Selasa, 17 April 2012

Beruntung, Mau???


“Beruntung” , siapa sih yang ngak mau. Pasti semua orang ingin. Dan ternyata kawan, keberuntungan bisa diciptakan, itulah yang dapat saya simpulkan setelah mengikuti acara keislaman di kampus tercinta ini waktu lalu, walaupun yang datang tidak sebanyak penonton konser Ungu . Tapi luar biasa acaranya, dalam beberapa jam saja  Kita (saya dan peserta lain ) diajari cara menghafal nomer surat, nama dan arti tiap surat dan yang paling penting adalah mengerti dengan cepat dan mudah  kandungan atau pesan penting tiap surah dalam Al quran.

Sang ustad dalam acara tersebut membagi 114 surah dalam  Al Quran kedalam 12 kelompok, pembagiannya berdasarkan tema yang sesuai dan disampaikan dalam bentuk cerita. Saking enaknya cara menyampaikannya, sampai-sampai waktu dua jam seperti 20 menit atau kmalah kurang. Nah… Salah satu tema dalam kelompok tersebut mengenai sebab-sebab orang beruntung, dan inilah yang akan saya coba share dengan pembaca setia ultras kali ini.

Ada tujuh sebab yang membuat orang beruntung, dan ini juga yang memjadi pesan utama tujuh surah awal dalam Al quran.

Yang pertama dalam surat Al Fatihah (Pembukaan), inti dari surat ini ada pada ayat satu yaitu bacaan Basmallah.  Setiap memulai kegiatan, seyogyanya kita umat muslim harus membaca basmallah ini. Basmallah, tidak hanya berarti mengucapkan kata-kata, ada banyak makna dalam kalimat Basmallah kawan. Salah satunya, Ketika membaca Basmallah berarti kita meniatkan semua hal yang akan kita lakukan hanya untuk mencari Ridho Allah, IKHLAS melakukan semuanya untuk mencari RidhoNya.

Menurut ustad dalam acara tersebut, ikhlas itu ada tiga syarat yaitu melaksanakan perintah, sesuai syariat atau aturan dan yang ketiga mencari ridho Allah. Jadi poin penting yang pertama adalah ikhlas.

Kedua terdapat dalam pesan penting surat Al Baqarah (Sapi betina), dalam surat ini menceritakan perintah Allah kepada Kaum Bani Israil untuk menyembelih sapi betina, berawal dari sebuah kisah seorang pemuda yang mendapatkan warisan yang sangat banyak dari orang tuanya, kemudian pemuda tersebut dibunuh sepupunya karena ingin menguasai harta pemuda tersebut. 

Nah.. untuk mengungkap pelaku pembunuh pemuda tersebut, maka Allah dengan perantara nabi Musa memerintahkan menyembelih sapi betina tersebut. Kemudian lidah sapi yang disembelih tersebut dipukulkan ke mayat si korban, dan dengan izin Allah, mayat tersebut hidup kembali dan menceritakan siapa yang membunuh dirinya.

Jadi intinya adalah supaya beruntung kita harus mencintai Allah melebihi yang lainnya, kita tidak boleh menduakan Allah.

Yang ketiga terdapat pada  surah Ali Imran, dalam surah tersebut menceritakan tentang keluarga Ali imran, keluarga yang mendapat rahmat dari Allah. Keluarga yang dicintai Allah karena taat beribadah dan memiliki akhlah yang mulia. Dan inilah pesan penting ketiga supaya Kita beruntung, keluarga yang taat beribadah dan berakhlak mulia.

Keempat terdapat dalam surat An Nisa( Wanita), ada tiga criteria wanita Wanita sholihah yang diungkapkan Ustad dalam acara tersebut, yaitu taat kepada Allah, memelihara diri ketika suami pergi atau kalau belum bersuami menjaga dirinnya dari berbagai fitnah dan maksiat dan yang ketiga adalah menutub aurat. Dan wanita Shalihah inilah poin keempat yang membuat Kita beruntung.

Nomer limo terdapat pada surat Al maidah (Hidangan). Pemasukan dan pengeluaran, dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Demikian juga tentang rizki, kalau rizki atau lebih spesifik makanan, ibarat pemasukan maka energy dan semua aktivitas yang dihasilkan karena punya energy tersebut adalah outputnya. Kalau rizki saja sudah tidah halal, maka energy yang dihasilkan menjadi tidak barakah. Dan poinnya adalah orang beruntung Memilih makanan(rizki) yang halal baik dari memperoleh, jenis makanan dan pengolahannya dan memilih makanan yang bergizi.

