Rabu, 08 Agustus 2012

Biarkan

Biarkan komunikasi tulis saya seperti Dahlan Iskan
Biarkan Bicara Saya Seperti Yusuf Mansyur atau Sholeh Drehem
Biarkan aksi saya di masyarakat seperti Jakowi
Biarkan Pandangan Politik saya seperti Hidayat Nur Wahib
Dan Biarkan Tauhid saya seperti Generasi Assabiqul Awallun, dan Alhamdulillah 
 Alhamdulillah Alhamdulillah jika Allah swt memberikan hidayat ke saya bisa meneladani Rasulullah saw, amin..

Seandainya saat ini ada manasia (tokok public yang notabennya panutan)  yang benar-benar meniru Rasulullah secara utut, tentu saya akan meneladi beliau, namun saya yakin.. hanya Rasulullah lah satu-satunya tauladan manusia yang sempurna..

Ya Allah swt, bimbinglah hambamu ini meneladani kebaikan yang tercecer dan kumpulkanlah pada diriku ya Allah, supaya saya dapat menjadi umat yang bener-bener bermanfaat dan akhirnya mendapat ridhoMu, amin..


Senin, 06 Agustus 2012

Siapapun Anda, Anda Spesial Buat saya


Bukanlah kita yang terhebat,  bukan juga yang mempunyai IP 4 (jika di SMA  nilai 10 atau sempurna), apalagi segudang gelar dan title prestasi yang menancap di pundah ini, bukan, kami tak memiliki itu semua. Disini, kami hanya ingin berbagi. Ketika anda melihat kebaikan pada kita, itu hanya karena Allah swt masih mengasihi kita dengan menutupi aib-aib, maksiat dan keburukan kita.

Ambillah yang baik dan buang jauh-jauh yang anda anggap buruk, bersikaplah open mind jika anda ingin mendapatkan sesuatu yang lebih, jika anda merasa ragu dan anda malu bertanya pada kanan dan kiri anda, bacalah taawudz (aku berlindung kepada Allah swt dari godaan setan yang terkutuk), lalu tanyakan pada hati nurani anda, jujurlah, insyaAllah, Allah akan menuntun kita.

-
Pak Nuh, mantan Menkominfo RI yang saat ini menjabat menjadi Mendikbud RI, beliau adalah rektor ITS periode 2003-2007. suatu malam ketika masih jadi Rektor, beliau pernah melakukan inspeksi mendadak mengajak SKK melihat kondisi malam di ITS, anda tahu apa yang beliau temukan di salah satu WC di ITS jam 12 malam?, sepasang muda mudi berada di dalam kamar mandi berdua, apa yang dilakukan, anda semua bisa membanyangkan.

Dr Triwikantoro, Dekan FMIPA ITS 2007-2011 pernah menjumpai ‘’mobil bergoyang’’ di daerah sekitar GOR ITS, demikian pula SKK ITS beberapa kali menemukan kejadian serupa di tempat berbeda, namun masih ITS.

Kawan, memang kampus ini kelihatannya adem ayem tentrem. Tapi, bersiap-siaplah, terbukalah dengan semua informasi, namun tetap kroscek dan saring informasi-informasi yang anda terima. Bertemanlah dengan semua orang, tapi jadikanlah sahabat akrab, sahabat yang mengajak anda untuk lebih baik dan mendekat kepadaNya.
-
Saya akan berbagi pada anda, saya akan menceritakan pengalaman pribadi secara jujur. Sebenarnya, saat ini saya dan  saya sedang membangun sebuah mindset yang mudah diucapkan namun sulit diaplikasikan, tidak takut gagal, bukan menantang kegagalan, bukan, namun mempersiapkan diri jika hasil tak sesuai harapan. Perlu saya sampaikan, disini kita sama-sama berbagi, sama-sama saling mengingatkan dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Semoga Allah swt menuntun dan meridhai kita semua, amin..

Tahun 2008 saya mendaftar PMDK Berbeasiswa ITS (Sekarang bidik misi ITS), namun ditolak. Kemudian mencoba mencari jalan lain supaya bisa kuliah di PTN. Alhamdulillah dapat beasiswa BMU SNMPTN yang terdiri uang pendaftaran SNM PTN dan SPP dua semester jika lulus SNMPTN. Allah swt memang paling tahu yang saya butuhkan, memberikan jalan yang terbaik, walaupun memilih jurusan karena salah mengarsir, Alhamdulillah, Teknik Perkapalan ITS, semoga dapat mengantarkan menjadi sebaik-baiknya umat Muhammad saw, umat yang paling bermanfaat.

