengandung akidah islam yang sangat global. Konsep secara umum dan mencakup segenap rasa dan paham. Sehingga apabila kita memahami bahwa sebenarnya islamlah agama terkomplit didunia yang pernah ada, islam bukan hanya agama ritualis. Namun semua permasalahan yang ada dalam kehidupa sehari-hari dapat diselesaikan melalui islam.

Serta ada makna lain yang juga penting , yaitu membaca basmallah di awal surah, ini mengandung arti bahwa dalam setiap kegiatan hidup kita hendaknya dimulai dengan membaca basmallah dan mengingat Allah SWT.

Keempat Akhlak ruku’, ruku-merupakan momen untuk mengingat Allah SWT, disinilah seorang hamba mangakui kesucian Rabbnya. Ruku’ mempunyai makna bahwa setiap aktivitas kita selalu diawasi olehNya. Sehingga, seyogyanya kita selalu mengingatNya dalam kondisi apapun, berdiri, bangun, sujud, berjalan dan dalam kondisi senang maupun sedih.

Selanjutnya akhlak I’tidal, mempunyai makna sangat dalam yaitu kita harus lebih banyak mendengar, namun juga selektif. Disinilah hakikat seorang manusia, manusia bijak akan lebih banyak mendengar, serta ia juga pandai memilah-milah mana yang kita pakai dan mana yang cukup kita dengarkan saja.

Akhlak sujud, mempunyai makna kehambaan hamba kepada Rabb nya. Dengan sujud orang akan menjauhi sifat takabbur, dan sebagai gantinya adalah menanamkan jiwa rendah hati serta mengakui bahwa ia bukan apa-apa. Disinikah semua manusia entah itu presiden sampai kuli tidak ada apa-apanya di dadapan Allah SWT. namun yang membedakan hanya pada keimanan dan ketaqwaan mereka.

Ketujuh akhlak duduk diantara dua sujud, mempunyai makna bahwa berdoa adalah salah satu cara kita berkomunikasi kepada Allah SWT. Didalam doa tersebut, kita meminta keselamatan, kesejahteran dan lainnya kepada Allah SWT. Ini menandakan kita harus berdoa kepada Allah,  serta juga mempunyai makna bahwa kita harus berkomunikasi dengan orang lain, karena fitrah manusia yang tidak bisa hidup sendiri.

Kedelapan akhlak tasyahud awal, disini kita mengatahui bahwa Allah SWT akan membalas semua perbuatan manusia baik itu besar maupun kecil. Dan dampaknya bagi diri kita adalah merasa selalu diawasi dan setiap perbuatan kita akan jauh dari sia-sia dan maksiat.

Kemudian akhlak Tasyahud akhir, disini kita bersalawat kepada Rasullulah, sebagai seorang muslim kita dituntut untuk meneladani rasululah. Karena hanya baliaulah yang patas dan patut kita teladani dari semua teladan kehidupan yang pernah ada.

Dan terakhir adalah Akhlak salam, mempunyai makna bahwa kita harus menjadi pribadi yang salam. Kesejahteraan bagi seluruh umat serta menjadi manusia yang bermafaat bagi umat. (rik)


Terinspirasi dari diskusi dalam bedah buku berjudul “Shalat for Character Building”

Kamis, 26 Mei 2011

Dibalik FSLDJ


Jujur, jiwa masih terikat, pikiran masih membayangi dan tubuh serasa ingin bergerak ketika mendengar kata “FSLDJ” (Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Jurusan). Hampir satu setengah bulan sudah, FSLDJ diam, kini saatnya beraksi lagi.

Bismillah… FSLDJ kedepan insyaAllah alebih baik dengan kita semua.

Waktu itu sekitar pertengahan tahun 2009, setelah sholat asar, kami (ketua LDJ se-ITS periode 2009/2010) bertemu di Barat Utara Lantai 2 Masjid manarul Ilmi. Saya masih ingat, mas Hanif, teknik Material 2006 yang saat itu menjadi kepala depertemen Humas JMMI memimpin rapat pertama LDJ se-ITS plus JMMI. Agendanyapun hanya bertemu dengan TPKI yang waktu itu diisi oleh Pak Triwikantoro , untuk menjelaskan status LDJ dan tata cara persetujuan proposal.

