Kamis, 07 April 2011

Vonis Mandul Dokter kalah dengan Sholat Tahajud dan Puasa Senin Kamis



Kisah  ini adalah kisah nyata di daerah saya, daerah  Pujon, salah satu keceamatan di Kabupaten Malang. Siang itu saya mengantar ibu saya ke pasar, sambil menunggu, saya potong rambut. Tukang potongnya bernama Abdul khamid, warga asli desa Pujon Lor. Beliau ramah dan mudah akrab dengan pelanggan.

Setelah kami akrab, ditengah-tengah perbincangan, saya tiba-tiba menanyakan ke beliau tentang jumlah anaknya. Beliau tersenyum kemudian menjawab, “Alhamdulilah mas, anak saya satu, laki-laki baru berumur delapan bulan,”. Kemudian pak Khamid menceritakan bahwa beliau sudah berumah tangga sepuluh tahun, dan baru tahun kemarin istrinya melahirkan anak pertamanya.

Saat menikah, pak Khamid berumur 30 tahun, tergolong telat untuk seorang pria Indonesia apalagi di daerah pedesaan. Satu tahun ia menikah, ternyata ia belum dikarunia anak, ia dan istrinya pergi ke dokter untuk memeriksakan kesuburan diri dan istrinya. Pak Khamid dikatakan subur, namun dokter yang memeriksa istrinya mengatakan bahwa saluran tubavalopi punya istrinya, yang befungsi sebagai jalan sel sperma ke indung telur dikatakan tidak berfungsi. Dan dokter mengatakan bahwa hampir tidak mungkin pasangan ini mempunyai anak.

Ternyata, setelah divonis dokter tidak bisa mempunyai anak, bukan malah membuat pak Khamid putus asa atau berpikir untuk nikah lagi. Selain karena cintanya ke istri, pak Khamid merasa belum memberikan usaha optimal. Beliau berusaha kesana kemari untuk berobat, mulai dukun, minta doa orang alim, bahkan berbagai saran yang diberikan keluarnya seperti minum obat ini, obat itu iadilakukan. Namun, istrinya tetep tidak hamil.

Sampai suatu saat, pak Khalid ke Surabaya bersama istrinya. Ia bertemu dengan seorang saptam sebuah pabrik di Surabaya. Ia ngobrol dengan saptam tersebut, kemudian saptan tersebut menceritakan tentang keluarganya yang mempunyai nasib seperti pak Khamid. Sabtam tersebut mengatakan, saudaranya meminta kepada Allah SWT dengan melakukan ibadah sholat malam tiga kali seminggu dan puasa senin kamis. Kemudian dengan perantara ibadah tersebut, maka keluarganya tersebut dapat memiliki keturunan.

Setelah mendengar cerita tersebut, pak Khalid dan istrinya ingin mencoba untuk diri mereka. Setelah melakuka sholat malam rutin dan puasa senin kamis. Alhasil, akhir tahun 2009 istrinya hamil, dan tepat pada usia pernikahan kesepuluh sekitar bulan April 2010. Istri pak Khamid melahirkan anak lelaki pertamanya.
               
Kisah diatas mengingatkan saya tentang kalimat penyemangat dan motivasi “Siapa yang bersungguh maka ia akan mendapatkan”, kalimat yang juga digunakan motto pondok modern Gontor. Dan pembaca mungkin sering mendengar kalimat tersebut. Kisah diatas mungkin pas dengan kalimat tersebut. Pasangan suami istri yang berusaha dengan berbagai jalan, akhirnya mendapatkan apa yang diinginkan. Dan Sebenarnya, Allah SWT berfirman dalam Al Quran bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa setiap hambanya, jika hambanya mau berdoa. Nah ayo mulai sekarng, jika kita mempunyai tekad, kita bersungguh melakukannya dan terus berdoa. Pokoknya, Man Jadda wa jadda. (es_panas)

Calon Ketua JMMI 1112


Bismillah... Satu tujuan kami semua, Mardlotillah, mencari ridho Allah SWT. insya Allah.

Jumat, 01 April 2011

Sinergi


Sinergisitas menjadi isu terhangat yang dibicarakan saat ini, terutama di lingkungan lembaga dakwah kampus (LDK) di ITS seperti JMMI dan LDJ. Memang, visi Jamaah Masjid Manuril Ilmi (JMMI) periode ini mensinergikan LDJK di ITS. Namun, ketika ditanya sinergi apa yang diinginkan. Banyak dari elemen LDK belum memahaminya. Lalu bagaimana kelanjutannya?