Yang keenem supaya kita bruntung adalah berusaha, doa saja tanpa usaha sama dengan nol. Bekerjamencari rizki Allah wajib rek… dan ini poin yang ke enam yaitu bekerja yang terdapat dalm surat Al An am ( Binatang ternak).

Dan yang terakhir adalah amal sholeh. Meningkatkan amal sholeh untuk menuju tempat tertinggi, tujuan dari kita semua. Dan ini tertuang dalm surat Al A Raf ( Tempat tertinggi).

Itulah tujuh poin yang saya dapat dari acara tersebut kawan… Dan yang tidak termasuk dalam poin tersebut bukannya tidak penting, semuanya penting. Tetapi Kita mencoba mempermudah pemahaman dengan menggolongkan sesuai tema dan diambil beberapa poin dari tiap surah.

Semoga bermanfaat kawan, beruntung bukanlah segalanya. Yang penting kita sudah berusaha dan berdoa, atau bahasa kerennya ikhtiar dan Tawakal. Apapun hasilnya Kita serahkan kepada Allah, Allah lebih tahu apa yang baik untuk kita kawan…

My time is

Ternyata tidak hanya anak Fakultas Ekonomi (FE) yang membutuhkan ilmu management, anak Teknikpun juga membutuhkan. Tetapi jangan samakan management anak teknik yang ini dengan anak FE, ini lebih pribadi dan dibutuhkan oleh semua insan yang merasa belum puas memanage waktunya, istilah ini biasa disebut management waktu.

Pertama kali Saya mengenal istilah management waktu ketika mengikuti pelatihan Kepemimpinan dan Menegement Mahasiswa Pra Tingkay Dasar (KMM Pra TD), pelatihan bersama se Falukultas ketika masih menjadi mahasiswa baru dulu. Hal yang paling saya ingat mengenai materi itu adalah bagaimana menentukan prioritas apabila kita dihadapkan dengan berbagai pilihan, seperti penting dan mendesak, mendesak dan tidak penting, penting dan tidak mendesak dan tidak penting dan tidak mendesak.

Saya yakin pembaca pasti sudah paham dan tahu tentang materi tersebut., karena hampir semua mahasiswa ITS pernah mengikuti LKMM Pra TD dan mendapatkan materi tersebut. Tetapi pertanyaanya, apakah materi tersebut benar-benar sudah kita aplikasikan pada kehidupan, yang tahu jawabannya hanya kita sendiri.

Pada tulisan ini, saya tidak akan membahas jauh tentang materi tersebut, saya tulis sebagai pembuka mengingatkan pembaca bahwa kita sudah punya ilmunya, tinggal diamalkan saja. Saya akan share dengan pembaca bagaimana cara memanage waktu versi penulis dengan beberapa referensi.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah merencanakan, perencanaan atau planning syarat wajib jika ingin tujuan berhasil. Waktu tidak akan pernah kembali , kita perlu merencanakan untuk apa waktu akan kita gunakan. Semua pilihan ada pada diri kita, waktu bisa mengantar kita pada cita-cita atau bahkan juga mengantar kita pada kesengsaraan, tergantung bagaimanacara kita menggunakan waktu tersebut.

Apakah kita rela waktu ini berjalan sia sia, tentunya tidak kan. Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan sebelum action. Pernah saya mengikuti sebuah pelatihan presentasi, perbandingan waktu untuk persiapan (perencanaan) dengan waktu untuk action presentasi adalah 1:4. Jadi apabila kita akan presentasi dengan alokasi waktu dua jam, dan kita ingin berhasil, maka kita harus melakukan persiapan minimal selama 8 jam, Tentunya disertai doa.

Satu lagi, ada sebuah kata mutiara “Gagal merencanakan samadengan merencanaakan gagal”. Saya sangat setuju dengan ungkapan tersebut. Tanpa perencanaan tidak akan ada tindakan dan tidak akan ada hasil.