Waktupun berlalu, hampir dua bulan setelah itu tidak ada kelanjutan lagi mengenai forum ketua LDJ se-ITS. Namun, setelah  ada beberapa orang yang berusaha munculkan isu LDJ lagi. Mulai dengan tulisan melalui majalah sampai diskusi-diskusi kecil. Akhirnya muncullah forum ketua LDJ, dan saat itu bahasan pertama langsung mengenai FSLDJ, memang sebenarnya FSLDJ ini sudah ada sejak tahun 2000an awal, namun kita merasa tidak pernah ada karena tidak ada bukti otentik, dan hanya dengar dari mulut ke mulut saja.

Akhirnya, setelah melalui perjuangan panjang. FSLDJ terbentuk secara de facto dan  menjadi satu-satunya forum Lembaga dakwah di ITS yang legal. Hasilnya pun sudah bisa dilihat, memang belum maksimal, namun untuk awalan kita kira sudah lebih dari cukup.

Sekarang, saatnya meneruskan estafet. Namun sebelum lari kencang, alangkah baiknya kita tahu mau kita bawa kemana tongkat estafet ini. 

Inilah kawan,  Mimpi Kita Bersama
Untuk LDJ, LDDOP dan JMMI yang Sinergi dan saling mengAkselerasi
Bismillah..

Mensinergiskan gerak Lembaga Dakwah ITS, Inilah tujuan basic kita. Sinergi dalam hal apa? “semuanya”, semua yang bisa disinergikan untuk kejayaan dakwah di ITS. Dan kepengurusan ini, kita akan focus pada pengawalan dan pelaksanaan hasil kesepakatan Muktamar Dakwah Kampus ITS.

Membukukan dan Mempublikasikan Hasil MDK ITS

                Inilah hal pertama yang akan dilakukan FSLDJ. Hasil mukamar kemarin sudah siap untuk dibukukan. Kita tinggal menunggu pendanaan dan buku siap diterbitkan, harapannya nanti, untuk memeperbanyak buku panduan bisa dilakukan bersama-sama melalui kerjasama antara LDJ, LDDOP dan JMMI. 

Selain itu, setelah pembukukan, ada hal yang lebih juga penting yang harus kita lakukan. Yakni Kita pahami bersama isi buku panduan tersebut supaya satu presepsi dan kemudian kita tularkan pemahaman tersebut kepada seluruh Aktivis dakwah kampus (ADK) ITS.

                Banyak cara yang bisa dilakukan, seperti bisa dengan diskusi-diskusi kecil atau memasang poin inti dari buku panduan tersebut di media dakwah di lembaga masing-masing, bisa melalui mading, website maupun bulletin atau majalah.

Melakukan Evaluasi berkala setiap satu bulan sekali mengenai pelaksanaan MDK ITS

                Evalusi merupakan poin penting untuk terus menuju perubahan yang lebih baik. Evaluasi ini dapat dilakukan ketika forum pimpinan ketua LDJ se-ITS nantinya. Namun, yang perlu kita pahami, evaluasi tidah harus menunggu forum pimpinan. Ketika ada insan ADK yang merasa tidak sesuai bisa mengusulkan evalusi terhadap pelaksanaan MDK.

Dengan cara menyampaikan ke ketum di lembaga masing-masing atau menyampaikan langsung ke kooordinator FSLDJ wilayah atau tim FSLDJ pusat. Intinya, setiap kecil peran kita disini sangat mempengeruhi kelangsungan kesepakatan bersama ini.

Menyelenggarakan Forum Pimpinan Lembaga Dakwah ITS secara rutin

                Sadar atau tidak, forum pimpinan inilah yang menjadi ruh FSLDJ. FSLDJ tidak akan pernah ada tanpa forum pimpinan ini. Kedepan forum ini bukan hanya sekedar ajang ketemu pimpinan biasa, namun yang lebih penting pengerat ukhuwah antar leader dakwah dan nantinya forum inilah yang membakar semangat para ujung tombak dakwah di ITS.

                Tantangan FSLDJ kedepan adalah membuat semua orang terutama ADK ITS dan para leader dakwah di ITS merasa memiliki FSLDJ. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, yakni dengan pembagian peran dan pendistribusian beban yang berkesinambungan.