Ini bisa dimaklumi karena isu sinergisitas LDJ dan JMMI baru muncul pada tahun kepengurusan ini. Saya memaknai, kebutuhan akan sinergisitas ini merupakan efek dari berkembangnya sebuah LDK. Sejatinya LDK terdiri dari Lembaga dakwah pusat (LDP), Lembaga dakwah fakultas (LDF) dan Lembaga Dakwah Jurusan (LDJ). Namun, untuk di ITS hanya ada dua yaitu JMMI yang berperan LDP dan LDJ yang berada di masing-masing jurusan.

Dulu, ketika awal diidirikan sekitar tahun 1980an. JMMI hanya berfungsi untuk memakmurkan Masjid Manarul Ilmi. Namun seiring berkembangnya dinamika kampus, maka pada September tahun 1989 JMMI secara resmi menjadi lembaga dakwak kampus yang perannya tidak hanya memakmurkan masjid, namum lebih luas ke masyarakat kampus.

Waktu terus berjalan sampai tahun lalu, tahun 2010. Rupaya Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) 21 JMMI yang bertugas mengonsep kepengurusan satu tahun sadar bahwa, peran LDJ yang signifikan. Bahkan bisa dikatakan ujung tombak JMMI. Mengapa saya katakan begitu, karena jika JMMI diibaratkan bom dan target dakwah diibaratkan sasaran bom. Maka JMMI seperti bom besar yang daya ledaknya menjangkau tempat tertentu dan mempunyai radius yang tertentu pula, akibatnya banyak tempat yang tidak bisa terjangkau oleh JMMI karena terbatasi oleh radius tersebut.

Sedangkan LDJ, seperti bom-bom kecil namun fokus pada target. Dan ini akan lebih berdampak jika bisa dioptimalkan dengan baik. Namun kondisi saat ini, JMMI dan LDJ seperti bekerja sendiri-sendiri dan bahkan parahnya pada beberapa momen kelihatannya saling berebut target dakwah. Sebenarnya, hal ini bisa dihindari, apabila dari awal LDJ dan JMMI mempunyai kesepakatan bersama. Kesepakatan yang menyebutkan dimana ranah JMMI dan dimana ranah LDJ, serta dimana peran JMMI dan dimana peran LDJ.
Sungguh indahnya jika LDJ dan JMMI seperti itu, dakwah di ITS akan lebih terasa dampaknya dan tidak pasang surut. Oleh karena itu, setelah mengamati dan berdiskusi dengan banyak elemen dakwah dari LDJ, JMMI, alumni serta objek dakwah. Dapat disimpulan sementara bahwa kita dapat memahami sinergi yang dimaksud disini adalah kesepakatan bersama JMMI dan LDJ untuk melancarkan dan merapikan dakwah di kampus ITS.

Lalu, muncul pertanyaan kembali, kesepakatan seperti apa yang ingin dicapai. Ini merupakan pertanyaan yang wajib dijawab. Disini semua eleman dakwah kampus mempunyai peran dan suara untuk mengusulkan kesepakatan apa yang ingin disepakati. Pada tulisan ini, saya akan mencoba sedikit menjelaskan kesepakatan apa yang kira-kira nanti akan kita sepakati. Dan ini bukan merupakan hasil final, namun presepsi saya pribadi sebagai salah satu eleman dalam LDK.

Pertama adalah kesepakatan di bidang pembinaan. Pembinaan menjadi aspek utama dalam suatu lembaga dakwah kampus, disinilah ujung tombak dari suatu LDK. Pembinaan disini meliputi kaderisasi dan mentoring, sebenarnya kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan. Namun melihat kondisi di ITS, kedua hal tersebut tidak masalah bila dipisahkan dari sisi strukstural, namun secara makna tidak boleh dipisahkan.

Nantinya,  pembinaan yang diharapkan adalah pembinaan yang terpusat. Pembinaan LDK di ITS memiliki kestandaran materi yang sama dan penyempaiannya diharapkan juga sama, sehingga output yang dihasilkan bisa sama. Terpusat disini bukan berarti semua pembinaan dilakukan JMMI, namum terpusat disini adalah kombinasi LDJ JMMI untuk melakukan pembinaan secara bersama-sama dan terkoordinasi.