Perencanaan juga tidak bisa lepas dari tujuan, dengan tujuan muncul langkah-langkah untuk mencapai tujuan , langkah-langkah inilah yang disebut perencanaan untuk mencapai tujuan. Dan biasanya, itu masih dalam skala umum maka perlu kita detailkan ke dalam rencana yang spesifik dan berjangka pendek.

Lalu seperti apa perencanaan itu, sebelum buat perencanaan tentukan tujuan terlebih dahulu. Tulis tujuan atau target anda pada kertas atau buku. Letakkan pada tempat yang sering anda lihat supaya selalu mengingatkan anda pada tujuan tersebut. Apakah pembaca tahu Sang pembuat jejak, mahasiswa seperti kita yang meraih mimpi-mimpinya setelah menulis semua keinginannya pada sebuah kertas dan ditempel di dinding kamar tidur. Tidak masuk akal memang, tapi itulah yang terjadi.

Setelah tujuan ada, kita buat perencanaan. Kita buat langlah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut, detailkan langkah-langkah tersebut sampai sedetail mungkin. Sampai hal terkecil apa yang harus kita lakukan sekarang juga untuk mencapai tujuan tersebut, dan jangan lupa untuk menulisnya. Biasanya ditulis dengan diagram pohon atau tulislah sembarang , dengan catatan bahwa Kita mengatahui maksud yang kita tulis tersebut.

Coba lah menulis apa yang akan saya lakukan satu tahun mendatang, satu bulan mendatang, satu minggu mendatang dan bahkan satu hari mendatang atau besok. Ketika malam sebelum tidur, biasanya saya menulis apa yang akan saya lakukan besok dan beberapa persiapan kecil seperti menyiapkan buku kuliah, saya tidak malu dibilang seperti anak SD karena dengan seperti ini saya merasa lebih baik dan lebih PD, percaya atau tidak tapi itulah yang saya rasakan.

Setelah semua perencanaan kita buat, maka hal selanjutnya adalah action. Perencanaan tanpa action sama dengan kosong, tidak ada apa apanya. Tapi biasanya kalau kita mau tegas pada diri sendiri masalah ini bisa kita hadapai, kita bisa mengalahkan hawa nafsu dengan target dan perencanan yang jelas. Menyibukan diri dengan hal-hal positif akan menghindar kita dari maksiat.

Planning dan action sudah kita lakukan, praying adalah langkah terakhir yang bisa kita lakukan. Setelah semua perencanaan sudah kita realisasikan. Kita tinggal berdoa kepada ALLAH SWT, kita niatkan semua yang kita lakukan hanya untuk mencari RidhoNya. Dan insAllah kita tidak akan pernah menyesal apapun hasilnnya.

QS103. Al 'Ashr (Waktu)
1. Demi waktu
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, serta saling menasihati supaya menjalankan kebenaran, dan saling menasihati supaya tabah menghadapi kesukaran

Mentoring Sampai Mati

Ketika menulis judul tersebut, saya teringat dengan lirik lagu “sampai mati”, lagu yang dipopulerkan oleh band yang berasal dari kota Malang, Putih Band.  Dalam awal lirik lagu tersebut, Kita diminta memahami semua yang terjadi , termasuk diri sendiri dan orang lain. Kemudian membuat kisah kita dan menjaga kisah itu sampai mati.

Makna mentoring juga hampir sama dengan hal tersebut, pertama kita pahamkan diri kita sendiri tentang arti penting mentoring. Kenapa sih harus mentoring, bukannya mentoring sudah selesai di tahun pertama dulu, buat apa ada mentoring dan masih banyak lagi pertanyaan dalam benak hati Kita, dan lebih parahnya lagi kita hanya diam diri tanpa mau mencari jawaban dari pertanyaan tersebut. Itulah kesalahan kita, kita punya banyak pertanyaan tapi tidak mau mengungkapkan.

Ada ungkapan dari buku motivasi  yang selalu saya ingat ketika saya mempunyai sebuah pertanyaan, “Sebodoh-bodohnya orang adalah orang yang tidak mau bertanya ketika ia mempunyai pertanyaan”. Yah apakah Kita tetap akan menjadi orang bodoh seperti pada ungkapan tersebut, jawabanya ada pada diri kita sendiri. Berubah sekarang juga atau tidak sama sekali, tetap pada zaman jahiliyah dengam versi yang berbeda.