                Selain itu, selain menyelenggarakan forum ketua LD se–ITS, FSLDJ juga dituntut untuk menyelenggarakan forum kadept kaderisasi se-ITS da forum Kadept Syiar se-ITS, dan dengan koordinasi dengan Kadetp KD dan Syiar JMMI.
               
Mengadakan forum pendampingan untuk LD ITS

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa sebenarnya lembaga dakwah di ITS memang seperti itu kondisnya. Pendampingan secara intens merupakan cara efektif untuk memakselerasi Lembaga dakwah di ITS.

Namun, kalau boleh jujur, Jika hal itu hanya dibebankan ke JMMI saja hasilnya tidak akan maksimal. Butuh kerjasama kita semua. Kedepan, pendampingan sebaya merupakan langkah yang akan kita lakukan. Nanti akan ada LDJ/LDDOP yang mempunyai LDJ dampingan. jadi ada LDJ yang disunnah muakadkan untuk mendampingi LDJ yang perlu dipampingin, dan JMMI juga tidak boleh lepas tangan begitu saja, harus terus ada koordinasi instens.

Selain itu FSLDJ nanti juga akan mengadakan PMLDJ, harapannya PMLDJ diadakan awal semester ganjil nanti, dimana semua LDJ/ LDDOP sudah melakukan regenerasi. Dan sebagai upaya membekali para pimpinan di tiap lembaga dakwah kunci ini.

Melakukan pendataan LD ITS
                Inilah yang paling lemah pada kita, “data”. Kedepan, pendataan akan dilakukan terpusat oleh FSLDJ. Minimal yang wajib ada adalah data pengurus, pgogram kerja, Pembina dan data-data inti lainnya. Selain itu, kedepan LDJ/LDDOP akan di SK kan (surat keputusan) oleh TPKI, SK ini akan berguna untuk kelegalan lembaga dan untuk SKEM pengurus.
Tidak hanya itu, dari data ini kita akan tahu perkembangan dan dimana kondisi lembaga . Karena nanti aka nada laporan perkembangan catur wulanan dari masing-masing lembaga dakwah.
               
Melaksanakan Fungsi koordinasi dan Publikasi Terpusat LD ITS

                Fungsi koordinasi, ketika di JMMI ada acara besar kemudian di FORSIS juga ada acara besar diwaktu yang sama, inilah yang coba kita hindari nanti, criteria acara besar nanti bisa disepakati bersama.

                Selain itu, banyak LDJ/LDDOP yang mempunyai majalah/ zine , namun pembagian dan penyebarnya kurang maksimal. Kedepan akan dilakukan jadwal pembagian/penerbitan majalah dan bulletin lembaga dakwah yang ada di ITS. Sehingga semua zine bisa optimal.

                Itulah sedikit gambaran tentang FSLDJ tahun yang akan datang, banyak yang harus dilakukan, banyak yang harus diperbaiki. Bismillah.. hanya dengan kita bersama-sama semua tantangan tersebut bisa kita lewati.

FSLDJ 1112, FSLDJ Juara.
                es_panas

Minggu, 15 Mei 2011

Inilah Mimpiku bersama Kabinet Kampus Madani JMMI ITS



Ya, InsyaAllah bisa. Saya mencoba meyakinkan diri saya bahwa JMMI kedepan insyaAllah lebih baik. Setelah pembagian kerja dengan Ketum JMMI 11 12. Akhirnya kita sepakati, kedepan  Ketum akan mengontrol dan fokus pada 3 lini Badan Semi Otonomi (BSO)BPU, BPM dan FSLDK. Sedangkan Ane harus mengontrol dan fokus ke semua lini kecuali 3 BSO tersebut. Dan untuk lini FSLDJ akan kita bagi dua karena lini ini beririsan antara tugas ane dan Ketum, untuk fokus penuh akan dipegang oleh Ketum sedangkan yang beririsan dengan Departeman maka akan ane pegang dan dibantu Kepala departemen yang bersangkutan.