Back ground bukan dari anak Rohis (kerohaniaan islam) SMA, bukan juga anak BDI atau perkumpulan-perkumpulan religi. Pacaran sejak SMA sampai akhir semester satu kuliah. Pernah juga  nonton film gak jelas bersama teman temen satu angkatan di asrama ITS, bukan sekali dua kali, tapi sering. Mata juga tidak berkedip dan mulut suit-suit ketika melihat cewek cantik, ya itulah saya waktu itu.

Alhamdulillah, mungkin sekarang tidak jauh beda, namun sedikit berkurang, dan saya bertekat untuk terus dan terus memperbaiki diri, semoga Allah swt meluruskan niat kita, amin.. mungkin ini hidayah Allah swt atau ini malah cobaan, semoga perasaan merasa alim, merasa sudah baik, merasa dan merasa dijauhkan Allah dari diri kita.

-
Mau tidak mau, saat ini, kita semua jauh dari rumah, jauh dari pantauan orang tua. Disinilah kita belajar menemukan diri sendiri. Diawal saya menggambarkan kondisi kampus ini, sekarang pilihan ada di tangan kita, karena hidup memang pilihan. Lingkungan anda berkumpul akan sangat mempengaruhi anda, bahkan lebih mempengaruhi dari dosen anda dikelas.

Kawan, hidayah dari Allah swt itu tidak datang dengan tiba-tiba. Ada perantaranya, sekarang tinggal kita mau atau tidak. Jujur, yang membuat saya berubah, dan saya baru sadar jika perubahan itu berjalan lambat. Ada tiga hal, temen-temen saya satu organisasi, mentoring dan lingkungan tempat tinggal saya.

To the point, carilah lingkungan yang kondusif, yang mendukung anda untuk kuliah dan berpretasi, yang memberikan dukungan ketika  anda di bawah, mengingatkan anda supaya tidak sombong ketika anda berada di atas. Dan yang paling penting, yang mengajak anda dekat dengan Rabb anda.

Ada banyak pesantren mahasiswa- pesantren mahasiswa, kontrakan yang ada pembinaannya atau bahkan kosan yang penghuninya membuat kesepakatn untuk saling mengingtkan.
Hidup ini Cuma sekali, rugi, rugi dan sangat rugi jika kita hanya punya mindset, kuliah, kerja, nikah, punya anak cucu, tua lalu meninggal.

Kenapa tidak mencoba memberi sedikit warna di hidup ini, mumpung masih hidup, kira-kira apa yang bisa kita lakukan supaya Allah swt ridho pada kita.

Terakhir kawan, selamat datang, selamat datang wahai saudaraku.  

Jadi mahasiswa cuma sekali, jadilah yang berarti.

Spesial ditulis buat adik-adikku mahasiswa ITS 2012, semoga Allah swt menjaga, melindungi dan meridhai kita. Amin.                                                                                                                          
Disampekan di depan mahasiswa baru 2012 pada acara SALAM 4 Agustus 2012.

Minggu, 05 Agustus 2012

Buat Adik2ku yang Saya Cintai Karena Allah swt

Bismillah..


temen2, ni saya akan membuka bocoran ke temen2, target saya selama puasa ramadhan tahun ni..

sebelumnya saya beristighfar semoga Allah tidak menjadikan sombong, ini hanya untuk saling mengingtkan, berlomba-lomba dalam kebaikan dan mencari ridhoNya, amin..

ini temen2.. insyaAllah.. semoga Allah meridhai target2 kita dan mimpi2 kita ya temen2, amin...

1. 5X jamaah diawal waktu Sholat wajib per hari.
2. 2x Hatam Al Quran
3. 1x Hatam Al Quran  plus semua terjemahannya.
4. 1X perhari Shodaqoh (materi)
5. 7x per minggu Sholat Dhuha
6. Tarawih full selama bulan ramadhan
7. 4x sholat tahajud per pekan
8. 7 x I'tikaf full, terutama di akhir ramadhan
9. 6x Sholat rowatib per hari
10. 7x per pekan almatsurat
11. 1x Olah raga per pekan
12. Menjadi pemburu kajian dan forum ilmu selama 1 bulan full.

a. Menyelesekan tugas akhir jurusan untuk sidang oktober 2012
b. Menyelesekan Tugas akhir pesma sdm iptek selama ramadhan
c. TOFL 500
d. membaca buku non akademik 2 buku per pekan.
e. Menghabiskan sirah nabawiyah
f. menyelesekan nulis buku untuk K2M dan  artikel lepas
g. Menyelesekan hafalan jus 30, ar rahman dan al mulk

insyaAllah..

temen2, ayo kita jangan takut berniat kebaikan, targetkan dan berusaha lakukan semaksimal yang kita bisa, kemudian bari kita serahkan kepada Allah swt..