Dalam pelaksanaan nanti, bisa disepakati antara JMMI dan LDJ bagaimana pembinaan yang sesuai dengan kondisi terkini LDJ dan JMMI. Harapannya, semua pihak nantinya bisa terpuaskan dan menjadi simbiosis mutualisme. Disini juga dibutuhkan keterbukaan wawasan bagi elemen LDK, kita bisa belajar dari LDK yang mapan dan sudah melakukan sinkronisasi antara LDJ dan LDP, seperti kalau di Indonesia ada LDK SALAM Universitas Indonesia dan  GAMAIS ITB. Dan saya kira tidak ada salahnya jika kita belajar pada mereka.

Kedua adalah kesepakatan dalam bidang syiar, setelah pembinaan berjalan dan kuat, Maka tahap berikutnya adalah syiar, sebenarnya pembinaan dan syiar bisa berjalan bersama. Namun dalam pelaksanaanya bisa menyesuaikan kondisi terkini di ITS.

Dalam pelaksanaannya, kesepakatan dalam bidang syiar bisa dilakukan dengan cara  syiar merakyat yang terkoordinasi. Disini, syiar lebih ditekankan dan difokuskan di LDJ, karena LDJlah yang paling dekat dengan objek  dakwah. Dan bukan berarti JMMI tidak melakukan apa-apa, JMMI tetap mempunyai peran yang sangat penting yaitu membacking semua syiar LDJ, bahkan jika memungkinkan JMMI dapat memberikan support pendanaan ke LDJ. Dan syiar yang dilakukan JMMI adalah syiar besar dan bisa mendatangkan masa banyak, dan ini bisa dilakukan missal setengah tahun sekali saja.

Selanjutnya, koordinasi merupakan aspek penting, disini LDJ se-ITS dan JMMI diharapkan seragam dalam menanggapi sebuah isu. Penentuan isu setiap bulannya bisa dilakukan dengan kesepakatan pimpinan LDJ dan JMMI pada forum pimpinan LDK yang sudah ada, seperti Rapat Pimpinan yang dilakukan setiap satu bulan sekali oleh Forum Silturahmi Lembaga Dakwah Jurusan (FSLDJ) JMMI ITS.

Ketiga adalah kesepakatan dalam bidang kelembagaan. Disinilah diatur dimana posisi LDJ dan JMMI, serta hak dan kewajiban dari LDJ dan JMMI, serta mana peran ketua LDJ  dan mana peran ketua JMMI. Diharapkan, posisinya antara LDJ dan JMMI tetap sejajar, namun yang membedakan adalah fungsi dan garis koordinasninya saja. Disini juga harus ditetapkan peran LDJ dalam JMMI dan sebaliknya dalam internal kelembagaan.

Bisa dilakukan seperti LDJ mempunyai suara dalam penentuan ketua JMMI, bagaimana mekanismenya bisa disepakati nanti antara LDJ dan JMMI. Namun untuk pemilihan ketua LDJ, tetap diusahakan dilakukan di LDJ sendiri dan JMMI hanya berperan sebegai pengawas dan pengontrol saja.

Serta ada hal lagi yang sangat penting, yaitu pemetaan dan pembagian kader antara LDJ dan JMMI. Harapannya, LDJ dan JMMI tidak saling berebut kader, disini dibuat kesepakatan bagaiman sistem pembagian kader, misal pembatasan pengurus JMMI atau juga bisa disepakati jumlah 60% PH JMMI dipengurusan selanjutnya adalah mantan ketua LDJ di ITS sebelumnnya. Serta yang paling penting, dalam setiap even penting JMMI seperti pemilihan ketua umum harus melibatkan semua civitas di ITS.

Disini membutuhkan kekreatifan pengurus JMMI bagaimana supaya semua civitas di ITS dilibatkan dalam even ini, namun tetap tidak mengurangi makna pemilihan sesuai sistem sebelumnya. Misal, yang pernah dilakukan tahun 2008 lalu yaitu mempublikasikan semua calon ketum dan mempersilahkan semua civitas di ITS untuk memilih ketum favorit dengan menggunakan Short Message Service (SMS).

Keempat adalah kesepakatan dalam bidang keputrian. Sebenarnya ada yang lebih paham dalam bidang ini, yaitu para keputrian LDK di ITS. Tapi saya mencoba memberikan gambaran versi saya. Keputrian mempunyai peran yang sangat penting dalam sebuah LDK, mulai dari karakternya yang khas sampai cara pendekatannya ke objek dakwah  terutama perempuan yang hanya bisa dilakukan oleh seorang keputrian sendiri.