Lalu, apa yang harus dilakukan selanjutnya? saat ini bukanlah waktunya bersantai, karena dibelakang kita banyak hal menanti. Kita membutuhkan figur pemimpin yang cepat, tanggap dan tegas. Jika kita berhenti sedikit, maka musuh akan menyerang. Jika kita terlalu banyak debat, maka lawan akan membalap. Kita memang harus banyak berdikusi untuk menjaring aspirasi dan kesepakatan.

Namun jangan sampai kita terjebak pada banyak bicara sedikit bekerja, jangan sampai JMMI only talk, no action. Intinya, kita boleh bermusyawarah dan hal itu wajib, namun pengambilan keputusan haruslah cepat dan tidak bertele-tele. Dan perlu diingat kita bukanlah Ormek yang mempunyai banyak waktu, kita harus menyesuaikan karena kita berada dalam kampus dan hanya punya waktu 365 hari, dan saya yakin itupun tidak penuh. Oleh kerena itu kita harus berikan yang terbaik dengan waktu singkat tersebut.

Seperti kata Pak Nuh (Mantan Rektor ITS, Mantan Menkominfo dan saat ini menjadi Menteri Pendidikan Nasional). “Saat ini bukan zamannya pintar-pintaran atau bagus-bagusan, saat ini zamannya siapa paling cepat, siapa yang paling cepat, maka ialah yang berhasil,” terang beliau dalam salah satu sambutan kementeriannya.

Sekali lagi, kita membutuhkan figur pemimpin yang cepat, tanggap dan tegas. Dan itu ada pada antum, Kepala Departemen JMMI 11 12. Dengan kepemimpinan antum, kampus madani bukanlah hanya mimpi, JMMI yang profesional dan berkontribusi bukanlah isapan jempol. Tak penting sampai mana jalan yang kita capai, yang penting kita berikan maksimal sampai tetesan terakhir yang dapat kita berikan. Tujuan kita cuma satu, kampus madani untuk Ridho Allah SWT.

Suatu saat nanti, ketika kata lelah hinggap dalam tubuh tak berdaya ini
Ketika itu datang

Biarkan lelah mengejar kita
Sampai lelah itu terseot-seot
Sampai lelah itu merasa lelah
Sampai lelah itu merasa tak berdaya
Dan putus asa.




Bismillah… Inilah Mimpi kita bersama

Departemen Kaderisasi

Ujung tombak JMMI ada ditangan antum, kita yakin departeman kaderisasi periode ini adalah departemen kaderisasi terbaik dari semua departemen kaderisasi sebelumnya. Selain melakukan sistem kaderisasi seperti Open recruitment, PSI 1, 2,3, Muqim 1 dan 2, serta SMT dan sebagianya. Sebenarnya ada yang lebih utama yakni melakukan penjagaan kader. Memang ini masalah klasik, namun sampai sekarang masalah itu masih menghantui kita.

Tidak ada formula khusus dan baru, ane kira kita bisa mengoptimalkan dengan sistem yang sudah ada. Selama ini sistem kaderisasi dan penjagaan sudah ada dan baik. Namun pelaksanaannya saja yang kurang optimal. Di kepengurusan ini, kita juga dituntut untuk menjalankan konsep sinergisitas dan ane yakin antum semua pejuang kaderisasi 11 12 pasti bisa karena konsepnya hampir tidak ada yang bertentangan dengan sistem JMMI. Kedepan komunikasi dan koordinasi dengan lembaga dakwah lainnya harus kita intensifkan. Selain untuk kepentingan kaderisasi seperti pembagian kader dan pendataan. Ada hal yang lebih penting, kita bumikan kederisasi dakwah ITS menjadi pondasi kampus madani.

Departemen Media

Sebenarnya Cuma ada dua hal yang harus dilakukan departemen media, memang dua hal itu cukup berat, dan saya kira itu pas dan sudah sesuai untuk para kader di departemen ini, Kader yang handal dan tahan banting. Pertama mengelola amanah JMMI sebagai MCN, dengan koordinasi antara Departemen media dan Tim FSLDK insyaAllah amanah ini bisa optimal.
Ada tiga hal yang akan dilakukan untuk  memberikan yang terbaik pada MCN, yakni kita totalitas pada pengelolan web fsldk, kita berikan yang terbaik dipoin ini, kita buat luar biasa dengan pengelolan yang uptude dan professional, kalau perlu kita menjadwal semua LDK se-Indonesia untuk mengirim artikel atau kontribusi apapun to web  fsldk, dan intinya tidak harus semua dari kita. Kita manage supaya semua LDK merasa memiliki MCN, tidak hanya JMMI yang punya MCN.