Temen2, yakinlan bahwa tidak ada yang sia- sia, termasuk membuat target (berniat) melakukan amal2 dan perbuatan selama ramadhan uni.

Bukanlah Nabi Muhammad SAW berkata,

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah SAW. bersabda, “Sesiapa yang berniat untuk berbuat kebaikan tetapi tidak jadi mengerjakannya, maka akan dituliskan untuknya 1 kebaikan (pahala) yang sempurna, jika dia benar-benar mengerjakannya, maka Allah akan menuliskan untuknya 10 hingga 700 kebaikan, bahkan boleh lebih banyak lagi. Sesiapa yang berniat untuk berbuat kejahatan tetapi tidak jadi mengerjakannya, maka akan dituliskan untuknya 1 kebaikan yang sempurna, jika dia benar-benar mengerjakannya, maka Allah akan menuliskan 1 keburukan (dosa) untuknya.” (HR Bukhari & Muslim)

''Berdoalah kepadaKu, niscaya Aku perkenankan bagimu'' (QS. Al-Ghafir : 60)

semoga barakah, amin..



Kalau di ITS, Jadilah Kader Tarbiyah yang Pendiam



Ya, jika antum kader tarbiyah di ITS, jadilah kader yang pendiam, tidak usah ngomong, jangan jadi kader yang aktiv mengkritisi, jangan jadi kader yang aktiv mengusulkan usul konkrit dan jangan jadi kader yang menentang orang-orang langit.

Jangan lakukan itu semua jika anda tidak ingin di blacklist atau anda dikeluarkan dari lingkaran langitan. Anda akan menjadi orang bawah yang tahu-tahu jadi, walaupun sebenarnya orang-orang langitan itu (sebagian besar) tidak tahu kondisi real, bahkan dalam follow up hasil musyawarahnya sendiripun kadang-kadang hambar, hasil dalam musyawarah pun kadang-kadang seperti berakhir tanpa efek , musyawarah berakhir ya berakhir, gak ada follow up real.

Kalau antum ingin jadi ikut tataran orang langitan supaya mkontribusinya bisa lebih (harapanya), anda harus jadi orang pendiam dan ‘’orang cari aman’’. Orang seperti itulah yang dipilih, mungkin tidak akan banyak protes dan tidak akan banyak Tanya. Kenapa kok begini dan kenapa kok begitu. Akhirnya musyawarah seperti bagi tugas dan transfer saja, bukan diskusi untuk mencari kebenaran yang benar sebagai sarana ijtihad, tidak seperti musyawarah yang sebenarnya dan esendinya hilang. oleh karena itu, tidak kaget jika realitanya selalu bertentangan dengan hasil, karena sudah ada  masalah di proses. (Baca buku fiqh musyawarah)

Sebenarnya saya kurang pas ketika disebut kader tarbiyah, saya adalah kader muslim yang dilahirkan dengan metode tarbiyah, yang bertujuan panjang untuk menegakan sariat islam di bumi ini, saya tidak malu dan menafikan ini semua karena memang itu adanya.

Banyak persoalan di kampus ini yang harus segera diselesakan dan butuh action langsung, bukankah dalam buku-buku tarbiyah kita diajarkan sedikit bicara, namun banyak bekerja. Dan bahkan, dalam teori manajemen organisasi modern, kebanyakan duduk rapat, bahkan ditinggap top leaderpun adalah cirri oraganisasi/ perusahaan tidak sehat. Lalu apakah tidak rapat, tetap rapat tapi secukupnya dan hasil rapat harus bener-benar diusahan terlaksana, istilah kerannhya rapat yang efisien dan efektis. (baca buku manajemen organisasi)

Saya akan mengupas kondisi teori dari buku ustad satria hadi lubis, beliau juga kader islam tarbiyah. Saya akan membandingkan teori dalam buku itu dengan kondisi real di ITS.

Pertama, untuk melakukan kemenangan dakwah yang harus dilakukan adalah memperhatikan tarbiyaz  dzakiyah  (tarbiyah individual), intinya kedekatan kader dengan Allah swt adalah mutlak dan harus jika dakwah ini ingin menang, konskritnya amal yaumiah kader harus terjaga. Mungkin saya tidak sehebat dan masih jauh dari kriteria kader islam tarbiyah. 