 Setelah Kita sendiri paham , barulah amal ma’ruf nahi munkar kita jalankan, mengajak kebaikan dan menolak kemungkaran. Sepertinya memang susah jika dibayangkan, tetapi insAllah mudah jika kita mau memulai. Mulai dari diri sendiri dengan menjadi teladan, Kita mulai dari hal kecil dan Kita lakukan dengan percaya diri. Kenapa saya bilang seperti itu, percaya atau tidak jika kita melakukan dengan percaya diri, maka secara tidak langsung orang di sekeliling Kita akan mencontoh Kita.

Lalu apa hubungannya dengan mentoring, ingat temen-temen mentoring tidak hanya duduk manis di masjid mendengarkan ceramah mentor, sambil ngantuk dan bolak balik menoleh ke jam dinding. Ketika kita saling mengingatkan untuk sholat, mengajak ke masjid dan bahkan berdikusi di kantin membahas hal hal yang bermanfaat seperti materi kuliah, mengkaji masalah terkini dan lainnya, itu semua bisa dikatakan mentoring sobat. Terapi tergantung niat dan tujuan Kita, Kita lakukan semua hanya untuk mencari RidhoNYA.

Mulai sekarang tidak ada kata untuk tidak mentoring, menjadi mentor dan mente(peserta mentoring,red) sama saja, semuanya sama belajar. Tidak ada istilah mentor lebih pandai dari mente, semua sama bro…

Pernah suatu saat saya mengajak teman satu angkatan saya untuk menjadi mentor, tahukah pembaca apa yang ia katakan. “Saya tidak bisa, ilmu saya kurang, saya takut konsekuansinya jika ngomong saja tetapi tidak diamalkan,” ungkapnya.

Ketika teman saya berbicara seperti itu, berarti ia sudah gagal untuk sukses. Ingat, sukses bukan hanya banyak uang, rumah mewah, mobil lima, istri tiga, eh salah… istri satu  saja, nanti di demo kaum hawa se-ITS dan sekitarnya. Seperti kumandang azan saja.

Sukses yang terbesar ketika Kita bisa mensukseskan orang lain. Ayo kita mulai dari sekarang, belajar sambil jalan no problem, kita mengajak dan kita juga mengamalkan. Kan pastinya ada rasa tanggung jawab tersendiri dalam lubuh hati kita yang terdalam setelah Kita berbicara untuk segera diamalkan, jadi denagn sendirinya kita akan terpaksa untuk mengerjakan yang kita ucapkan

Ilmu kurang, nanti takut kalau ditanya tidak bisa menjawab. Ketika saya menjadi mentor, saya sering ditanya mente saya dan kadang-kadang  tidak bisa menjawab. Saya tidak akan menjawab, apabila tidak ada sumber yang jelas dan dasar hukumnya. Jadi, saya katakan “Mohon maaf, saya belum mempunyai referensi untuk pertanyaan temen-temen, insAllah pertemuan mentoring minggu selanjutnya saya jawab,”. Kita tidak usah malu, jika Kita memang tidak tahu, lebih baik jujur dari pada menbuat dosa jariah.

Biasanya, untuk  mencari jawaban, saya survey ke perpustakaan Manarul Ilmi. Gudang emas yang jarang dimanfaatkan temen-teman muslim ITS ini menyimpan harta karun yang berlimpah, bisa juga Tanya ke mbah google atau tante yahoo. Dan biasanya, kalau saya malas mencari, ingat penulis juga manusia, wkwk.. saya tanyakan ke mentor  saya, langsung deh dapat jawabanya. Itulah salah satu alasan kenapa mentor harus mentoring , supaya ada tempat bertanya jika Kita kesulitan atau lagi malas. Kan iman manusia seperti kurva sinusoidal, adakalanya naik dan ada kalanya turun.

Pak Nuh saja sang mantan rektor ITS yang  sekarang menjadi orang  nomer satu di Departeman Pendidikan Nasional tetap mentoring ketika kuliah di Prancis, dan mendapat gelar Diploma D'Etudes Approfondies (DEA) ketika itu. Masa Pak Nuh saja mentoring, masa kita tidak. Katanya ingin sukses seperti Pak Nuh.