Nanti, harapanya ada kesepakatan antara keputrian JMMI dan LDJ, karena melihat kondisi di ITS yang jumlah keputrian di jurusan yang sangat minim. Sehingga butuh dukungan dari keputrian jurusan lain yang kuat untuk mendukung keputrian di jurusan lainnya. Dukungan ini bisa dilakukan dalam support mentor untuk mentoring bagi jurusan yang kurang mentor putri atau dukungan dalam bentuk lainnya seperti bantuan panitia untuk acara keputrian di LDJ. Namun, sekali lagi, yang tahu kondisi perempuan hanyalah perempuan, karena hati hanya bisa disentuh dengan hati.

Muktamar Dakwah Kampus 1

Setelah jelas apa yang mau disepekati, kita membutuhkan alat untuk mengetuk palu kesepakan tersebut. Disnilah kesepakatn tersebut akan menjadi resmi, berbobot hukum dan semua elemen dakwah kampus setelah itu bisa langsung action. Dan salah satu alat yang bisa digunakan adalah muktamar dakwah kampus 1 (MDK 1).

Selain untuk meresmikan kesepakatan yang telah yang dibuat, muktamar juga bisa digunakan sebagai ajang syiar besar-besaran di kampus ITS. Semunya harus terlibat disini, termasuk semua LDJ di ITS, dan JMMI sebagai koordinator harus intens mengajak LDJ untuk bergabung dalam serangkaian acara muktamar nanti.

Rangkain acara muktamar ini bisa dilakukan dengan mengadakan acara baru atau mengcompire acara yang sudah ada. Seperti JMMI punya G-Mail, LDJ Teknik Kimia mempunya Kini in Action atau  acara LDJ lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu. Semua acaranya tersebut bisa dijadikan satu rangkaian acara road to muktamar dan terkoordinasi. Selain untuk memulai sinergi dalam berbagai acara, moment ini juga bisa digunakan untuk saling memotivasi antar LDJ untuk terus meningkatnya kreativitasnya.

Dan kepanitiaan dalam acara ini juga harus melibatkan semua eleman, khusus untuk acara muktamar dan road to muktamar harus disediakan tim Sreening Committee (SC) sendiri. Komponen tim SC ini bisa diambil dari perwakilan wilayah FSLDJ dan JMMI, atau dengan cara lain. Yang penting semua eleman dakwah, baik itu LDJ dan JMMI merasa mempunyai acara ini dan ada tekat untuk mensukseskan acara ini.

Dan Output dari mutamar ini adalah buku saku kader, kenapa buku saku kader. Saya kira kesepakaatan yang dihasilkan perlu didokumetasikan supaya bisa bertahan lebih lama. Selain itu, ini merupakan bentuk evalusi dari pengalaman sebelumnya, banyak kesepakatan dan kerjasama antara LDJ dan JMMI yang sifatnya lisan, akhirnya setiap ganti kepengurusan tidak ada transfer dan kelanjutan sesudahnya. Kalaupun ada, transfer yang diberikan tidak maksimal karena daya tangkap tiap orang yang berbeda.

Akselerasi LDJ

Ada pernyataan menggelitik yang terpikir di benak saya. Kalau yang disergikan saja tidak ada, maka mungkin bisa sinergi. Iya memang, kalau melihat kondisi LDJ di ITS, jumlah LDJ yang bisa dikatakan mapan bisa dihitung dengan jari. Ini terjadi karena berbagai factor, bisa karena tidak ada SDM, birokrasi kurang mendukung atau bahkan LDJ belum di bentuk di jurusan tersebut.

Namun, saya mencoba berpikir dari sudut pandang yang berbeda. Saya berpendapat, malah dengan sinergi itulah, LDJ akan terakselerasi secara otomatis. Karena secara tidak langsung LDJ dituntut untuk mengikuti kesepakatan bersama, dan ini akan mendorong setiap komponen LDJ berjuang untuk memajukan LDJnya, bisa karena gengsi dengan LDJ di samping kanan kirinya atau alasan lainnya. Namun yang penting adalah, adanya pihak yang selalu mengingatkan bahwa tujuan kita hanya satu, mencari ridhoNya.

Selain itu, dengan adanya sinergi kepedulian antar LDJ akan meningkat. Selama ini, LDJ bukannya tidak peduli. Namun antara LDJ satu dengan LDJ lainnya tidak saling mengetahui kondisinya, ini bisa dimaklumi karena antar LDJ tidak pernah ada komunikasi atau forum bersama untuk komunikasi antar LDJ. Harapannya, setelah kesepakatan terbentuk, selain JMMI dan LDJ, antar LDJ juga harus saling mendukung dan peduli.