Selanjutknya, kita buat panduan media nasional. Kita pelopori kebangkitan media di LDK yang tidak ada media atau yang mati suri. InsyaAllah bisa, selain itu nanti kita juga harus siap untuk mendapingi LDK lain untuk membangkitkan medianya. Kalau perlu, suatu saat nanti kita adakan pelatihan pengelolan media atau jurnalistik atau apapun bentuknya untuk seluruh LDK se-Indonesia. Ini mungkin dilakukan, bisa bareng pas puskomnas atau mengadakan even sendiri.

Selain itu, kedepan semua media lembaga dakwah di ITS (LDJ dan LDDOP) akan terintegrasi.  Departemen media akan menjadi pusat dan koordinatornya, dan inilah wujud sinergisitas dalam poin sinergisitas bidang syiar. Nanti jadwal terbit dari produk media syiar tiap lembaga dakwah akan dijadwal, sehinggga setiap minggu atau dua minggu sekali bisa terbit namun dengan beban tidak berat karena ditopang banyak pihak.

Inipun nanti tidak dipaksakan pada LDJ atau LDDOP, jika belum sanggup menerbitkan produk media bisa bergabung dengan media lembaga dakwah lain untuk belajar dan berkontribusi. Intinya, dengan adanya sistem seperti ini media lembaga dakwah di ITS akan tertata rapi, tidak memberatkan beberapa pihak, menakselarasi jika ingin ada LD yang ingin membangkitkan media serta tulisan lebih tajam dari sebuah pedang !!!.

Departemen Rumah Tangga

Tugas departemen ini sebenarnya simple, namun butuh keistiqomahan. Intinya gimana caranya membuat kader JMMI dalam hal ini pengurus JMMI 11 12 nanti nyaman dan betah berada di JMMI. Disini dibutuhkan kreatifitas dan inovasi, depertemen inilah yang menjedi penyejuk dikala semua depertemen mencapai tegangan tinggi.

Kedepan setiap minggu pagi kita akan mengadakan SMS ( Sunday Morning Sports), selama ini fisik kader kurang diperhatian sehingga 11 muhasafat JMMI tidak pernah lengkap. Selain itu hal – hal kecil seperti perhatian harus  diberikan ke kader seperti info beasiswa, menjenguk apabila ada yang kena musibah dan sebaiganya. Intinya, Rumahku surgagu, JMMIlah  rumahku.

Selanjutnya, ada poin penting mengenai pendanaan yang masuk ke ranah department ini. saat ini sudah saatnya wirausaha JMMI dikelola secara optimal dan professional, dalam hal ini Rumah tangga dapat berkoordinasi dengan bendum untuk melaksanakan fungsi ini karena kedepan atapun suatu saat nanti mimpi kita adalah JMMI free financial dari luar, entah itu kapan. Yang penting kita mulai dari sekarang.

Departemen Jaringan

Satu kalimat untuk antum : Citra dan kredibelitas JMMI di luar ada ditangan antum.
Poin terbesar pada tahun ini adalah berusaha membentuk IKA JMMI secara de facto. Dan inilah tantangannya, IKA JMMI terbentuk dalam kepengurusan ini atau tidak sama sekali. Selain itu, JMMI sudah membangun citra dengan melakukan beberapa kunjungan ke organisasi ataupun lembaga lain  tahun lalu, namun belum semua bisa maksimal. Mulailah dengan pandataan semua  mitra JMMI apakah itu ormawa, sponsor, alumni, tempat print sepanduk ataupun donatur.

Kedepan, selaturahmi harus menjadi poin penting, sekaligus menjaganya. Targetkan dari awal minimal 75% lembaga dan organisasi yang merupakan mitra terkunjungi. Serta penjagaan hubungan baik kesemua juga menjadi poin penting sesudahnya. Perlu diadakan gebrakan khusus, kita adakan acara temu JMMI dengan mitra secara bersama, bisa diadakan dengan mitra yang sejenis ataupun semua mitra kita jadikan satu acara besar bertema silaturahmi massal mitra JMMI.