Pembaca pernah nonton film the messengers, ternyata mentoring sudah ada sejak jaman Rasullulah. Diawal perjuangan dulu,ketika sahabat Rasullulah hendak mentoring mereka harus sembunyi-sembunyi. Karena kalau ketahuan, nyawa taruhannya.

Kalau kita ingin menjadi umat Rasullulah, kita harus mencontoh kebiasan Rasullulah, salah satunya ya dengan mentoring itu.

Dalam kondisi saat sekarang, yang  notabenya berbanding 180 derajat dengan kondisi jaman Rasullulah dulu. Seharusnya Kita malu, pinginnya diakui umat Rasullulah dan ditolong ketika  nanti kiamat, tetapi malas meneladani Rasullulah.

Jadi sekali lagi, tidak ada istilah untuk tidak mentoring. Mentoring itu perlu bagi Kita yang mau sukses dunia akhirat, insAllah. Dan pastinya dilakukan secara istiqomah. Sampai kapanpun, sampai hayat tak dikandung badan dan mata terpejam selamanya.

Kamis, 29 Maret 2012

Belum Beruntung

Ini adalah contoh tulisan saya yang saya coba kirim ke salah satu media, namun kurang beruntung. saya menyadari klo tulisan ini kurang runtut, kurang nyata dan kurang to do point... ini saya kirimkan to tema gagasan dengan maksimal karekter 250, salah satu penyebab penolakannya adalah kirang sesuai dengan bahasa media yang saya tuju..


Kurikulum Belajar Gagal

Jika ingin melihat Indonesia 30 tahun yang akan datang, maka lihatlah pemuda saat ini. Sudah saatnya kurikulum di negara ini mengajarkan kegagalan kepada para calon penerus bangsa. Bukan untuk membuat negara Indonesia gagal, namun hal itu untuk menyiapkan kesiapan diri dan mental para pemuda untuk menghadapi kegagalan. Kemudian berani bangkit dan membuat prestasi baru.

Kurikulum ini harus diterapkan mulai sekolah dasar, supaya para pemuda belajar kegagalan sejak dini. Kurikulum ini bisa disisipkan di sekolah dalam bentuk kelas balajar gagal, nantinya kelas ini berisi materi dan diskusi mengenai buku-buku biografi orang sukses yang sebelumnya mengalami berbagai kegagalan, seperti kisah penemuan bola lampu oleh Thomas Edison yang sebelumnya harus 9996 kali mengalami gagal.

Kelasnya pun tidak harus berada di kelas, namun bisa lakukan di taman, dengan membuat lingkaran di lapangan, di kantin, atau dimanapun tempat yang dapat membuat siswa nyaman dan terbuka untuk menceritakan dirinya.

Setelah itu, praktiknya, kelas belajar gagal ini dapat dilakukan dengan berbagai kompetisi permainan sederhana, seperti kompetisi ekstrakurikuler yang ada sekolah. Contohnya, siswa merasakan gagal ketika kalah bermain sepak bola, merasa gagal dalam bermain catur, atau merasa gagal dalam permainan lainnya. Yang penting, kegagalan mereka tidak sampai mengakibatkan kegagalan yang bersifat fatal.
 
Selain membuat siswa tidak takut gagal, kelas belajar ini juga mengajarkan siswa mengontrol emosi sejak dini. Harapan kita semua, ketika setiap pemuda sudah terlatih dengan kegagalan dan kemudian cepat kembali bangkit, maka tidak tidak ada lagi kamus putus asa dalam pemuda Indonesia. Ayo siapkan pemuda untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

 

Kepemimpinan adalah...

Kepemimpinan bukan hanya teori, namun membutuhkan ilmu dan aplikasi yang jalan bersama.

Kepemimpinan bukan bakat atau keturunan, namun pemimpin dibentuk dan dilahirkan dengan keringat, penderitaan, stress, pengorbanan harta, perasaan, waktu, bahkan pikiran .butuh steb by step dan bertahap, dan tidak ada yang instan (sebenarnya).

kepemimpinan juga bukan ambisi atau permintaan, namun kepemimpinan adalah amanah dan nanti pasti diminta pertangung jawaban di dunia san akhirat. yang penting sekarng kta tingkatkan kapasitas dan terus memperbaiki diri, amanah akan datang sendiri  ke kita jika memang kita mampu.''Bekerjalah, maka Allah swt, rasulNya dan manusia akan melihatnya'' (At Tawbah)

seorang pemimpin juga mampu membawa pengikut ke tujuan, dengan memberi contoh real(tauladan) dan melibatkan pengikut dalam setiap proses menuju tujuan (tujuan disni bukan hanya untuk sesaat).