Tetapi yang saya sedikit kecewa, beberapa bahkan banyak orang langitan ITS (studi kasus leadernya leader di ITS) yang biasa mengkonsep dan menyetting dakwah di ITS, seperlihat dan sepengamatan saya masih jauh dari syarat. Setelah shubuh sering tidur, puasa senin kamis tidak jalan, sholat jamaah sering mengakhirkan dan bahkan ‘’makna ukhuwah’’ yang dulu mereka agung-agungkan terasa hampa dalam pelaksanaan.

Saya memang tidak sebaik mereka, saya juga sering bangun telat, tidur bada shubuh dan kejelekan lainnya, mungkin saya yang paling banyak dosanya, hanya karena kebaikan Allah lah yang menutupi maksiat saya sehingga orang hanya tahu yang baik2, saya pun juga sangat jauh dari sarat. Tapi yang saya sesalkan, seorang TOP pengonsep saja seperti itu. 

Saya pernah mendengar kisah seorang murabbi yang sukses mentarbiyahi mad’u2 nya, dengan segala keeterbatasan usia yang sudah tua, penyampaiannya  dan komunikasi tidak begitu bagus. Namun, mad’u nya jadi kader yang handal yang menjadi orang murabbi handal setelahnya. 

Ternyata kuncinya ada di kedekatan melalui amal yaumi si murabbi kepada Allah swt.Inilah yang kita perlu evalusi pertama, kedekatan kita ke Allah swt, terutama antum yang berada di lingkaran langit akhi.. sukses tidaknya jalan ini tegantung kedekatan kita ke yang Maha Pemberi Hidayah, karena kita beriman dan di jalan ini adalah karena nikmatNya ke kita..

Kedua, setalah tarbiyah dzakiyah adalah tarbiyah ijtimaiyah yakni tarbiyah komunal melalui pembinaan halaqoh atau mentoring dan wajihah organisasi.. jelas, jika halaqoh atau mentoring tidak jalan atau tidak sehat maka bisa dipastikan amanah di wajihah juga tidaka akan jalan sehat. Lihat kondisi mentoring wajib saja di ITS, sebelum yang metoring lanjutan. Saya tidak akan mengupas banyak pankang lebar yang harus diperharui mentoring di ITS.

Kuncinya utama adalah  dipembinaan mentor dan pemurrnian fikrah mentor. Jangan harap mentoring akan berbuah hasil jika mentornya tidak dibina. Intinya mentor harus wajib mentoring, mentoringnya juga harus sehat. Oleh karena itu, mentornya mentor adalah orang2 yang seharusnya lebih berkomintmen dari mentor itu sendiri.

Cukup 2 poin itu yang saya tekankan karena itu adalah basicnya. Dan kadang-kadang ada hal yang sering kita lupakan padahal kita sering nyebut-nyebut kata ini. Tabayyun, sebalum antum meng black list seseorang, tabayun  terlebih dahulu ke si dia, kenapa ia berbuat seperti itu. Jangan hanya prasangka dan menerima pendapat dari orang lain. Tanpa melakukan kroscek dan diskusi dengan si dia. Rasullullah dalam sirah nabawiyah mengajarkan ini semua. (poin ini merupakan salah satu curhatan teman saya)

Saya tahu resikonya yang saya akan dapat setelah menulis artikel ini, mungkin saya akan tambah di blazk list . biarlah, cukuplah Allah bagiku..

‘’kami tidak mengharapkan sesuatu dari manusia, tidak mengharap benda atau imbalan yang lainnya, tdak juga popularitas, apalagi ucapan terimakasih. Yang kami harap hanyalah pahala dan ridho dari Allah, Dzat yang telah menciptakan kami’’ ( Imam Hasan Al Banna).

Rabu, 01 Agustus 2012

Ini lho Sahabat Rasul

foto dari http://bodingodog.blogspot.com/2012/01/kisah-thallah-bin-ubaidiillah.html#.UBhzPdniLVQ

Behind the science

Ya, diantara 10 sahabat yang dijamin masuk surga, ketika awal saya bingung mau pilih yang mana. Saat  memilih khulafaur rashidin, hmhm… udah biasa, walaupun saya sebenarnya juga tidak terlalu paham benar tentang sirah keempat sahabat agung ini. Nah, saya pingin mencari hal baru saja. Mungkin karena diminta murabbi presentasi, akhirnya  saya (mungkin yang lain juga, hehe), ‘’terpaksa’’ membaca buku atau sekedar browsing di internet mengenai sirah sahabat ini. Simple, kenapa saya memilih Thallah bin Ubadillah, karena namanya mirip dengan adik saya, namanya abdillah alfianto. Walaupun nama bulakangnya saja (nama bapak, tidak masalah).