Departemen Syiar Kampus

Ketika bicara kampus madani, maka ujung tombaknya ada di departemen ini. Kedepan perlu syiar yang inovatif dan  kreatif, kita perlu menganalisa apa yang dibutuhkan civitas ITS. Mulai sekarang, kita berikan apa yang mereka butuhkan, bukan kita berikan sesuai yang kita mau.

Syiar merakyat bisa menjadi solusi, selain melakukan pemakmuran masjid dan menjaga kesucian masjid. perlu diadakan syiar merata keseluruh target dakwah di ITS, kita bisa bekerjasama dengan FSLDJ untuk menopang tujuan tersebut. Kita adakan kajian di wilayah FSLDJ dan tempatnya tidak melulu di masjid, mungkin perlu di lapangan ataupun di plaza. Butuh orang yang kuat untuk mendobrak tradisi kea rah yang lebih baik.

Satu kata untuk depertemen syiar :  Action.

Departemen Keputrian

“Hati hanya bisa disentuh dengan Hati”, itulah kata yang cocok untuk antum.  Tak banyak yang ane tuliskan disini untuk antum karena ane tahu akhwat-akhwat JMMI pasti tahu dan paham yang harus dilakukan. Kedepan kita berharap, keputrian JMMI bisa lebih memasyarakat dengan cewek-cewek di ITS. Kita butuh sedikit membuka diri dan banyak mendengar dari mereka, alangkah indahnya jika tidak ada lagi sebutan cewek dan akhwat.

Tim Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Jurusan

Ujung tombak realisasi sinergisitas ada ditangan Tim FSLDJ. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah membukukan dan mempublikasikan hasil MDK ITS ke seluruh ITS, kita pahamkan semuanya maksud dari isi buku panduan lembaga dakwah ITS tersebut.   Kitalah yang akan mengawal jalannya sinergi dakwah ITS.
Mari kita buktikan bahwa kita tidak hanya  teori..

Ini sedikit dari sekian banyak mimpi besar kita
Adakah antum punya mimpi itu akhi/ ukhti ?
Sebenarnya ane punya mimpi yang lebih besar lagi akhi/ukhti…
……

Yakni
Mimpi ke surga Allah SWT..
Kareba sesungguhnya, mimpi besar hanya dimiliki orang besar, karena orang “kecil” pasti takut bermimpi besar.
Bismillah ….
Action !!!

Nomer 1, Mau...

Ada apa dengan nomor 1? Gara-gara nomor itu rasa malu hampir kehilangan rasanya, rasa kasih hampir tiada, sayang bisa jadi benci dan bahkan  kawan bisa menjadi lawan. Sehebat itukah nomor 1?

Namun, gara-gara nomor 1 juga, perpecahan bisa menjadi persatuan, kebencian bisa menjadi kasih sayang dan juga lawan bisa menjadi kawan. Memang nomor tersebut ibarat magnet yang membuat semua orang tertarik kepadanya. Yang pasti, tertarik pasti ada sebabnya, yakni gaya tarik itu sendiri.




Seperti huruf, banyak orang setuju bahwa huruf memiliki arti bahkan doa. Itulah sebabnya tak salah jika sering muncul ungkapan ''Nama adalah Doa''. Lalu bagaimana dengan nomor?

Memang bagi sebagian orang, nomor tidak bermakna apapun. Namun, dalam dunia Feng Shui, salah satu aliran spiritual di China, nomor 1 memiliki makna yang khusus dan memiliki pengaruh dalam kehidupan kita.

Menurut aliran tersebut, nomor 1 disebut bintang uang atau nomor yang selalu menguntungkan. 1 juga berarti nomor air yang bisa diartikan sebagai uang.

Dalam masyarakat jawapun, nomor 1 memiliki makna yang dalam. Anak pertama pada masyarakat jawa disebut anak sulung dan orang jawa sangat menaruh harapan besar pada anak sulung ini. Selain itu, nomer 1 dalam masyarakat jawa melambangkan  sifat matahari, ego, bijaksana, pemimpin, pioner dan ide.