Memang kondisi di lapangan tak seindah teori dan pernyataan. Minimal kita sudah punya rencana untuk melakukan yag terbaik (dari teori dan pernyataan indah). Kita cuma bisa berikhtiyar, usaha, kerja, belajar sampe notok tok, sampe kita gak bisa berbuat apa-apa. setelah itu tinggal berdoa dan tawakkal. Allah swt, rasulnya dan manusia (kalo ia jujur)  tidak hanya melihat dari hasil, namun dari niat kita yang lurus dan proses/usahanyanya.

Wallhua'alam..

(dari berbagai sumber: Al Quran, buku2 dan materi kepemimpinan, pengalaman)

Untuk Saudaraku, SC RDK 33


Bismillah..

Karena tadi tidak ada waktu untuk menyampekan, saya ingin menambahi jawaban beberapa pertanyaan temn2 sc ketika sekolah sc rdk 33 tdi. semoga bermanfaat dan barakah.

pertanyaan pertama di akh hendro , satu2nya sc ikhwan yang datang. semoga urusan temen2 yg lain dimudahkan, amin.. kira2 akh hendro bertannya seperti ini.

''Seperti kata mas erik ketika sambutan, menurut pak nuh yg kala itu jadi rektor its kan menyabutkan bahwa parameter kesuksesan jmmi dapat dilihat dari 2, rdk dan mentoring. gimna caranya menyisipkan niat supaya tetep karena allah, sedangkan kita dituntut untuk mensukseskan rdk, karena taruhanya nama baik jmmi''

ane menambahi yg disampekan, mas aris. yang disampekan mas aris udah benar n cocok, insyaAllah..

menurut ane gini akh,..

dalam sambutan ane sampekan bahwa, paramater nya memang 2 itu. dan itu paramater menurut pak nuh (rektor, sekerng mendikbut dan juga seorang manusia).tujuan ane menyampekan itu ingin menanamkan ke temen2 bahwa rdk ini penting dan tidak main2.

tapi akan lebih indah,jika yang kita tuju adalah parameter Allah. insyaAllah, Allah melihat dari kelurusan niat kita karena ingin mencari ridhonya dan cara yang benar menurut rasulNya. kita niatlkan semua karena Allah, kita berusaha semaksimal mungkin, kerja, usaha sampe notok, sampai kita tidak bisa berbuat apa2. setelah itu kita serahkan ke Allah. ''bekerjalah kamu, maka Allah, rasulNYA dan manusia muslim akan melihatmu'' (At Tawbah: 105).

kawan, smoga kita tidak melakukan amanah ini supaya birokrasi melihat bahwa panitia rdk sukses sehingga jmmi dilihat sukses, ingin dilihat ketua tpki, atau supaya dipuji.

memang tidak dalam dunia ini yang tidak ada apmrihnya, kita boleh pamprih. tapi hanya pamrih ke Allah swt.

kawan, kita hanya diwajibkan berikhtiyar kemudian bertawakkal. kita diwajibkan berikhtiyar sampa kta bener gak bisa apa2. setelah itu kawan, wajib kita yakini. yang mendatangkan oc untuk datang syuro dan bantu acara, yang mendatangkan peserta to ikut acara, yang memdermawakan para donatur, termasuk yang membuat kita semnagat dan membuat hati kita ikhlas hanya untuk mencari ridhoNya, HANYA ALLAH SWT. Allahlah yang membolak balikan hati, Allahlah yang Maha segalanya.

kawan, ketika kita berusaha hanya untukNya, sesuai sunnah rasul, berusaha maksimal mulai merencanakan, melaksanakan, mengevalusi dan seterusnya. Allah akan memberikan kesuksesan acara ini, tidak hanya didunia, tapi menjadi amak jariah dunia dan akhirat, amin..