Sedangkan peran JMMI dalam akselerasi LDJ sangatlah penting. JMMI harus bisa mengayomi semua LDJ dibawahnya, disini peran JMMI sebagai orang tua, guru sekaligus sahabat bagi LDJ. JMMI harus bisa melakukan fungsi pendampinga dan pengawasan secara istiqomah dengan LDJ. Dan memang, JMMI tidak sanggup kalau harus mengerjakan fungsi ini sendiri.
Disinilah kelihaian management JMMI dipertaruhkan, JMMI bisa memanfaatkan wilayah FSLDJ atau bahkan LDJ yang dekat untuk mambantu melakukan fungsi ini, yang penting kontrol terpusat ada di JMMI, dan JMMI harus selalu mengingatkan ke semua LDJ bahwa tugas kontrol dan pengawasan bukan haya tugas JMMI, namun tugas bersama untuk membangun Dakwah kampus yang komprehensif.(es_panas)







(20 Santri + SPV) Juara = ~ (Tak Hingga)


Ketika ada pertanyaan mengapa nama angkatan 2 santri pesantren mahasiswa (pesma) yayasan pengembangan SDM IPTEK adalah angkatan juara. Maka dengan lemah lembut dan tanpa bosa-basi, kami akan menjawab “karena nama adalah doa”.


Oke, tanpa nasi basi lagi, maaf.. maksute tanpa bosa basi. Inilah profil singkat santri pesma angkatan plus supervisor juara. Dan untuk  menghindari adanya kecemburuan lahir dan bathin antar tetangga kamar  santri SDM IPTEK. Maka kami urutkan sesuai nomer kamar.

Dimulai dari kamar 1 ada Masduki . Oleh kawula pondok SDM IPTEK,  jawara Lumajang ini dipanggil dengan nama sayang “CakDuk”, pernah menjadi juara karya tulis ketahanan pagan tingkat provinsi tahun 2008. Dan saat ini, mahasiswa Kimia FMIPA ITS angkatan 2009 ini mempunyai  Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3.58.  Sekarang juga lagi sibuk  di Jamaah Majid Manarul Ilmi (JMMI), Lembaga Dakwah Jurusan (LDJ) dan berbegai kegiatan sosial kemasyarakatan untuk mencerdaskan anak bangsa, sampai-sampai rela mengayun puluhan kilometer untuk mencerdaskan anak bangsa. Semoga semua amal ibadah diterima dan cita-citanya tercapai, amin…

Yang kedua ada Fauzhan Adhiima, pake shood dan panjangnya dua harakat. Hehehe..  Juara Nasyid dan pemilik IPK 3.78. Sekarang, pemuda asal Magetan yang secara diam-diam lagi menghafidz ini sedang kuliah di jurusan JMMI, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), LDJ dan Himatekfis . Dan juga sibuk nyambi di  Teknik Fisika ITS. Dan Untuk informasi , jika ingin menemui bapak belum beristri dan juga belum beranak ini. Penulis sarankan diatas jam 10 malam dan sebelum jam 7 pagi. Kenapa, taulah padatnya jadwa manggung calon arsitek bangsa. Amin…

Yang ketiga adalah Our Lovely Supervisor, Mr Cahyo sang SPV Juara yang  bermukim di kamar tanpa nomer. Jangan tanya lagi kehebatan beliau, asam laut garam daratan sudah pernah beliau rasakan. Mulai dari Ketum JMMI sampai juragan laundry sudah beliau lalui. Tambah lagi,  beliau ini penyabar top dan yang paling disukai anak-anak pesma, Mr SPV ini gilbol (gila bola) banget dengan yang namanya footsal. Kemarin pada 2 Oktober, Bertempat di Grha 10 Nopember, mantan mahasiswa asal Solo ini telah didaulat oleh Rektor ITS untuk menjadi Sarjana Teknik Sistem Perkapalan . Kita doakan, semoga setelah ini  juga segera didaulat pengulu, amin…

Lanjut, kamar berikutnya ada Ilham Doni Tamara, biasa dipanggil IDO, I dari ilham dan DO dari doni, bukan doremi lo ya, walaupun kelihatannya agak memaksakan, tetapi sip deh. Selain itu, Lajang asal ujung elor alias daerah pantai utara alias Lamongan ini adalah leader  of MSI, LDJ teknik Industri punya. Pernah menjadi juara 1 english debate contest dan sekarang lagi sibuk bisnis desain grafis.

Dan ini yang tidak disangka, Pembaannya yang kalem dan pendiam sering membuat orang yang baru kenal bertekuk lutut meminta uang. Kenapa? Karena ialah juragan tenun asli Lamongan. Dan tahu gak apa cita-citanya, penulis juga gak tahu karena Idonya gak pernah cerita. Yang penting kita doakan yang terbaik untuk kang Ido, amin..