Lepas dari semua itu, nomor 1 ibarat magnet, seperti uraian sebelumnya. Semua orang berebut untuk mendapatkan nomor itu. Entah apa motivasinya, semua dari kita pasti ingin menjadi nomor 1. Tidak ada yang mau dinomorduakan, apalagi dinomortigakan.

Nomor 1 memang sakral.

Hakekatnya, setiap diri kita adalah nomor 1. Apakah itu nomor 1-nya diri sendiri, nomor 1-nya  kelompok bakkan sampai nomor 1 dalam skala besar. Seperti nomor 1-nya  komunitas masyarakat. Namun, yang penting dari semua itu, kenomorsatuan kita akan diminta pertangung jawaban.

Kalau katanya Ki Hajar Dewantara atau biasa dikenal KHD memberi pesan bahwa hakekat nomor 1 itu ada tiga yang kemudian beliau tulis dalam bahasa Jawa. Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso dan Tut Wuri Handayani. Intinya,  si nomor 1 harus memiliki ketiga karekter ini jika ingin benar-benar menjadi teladan. Bukankah nomor 1 teladannya nomor-nomor selanjutnya?

Sekarang, kita coba terjemahkan arti nomor 1 menurut KHD itu. Pertama,  Ing Ngarso Sun Tulodo. Ing ngarso artinya  didepan, Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi kalau kita pahami dari arti bahasanya, makna Ing Ngarso Sun Tulodo mengandung arti yang di depan harus mampu memberikan tauladan bagi orang-orang disekitarnya.

Kedua, Ing Madyo Mbangun Karso. Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangun atau membangkitkan dan Karso mengandung arti  kemauan atau niat. Jadi kalau digabung, seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangun atau membangkitkan semangat dan memberikan motivasi.

Ketiga, Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga kalau digabung, Tut Wuri Handayani ialah seseorang yang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang.

Jadi secara tersirat Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani berarti figur seseorang yang komplit. Disamping menjadi panutan, juga harus mampu jadi penggugah semangat dan memberikan dorongan moral dari belakang agar orang-orang disekitarnya dapat merasakan situasi yang baik dan bersahabat .

Semoga, apapun kita, ketika nomor 1 singgah pada kita. Agar warisan pendahulu kita tidak hanya menjadi simbol belaka.

Akhirnya, setiap nomor 1 yang kita pegang, suatu saat nanti pasti lepas juga. Dan setelah itu tinggal meminta LPJ-an (Laporan Pertanggung Jawaban,red), kan? Entah itu saat ini, nanti atau bahkan suatu saat nanti yang kita tidak tahu kapan.

Seperti barang titipan, yang punya akan mengambil kembali
Minimal, kata tanya ''untuk apa'' akan hinggap pada diri yang dititipi ini

Pilih Mana Kawan?

Pemuda keren, tampan, pintar dan ramah itu bernama Paijo, asli Surabaya. Suatu ketika ia hendak berkunjung ke saudaranya di Jakarta dengan menggunakan pesawat. Dalam perjalanan, ia mendapat jatah tempat duduk di samping ibu tua berumur 60 tahunan.

Jiwa ingin tahunya ternyata mengalahkan rasa malunya. Dalam perjalanan tersebut, dengan santai ia bertanya ke ibu disampingnya. Pertama ia malu, namun beberapa saat kemudian situasi berlangsung cair.

''Mau kenapa ibu?,'' tanya Paijo dengan ramah.
''Ke Singapura dik, tapi transit dulu di bandara Soekarno Hatta,'' jawab sang ibu.
''Ke Singapura ada acara apa bu? kok sendirian?,'' kata Paijo penasaran.
''Ke rumah anak,'' jawab sang ibu.

Setelah itu, perbincangan berlangsung akrab, Ibu tersebut menceritakan ke Paijo bahwa salah satu anaknya menjadi dosen di Singapura, dan kesanalah ia hendak berkunjung. Ia juga menceritakan bahwa saat  ini ia mempunyai empat orang putra dan suaminya telah meninggal 20 tahun lalu.