sedangkan bonusnya, rdk 33 sukses, rdk 33 n jmmi kinerjanya akan dilihat baik, orang akan mempercayai jmmi, amanah ini akan menjadi kenangan manis 20 tahun yang akan datang, menambah link dan jaringan kita, menambah pengalaman kita, dapat ilmu bnyak dan lain2... insyaAllah temen2. itu semua bonusnya. termasuk penghargaan dari rektor dsb, itu semua adalah bonus dari Allah untuk temn2 sc rdk nanti.. hadiah utamanya. ridho Allah, amin..

insyaAllah.

ke2,

pertanyaan ke2 dari akhwatnya ''Bagaimana caranya mengajak dan menyakinkan orang lain, supaya mempunyai niat dan semngat yang sama dengan kita?''

kuncinya ada di komunikasi, bagaimana ia mau jika ia tidak tahu, bagaimana ia datang jika ia merasa tidak akan mendapatkan apa-apa. saya yakin, pertanyaan. '' apa yang saya dapatkan jika saya ikut ini, apa yang saya dapat jika saya menjadi ini''. secara manusiawi normal jika kita atau orang lain mempertanyakan itu, yang penting dengan komunikasi kita yakin kan, selain kita yakinkan bahwa  mereka akan mendapatkan yang dituju.kita wajib mengajak meluruskan niat mereka. jika mereka mendapat yang dituju mak a alhamdulillah, jika belum mungkin Allah mengantinya suatu saat ini.

Konkrit cara membanguan komunikasi yakni, dengan melakukan pendampinga terhadap oc, boleh dikatakan mentoring oc rdk, mentornya boleh dari ph atau sc, intinya dalam mentorong sc ini kita bangun komunikasi sehingga mereka faham dan melakukan seperti yang kita lakukan, mempunyai niat seperti kita dan bersemangat seperti kita. dalam mentoring kita juga bisa memantau amal yaumi oc yang sudah menjadi haknya  serta memantau kondisi beban tiap oc pada saat itu.

mmbangun komunikasi dengan sponsor dan donatur juga perlu. mungkin bisa dilakukan silatuhmi secara lembaga ke bidikan sponsor utama rdk 33, maupuam donatur  seperti pak muslim. temen2 rdk bisa bersma depertmen kelambagaan silatuhmi ke target yang dituju, atau mungkin cuma temen2 rdk juga tdak maslah yang penting ada pembrithuan ke ph jmmi, karena mau g mau rdk tetep bagian dri jmmi.
 
terakhir, ingin mengutib kata2 sc rdk 32 ''bukan RDK atau JMMI yang harus diagung-agungkan.. tapi seruan ke Allah yang wajib kita utamakan, seruan dengan santun, tepat sasaran, pas waktu dan tempatnya. RDK dan JMMI hanyalah sarananya. 90% Kesuksesannya ada di malam hari dengn tahajud dan air mata kita,  sedangkan 10% pendukungnya ada di aktivitas kita di siang hari... insyaAllah

Wallahu'alam

Jumat, 24 Februari 2012

Pilih Mana?

Tulisan ini pernah dimuat di http://its.ac.id/berita.php?nomer=8394

Pemuda keren, tampan, pintar dan ramah itu bernama Paijo, asli Surabaya. Suatu ketika ia hendak berkunjung ke saudaranya di Jakarta dengan menggunakan pesawat. Dalam perjalanan, ia mendapat jatah tempat duduk di samping ibu tua berumur 60 tahunan.

Jiwa ingin tahunya ternyata mengalahkan rasa malunya. Dalam perjalanan tersebut, dengan santai ia bertanya ke ibu disampingnya. Pertama ia malu, namun beberapa saat kemudian situasi berlangsung cair.

''Mau kenapa ibu?,'' tanya Paijo dengan ramah.
''Ke Singapura dik, tapi transit dulu di bandara Soekarno Hatta,'' jawab sang ibu.
''Ke Singapura ada acara apa bu? kok sendirian?,'' kata Paijo penasaran.
''Ke rumah anak,'' jawab sang ibu.

Setelah itu, perbincangan berlangsung akrab, Ibu tersebut menceritakan ke Paijo bahwa salah satu anaknya menjadi dosen di Singapura, dan kesanalah ia hendak berkunjung. Ia juga menceritakan bahwa saat  ini ia mempunyai empat orang putra dan suaminya telah meninggal 20 tahun lalu.