Lanjut, ini dia perjaka ting tong dari Sunda asli. “Ali” Lulusan SMA dinas punya pemerintah daerah  Jabar yang  katanya seremnya minta ampun, bukan serem karena ada hantunya, tapi peraturannya yang ketat. Sampai-sampai perut terasa sakit karena terlalu ketat. Sekarang lagi sibuk JMMI dan LDJ, serta nyambi kuliah di JTSP FTK angkatan 2009. Selain itu, saat ini, pemilih suara emas yang suka menyendiri di dalam kamar ini ternyata sedang mengembangkan bisnis online dan ternak ikan , dan targetnya pada semester 7 nanti sudah bisa membeli mobil sendiri. Kita doakan somoga tercapai, amin..

Kemudian Kamar 3 ada Agro Wisudawan, saat ini kuliah di Jurusan Teknik Kelautan FTK, walaupun namanya yang berbau-bau pertanian dan bisa dikatakan  menghianati Kelautan,hehe… pemuda asal Madiun ini ternyata mempunyai semangat yang besar untuk  memahami dunia laut, buktinya IPKnya saja 3.8, IPK langka untuk ukuran  jurusan di FTK. Dan tahukah kita, saat ini pemuda yang tahun depan rencananya bakal terkuat antara Katua Kajian atau Kahima Teknik Kelautan ini sibuk mempersiapkan diri mengejar beasiswa S2 dan S3 di New Castle University, Inggris… kita doakan semoga tercapai, amin…

Selanjutanya ada Hendra Dwi Kurniawan, aktivis tulen yang rela tidak tidur untuk mengapdi pada JMMI, BEM, Hima teknik Mesin dan LDJ As Shaff. Saat ini sedang menimba air di jurusan Teknik Mesin angkatan 2009. Dan tahukah kita, bahwa pemuda asal Tulungagung ini bercita-cita menjadi penggantinya SBY pada tahun 2045 nanti. Dan Kita yakin Hendra pasti bisa, kenapa? Karena SBY yang DOnya Teknik Mesin ITS saja bisa menjadi Presiden , masa calon lulusan terbaik Teknik Mesin tahun 2013 tidak bisa.

Lanjut ke kamar 4 ada Abang Rahmat Rizki batubara, ketika mendengar namanya pasti terbayang yang keras-keras, dan ketika melihat orangnya pasti yang terbayang juga keras-keras, karena postur tubuhnya yang mantap karena latihan pencak silatnya gak pernah berhenti sampai-sampai juara 3 pencak silat kota Padangsidimpuan pernah diembat. Namu, ketika kita mengenal lebih dekat, maka kelembutan, keramahan dan senyum akan selalu menghiasi sekitarnya. Pokoke kontras dengan pandangan pertama. Kalau tidak percaya monggo dibuktikan sendiri. Saat ini  beliau sedang sibuk di JMMI, LDJ Teknik Siskal, serta aktiv sebagai mahasiswa siskal. Cita-citanya sangat mulia dan patut kita tiru, yaitu mengahajikan orang tua, amin…

Kemudian the couple of Mr Batubara ada kang Eddy Pratondo, mahasiswa teknik kimia asli yang berasal dari  Riau. Saat ini sibuk mengurusi mentoring di JMMI, beliaulah yang mengatur mobilisasi para mentor di ITS.  Bercita-cita menjadi menteri ESDM Indonesia, mendampingi Mr Presiden Dr Hendra Dwi K ST MT pada tahun 2045 nanti. Kita doakan semoga tercapai, amin..

Selanjutnya ada Akhi Adam, mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2009, nama pendek = nama panjangnya. Si Orator ulung, penerus Suekarno yang bercita-cita menjadi Anggota dan Ketua DPRD kepulauan Riau. Beliaulah orang pertama yang secara tegas akan bertindak mengenai penjualan “negeri”  ini ke Singapura (Pencurian pasir di kep Riau). Saat ini aktiv di KAMMI sepuluh nopember dan JMMI, denger-denger akan menjadi komandan utama di salah satu lembaga dakwah tersebut pada 1.5 tahun yang akan datang, kita tunggu saja kabarnya.