Karena Paijo terus bertanya, akhirnya ibu  tersebut menceritakan keberadaan semua anaknya. Anak yang kedua saat ini menjadi dokter di salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya. Anak keduanya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia dan anak terakhir adalah dosen di perguruan tinggi di Singapura tersebut.

Paijo merasa ada yang janggal, kenapa anak pertamanya tidak disebutkan. Karena jiwa ingin tahunya yang besar, Paijo menanyakan keberadaan anak pertama sang ibu. ''Oh ya bu, lalu anak ibu yang pertama dimana sekarang,'' tanyanya.

Sang ibu tidak langsung menjawab, ia diam sejanak sambil matanya menerawang ke langit-langit pesawat. Kemudian sambil terseyum tipis sang ibu berkata, ''Ada dik, ia seorang petani mungkin sekarang sedang berada sawahnya,'' jawab sang ibu.

Melihat jawaban tersebut Paijo meminta maaf kepada sang ibu jika pertanyaanya membuat ibu tersebut sedih. Namun dengan nada tegas ibu tersebut berkata, ''Tidak apa dik, saya tidak sedih, malah saya merasa paling bangga pada anak pertama saya tersebut,'' tegas sang ibu.

Kemudian sang ibu menceritakan, sejak suaminya meninggal. Tulang punggung keluarga diambil alih oleh anak pertama. Ia melanjutkan merawat sawah peninggalan ayahnya. Dan dari keringat si anak pertama tersebut, sang ibu dapat membiayai anak-anaknya yang lain sampai lulus perguruan tinggi dan menjadi seorang sarjana.

Tidak dipungikiri, kesuksesan ketiga adiknya tersebut tidak lepas dari banting tulang si anak pertama yang kini tetap menjadi seorang petani.  Dan kisah tersebut adalah sebuah kisah nyata yang diceritakan teman saya ketika diskusi mingguan.

Hampir semua orang yang pernah saya tanya menganai cita-citanya kedepan, mereka menjawab ingin sukses, ingin menjadi juara ini dan itu, ingin jadi pengusaha atau bahkan ada yang ingin jadi Presiden. Tidak salah itu semua, dan memang benar.

Suatu hari ada teman saya bercerita, ada tiga macam kata yang menjadi tujuan seseorang yakni juara, sukses dan kebermanfaatan. Ketiga kata tersebut beririsan namun antara satu dengan yang lain mempunyai makna realita yang berbeda. Mana yang akan kita utamakan?

Kita bisa menjadi juara, namun dalam kondisi nyata banyak seorang juara yang tidak sukses dan tidak memberi kebermanfaatan. Karya-karya juaranya hanya dimuseumkan hingga waktu membuat orang lain lupa. Kita bisa juga  sukses, namun banyak orang sukses yang hanya untuk dirinya sendiri. Boro-boro memberi manfaat orang lain, malah membuat orang lain susah.

Mark Zuckerberg,  founder dan pendiri dari Facebook yang sekarang menjadi miliarder termuda di Amerika bahkan di dunia. Tahukah kita, Facebook sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg. Sebagai mahasiswa Harvard University, ia saat itu mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya.

Karena itulah, nama situs yang digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada sejumlah kampus dan sekolah di Amerika Serikat, buku ini diberikan kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang lain di kampus bersangkutan.

Intinya, misi awal Mark bukanlah menjadi sorang milyader ataupun menjadi seorang juara kompetisi. Ia hanya ingin memberikan manfaat ke orang sekitarnya supaya dapat berhubungan tanpa ketemu secara langsung.

Sekarang tinggal kita, mau pilih yang mana, seorang juara, seorang sukses atau seorang yang bermanfaat? Semua pilihan ada ditangan kita.

Akhirnya, seperti  istana megah tanpa penghuni, apapun kita, apakah itu tukang sapu, mahasiswa biasa, juara olimpiade, mahasiswa beprestasi, pimpinan organisasi mahasiswa, Rektor atau bahkan Presidenpun akan terasa sia-sia jika hanya menjadi kebanggaan diri sendiri tanpa bisa memberi kemanfaatan pada orang lain.

Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan jejak.
Jejak langkah kaki
Jejak langkah mimpi
Jejak langkah setiap sisa yang kita tinggalkan