Karena Paijo terus bertanya, akhirnya ibu  tersebut menceritakan keberadaan semua anaknya. Anak yang kedua saat ini menjadi dokter di salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya. Anak keduanya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia dan anak terakhir adalah dosen di perguruan tinggi di Singapura tersebut.

Paijo merasa ada yang janggal, kenapa anak pertamanya tidak disebutkan. Karena jiwa ingin tahunya yang besar, Paijo menanyakan keberadaan anak pertama sang ibu. ''Oh ya bu, lalu anak ibu yang pertama dimana sekarang,'' tanyanya.

Sang ibu tidak langsung menjawab, ia diam sejanak sambil matanya menerawang ke langit-langit pesawat. Kemudian sambil terseyum tipis sang ibu berkata, ''Ada dik, ia seorang petani mungkin sekarang sedang berada sawahnya,'' jawab sang ibu.

Melihat jawaban tersebut Paijo meminta maaf kepada sang ibu jika pertanyaanya membuat ibu tersebut sedih. Namun dengan nada tegas ibu tersebut berkata, ''Tidak apa dik, saya tidak sedih, malah saya merasa paling bangga pada anak pertama saya tersebut,'' tegas sang ibu.

Kemudian sang ibu menceritakan, sejak suaminya meninggal. Tulang punggung keluarga diambil alih oleh anak pertama. Ia melanjutkan merawat sawah peninggalan ayahnya. Dan dari keringat si anak pertama tersebut, sang ibu dapat membiayai anak-anaknya yang lain sampai lulus perguruan tinggi dan menjadi seorang sarjana.

Tidak dipungikiri, kesuksesan ketiga adiknya tersebut tidak lepas dari banting tulang si anak pertama yang kini tetap menjadi seorang petani.  Dan kisah tersebut adalah sebuah kisah nyata yang diceritakan teman saya ketika diskusi mingguan.

Hampir semua orang yang pernah saya tanya menganai cita-citanya kedepan, mereka menjawab ingin sukses, ingin menjadi juara ini dan itu, ingin jadi pengusaha atau bahkan ada yang ingin jadi Presiden. Tidak salah itu semua, dan memang benar.

Suatu hari ada teman saya bercerita, ada tiga macam kata yang menjadi tujuan seseorang yakni juara, sukses dan kebermanfaatan. Ketiga kata tersebut beririsan namun antara satu dengan yang lain mempunyai makna realita yang berbeda. Mana yang akan kita utamakan?

Kita bisa menjadi juara, namun dalam kondisi nyata banyak seorang juara yang tidak sukses dan tidak memberi kebermanfaatan. Karya-karya juaranya hanya dimuseumkan hingga waktu membuat orang lain lupa. Kita bisa juga  sukses, namun banyak orang sukses yang hanya untuk dirinya sendiri. Boro-boro memberi manfaat orang lain, malah membuat orang lain susah.

Mark Zuckerberg,  founder dan pendiri dari Facebook yang sekarang menjadi miliarder termuda di Amerika bahkan di dunia. Tahukah kita, Facebook sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg. Sebagai mahasiswa Harvard University, ia saat itu mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya.

Karena itulah, nama situs yang digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada sejumlah kampus dan sekolah di Amerika Serikat, buku ini diberikan kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang lain di kampus bersangkutan.

Intinya, misi awal Mark bukanlah menjadi sorang milyader ataupun menjadi seorang juara kompetisi. Ia hanya ingin memberikan manfaat ke orang sekitarnya supaya dapat berhubungan tanpa ketemu secara langsung.

Sekarang tinggal kita, mau pilih yang mana, seorang juara, seorang sukses atau seorang yang bermanfaat? Semua pilihan ada ditangan kita.

Akhirnya, seperti  istana megah tanpa penghuni, apapun kita, apakah itu tukang sapu, mahasiswa biasa, juara olimpiade, mahasiswa beprestasi, pimpinan organisasi mahasiswa, Rektor atau bahkan Presidenpun akan terasa sia-sia jika hanya menjadi kebanggaan diri sendiri tanpa bisa memberi kemanfaatan pada orang lain.

Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan jejak.
Jejak langkah kaki
Jejak langkah mimpi
Jejak langkah setiap sisa yang kita tinggalkan


*) terinspirasi setelah  diskusi dengan penulis buku ''Kuliah atau Kuli Yah?''  Satria Nova