Oke, pasangan dari Akhi Adam ada Mr Augustino, mahasiswa coumloder dengan IPK 3.87 teknik Material dan Metalurgi ITS. Bercita-cita menumbangkan Freeport dan membangun perusahaan Pertambangan di ponorogo, amin… selain sibuk menjadi asisten dosen MK Kimia dasar, pemuda asal kota reog ini sibuk di JMMI, HMMM, LDJ dan BEM.  Suatu saat nanti, beliaulah yang kita cari ketika ada masalah pertambangan di Negeri ini, karena beluailah Menteri pertambangan 2043, amin.. insAllah.

Kamar berikutnya adalah kamar 6, langganan banjir ketika hujan turun ke bumi tercinta SDM IPTEK. Ada  Faishol Mufied yang hobinya online. Kalau sudah online, web nya JMMI langsung terupdate, sampai-sampai webnya menyerupai blog pribadi. Beliaulah orang dibelakang layar yang selama ini mengoperasikan web www.masjid.its.ac.id. Selain itu, santri yang memiliki jam terbang pulang kampung paling tinggi karena kampungnya di Surabaya ini sekarang lagi sibuk menahkodai LDJ Sistem Informasi (SI). Aktivitas terkininya sedang berjuang “merebut hati” pemimpin birokrasi di SI supaya cinta si pemimpin ini berlabuh pada LDJ SI dan mempermudah gerak langkah dakwah di SI. Kita doakan semoga sang pujangga kita, si faisal bener-bener merebut hatinya si dia, siapa tahu nanti malah dikasih anaknya. hehe..

Lanjutnya ada Cak Minud, kata cak copy paste dari jargon ITS dan Minud diambil dari potongan nama pajang beliau, Muhammad Aminudin. Orang yang paling dekat dengan Mr  SPV, sampai-sampai santri pesma mengira kalau Cak Minud ini adik kandungnya mr SPV, mungkin karena dari daerah yang sama jadi sering nostalgia bersama sebagai luapan rindu akan rumah di kampung. Sekarang sedang sibuk di LDJ MSI, dan dengar-dengar juga kepengurusan MSI selanjutnya akan dinahkodai Cak Minud.

Kamar berikutnya dalah kamar 7, ada Muhammad Catur Nugraha, sang ketua pesma angkatan 2 dan memiliki gelar our lovely leader. Soal prestasi jangan nanya, mungkin kalau dituliskan bisa 3 halaman folio penuh, amin.. saat ini sedang sibuk kuliah di jurusan Teknik Kelautan, dan tahukah kita bahwa satu bulan yang lalu beliau baru saja  dikukuhkan menjadi ketua LDJ Teknik Kelautan dan Peserta sekolah mahasiswa berprestasi ITS wakil dari Tekla. Kita doakan semoga dapat menjalankan amanahnya dengan baik dan menjadi Mawapres ITS 2011, amin..

Pendamping mas Catur ada Agus Budi Raharjo atau biasa dipanggil dengan nama sayang Agus BR, mahasiswa tulen asli Magetan yang mantan ketua Rohis SMA. Salah satu orang dibalik suksesnya menghidupkan kembali komputer bersama pesma, berkat jemari tanggan kretif mahasiswa Teknik Informatika ini, Komputer yang dulunya jadul, lemot dan tidak bisa digunakan bisa disulap menjadi computer layak pakai . Bahkan Sekarang computer tersebut dapat menelurkan recehan dirham dari usaha print. Selain itu, jika kita sholat asar atau maagrib di masjid Baitul Muttaqin, kita akan menemukan beliau sedang membimbing adik-adik SD  belajar ngaji dan agama. Top banget pokoke, selain itu  mas BR bercita-cita menghajikan orang tuanya sebelum ia diwisuda Oktober 2013 nanti , amin…  dan gossip terhangat saat ini, beliau diusung untuk maju menjadi Presiden BEM FTIf, kita doakan semunya barakah , amin..

Lanjut… Kamar 8 ada Mariyanto, awas lo ya Mariyanto bukan Marijanto sang penjaga gunung berapi. Jawa tulen yang suaranya paling medok diantara semua santri Pesma. Saat ini sedang sibuk menjadi asisten laboratorium dan jangan heran kalau setiap hari ia pulang malam bahkan dini hari, karena sedang sibuk-sibuknya menjalani amanah sengai ketua panitia dan menyiapkan kegiatan terbesar di Himasika, Gebyar Fisika. Selain itu, komting mahasiswa angkatan 2009 ini merupakan calon tunggal ketua Himpunan Mahasiswa di jurusannya. Wah-wah, kita doakan semoga Ryan, sapaan sayang dari santri pesma untuknya, supaya bisa menjadi dan melakukan yang terbaik. Amin..

Couple Of Ryan, Ada Erik Sugianto. Panggilannya?? Erik AJAA. Pencetus jargon Angkatan Juara ini sangat dikenal oleh para santri, terutama dengan pronunciation-nya yang khas dalam semua bahasa. Tak jarang gaya bahasa yang keluar dari mulutnya ditirukan oleh santri’ers. Berbicara tentang popularitas, Bang Erik ini ga cuman terkenal di Asrama kita tercinta lho, tapi diluar sana popularitasnya bak artis lagi naik daun. Bagaimana tidak? Pemuda Malang melintang yang mbolang hingga kampus ITS tersayang ini seakan tak punya banyak waktu luang untuk bersenang-senang. Purna tugas dari petinggi As Safinah tak membuat kesibukannya berkurang, tapi malah bejibun. Tilik saja mulai dari aktivitasnya sebagai Asisten Dosen Mekanika Teknik, sepak terjangnya di dunia pers, hingga yang paling gres menjadi Komandan FSLDJ. Pemuda yang bercita-cita menjadi rektor ITS pada usia 47 tahun ini, juga segera meluncurkan buku lho. Kita tunggu aja karya-karya dari Mas Erik dan semoga cita-citanya menjadi Pak Rektor dan Pak Pres terwujud. Aamiin. 

Kamar berikutnya adalah kamar pasangan Hafidz dan Qari’ SDM IPTEK.  Pertama ada Ahmad Mujahid, pemuda asli Solo yang Hafidz Alquran sejak SMA. Kalau ketemu beliau, bawaanya dingin dan nyaman, orangnya yang kalem dan untaian senyum akan selalu mengembang dari Mujahid, sehingga siapapun akan nyaman di sampingnya. Saat ini, selain sibuk mengukir prestasi di jurusan SI, beliau juga sedang mengendarai divisi kajian  LDJ KISI dan aktiv di JMMI. 20 tahun yang akan datang, beliau bercita-cita memiliki pesantren Hafidz sendiri, amin ya Rabb…

Pasangannya Mujahid ada Rizki Satria, Mahasiswa Coumlode dari Sumatra Selatan yang terdampar di Lumajang. Saat ini, selain sibuk menjadi ketua LDJ Siskal dan merupakan ketua LDJ termuda di ITS. Mahasiswa angkatan 2009 ini sedang kebanjiran job untuk Qari’ di beberapa tempat di Surabaya dan sekitarnya. Jika ingin mencari beliau, penulis sarankan jangan di hari Sabtu dan Minggu di akhir bulan, karena beliau harus menjenguk adiknya di kampung halammanya, di Lumajang punya. Kita doakan Rizki mejadi kakak dan putra yang dicintai keluargannya, serta yang lebih penting dicintai Allah SWT, amin..

Kamar 10, kamar paling pojok dan merupakan kamar paling terakhir di pesma. Terdapat pasangan emas yang menghuni kamar tersebut. Pertama ada Arif Setyono, pemuda Asli kota angin Nganjuk yang jago ngasih motivasi, kalau ada job menjadi trainer untuk SDM IPTEK, beliaualah yang akan menjadi bamper paling depan. Selain itu, ia juga sedang membantu mas Catur untuk mengembangkan LDJ Tekla serta sibuk mengurusi mahasiswa baru 2010, guna berbakti menjalankan amanah sebagai SC Himatekla. Denger-denger juga, tahun depan ia menjadi kandidat terkuat Kahima Tekla, kita doakan semoga menjadi anak yang berbakti dan cita-citanya tercapai, amin..

The last, ada Ikhsan Nugraha, mahasiswa asli Samarinda.  Beliaulah leader LDJ Kalam, Teknik Elektro punya. Selain menjadi wakil Teknik Elektro untuk sekolah mawapres ITS, beliau sedang sibuk menjadi AHWA 22 JMMI bersama Faisol, Masduki dan Erik untuk merancang JMMI dimasa yang akan datang. Kita doakan semoga beliau menjadi mawapres 2011, bersaing dengan mas catur untuk merebutkan juara 1 dan 2 mawapres ITS 2011 serta menjadi pemuda yang amanah dan semua cita-citanya tercapai, amin…

Ok, sebagai penutup perlu penulis sampaikan, tulisan ini bukan rekayasa yang disengaja, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Silahkan memasukan infak seikhlasnya di kotak infaq yang telah disediakan. Dijamin terjadi hal nyata yang kami inginkan seperti uang saku anda berkurang, kotak amal terus berkembang dan sebagainya…
By : es_panas