Selama ini, saya mungkin dakwah dan koar-koar menganai kebaikan di kampus, namun saya belum berhasil mendakwahi adik saya ini. Saya berdoa, Allah swt memberikan hidayat kepada  saya, adik saya ini, keluarga dan kita semua.  Ya siapa tahu, berkat namanya sama dengan Thallah, Allah swt menjadikan adik saya mirip dengan Thallah. Amin..
‘’Mayat Shahid Berjalan’’ atau ‘’Orang syahid yang hidup’’

Syahid yang hidup, itulah gelar Thallah bin Ubaidillah. Atas kehendak Allah swt, ialah sebenarnya tokoh utama pemilik keberkahan perang Uhud. Bahkan setelah perang Uhud selesai, sahabat Abu Bakar  mengatakan ‘’ Hari itu milik Thalah seluruhnya’’. Kok bisa?
Iya, ketika perang Uhud kita semuanya tahu bahwa kaum muslim mengalami kekalahan, dan Bahkan Rasulullah saw diisukan meninggal. Sobat, anda tahu siapa sahabat yang melindungi Rasulullah saw  dalam suasana tidak karuan dan mencekam ketika itu. Ya, Dialah Thallah bin Ubaidillah, bagaimana ceritanya?

Saat kondisi tidak terkontrol lagi, Rasul dengan lima shahabat berlari mendaki gunung, kaum musrikin mengikuti karena hendak membunuhnya. Kemudian Rasulullah bersabda, ‘’Barang siapa yang dapat memalingkan mereka dari kita, ia akan menjadi temanku di surga?’’. Thallah pun berkata ‘’Aku, wahai Rasulullah’’. Tetapi rasulullah menjawab, ‘’Tidak, tetaplah ditempatku’’

Kemudian shahabat anshar menawarkan diri, bergiliran mereka menghalau kaum musryikin dan semuanya syahid. Sebenarnya thallah selalu menawarkan diri setika satu persatu sahabat syahid, namun Rasulullah selalu tidak mengizinkan. Akhirnya, setelah semua syahid, Rasulullah berkata kepada Thallah, ‘’Sekarang kamu’’.

Ketika itu, kondisi Rasulullah sangat lemah,  gigi Rasulullah patah, dahi dan kedua bibir beliau terluka, darah mengalir pada wajah dan tubuh belaiau. Thallahpun menyerang kaum musyrikin, ia melakukan hal itu untuk menghalangi mereka  membunuh Rasulullah. Sampai shahabat yang lain datang.

Kemudian ketika shahabat yang lain datang, ketika itu Abu bakar menghampiri Rasulullah, Rasul berkata ‘’Tinggalkan aku dan temui sahabat kalian (Thallah)’’, mereka menemukan Thallah dalam kondisi mengenaskan, darah keluar dari sekitar 70 luka sayatan pedang, tusukan tombak, dan tancapan panah yang ada di tubuhnya. 

Bahkan, pergelangan tanganya pun terpotong dan masuk ke dalam lubang. Kemudian rasulullah Bersabda, ‘’Barangsiapa yang senang melihat seorang yang berjalan di bumi dan meninggal, maka lihatlah Thallah’’.

Inilah kenapa sebabnya saya memberi judul Mayat shahid berjalan, bayangkan kawan. Ketika puluhan tusukan tombak, sayatan pedang dan tancapan panah mengenai tubuhnya, ia masih dapat melindungi Rasulullah. Masih dapat melawan puluhan kaum musrikan yang hendak membunuh Rasulullah, seorang diri saja.
Gelar lainnya

Tidak hanya itu, Thallah juga memiliki gelar ‘’Thallah yang baik’’ dan ‘’Thallah yang dermawan’’. Ingat kisah mengenai seorang yang mendapat rizki kekayaan 700ribu dirham yang tidak bisa tenang ketika hendak tidur dan ketika paginya semua diberikan kepada orang fakir anshar dan muhajirin, atau kisah tentang shahabat yang ikhlas tidak mengambil untung sama sekali demi saudaranya, ketika menjual tanah hasil dari belian Ustman bin affan. ‘’Aku memiliki sebidang tanah dengan harga 300 ribu yang saya beli dari Ustman bin affan, jika kau menginginkan ambillah, jika aku mau jual kepadamu 30 ribu, aku berikan kepadamu’’, ya. Itulah kata-kata Thallah bin Ubaydillah.

Siapa dia dan Bagaimana ia masuk islam?

Thallah bin Ubaidillah merupakan salah satu dari 8 orang pertama yang masuk islam, dimana ketika itu, satu orang bernilai 1000 orang. Ia mendapat hidayah melalui tangan Abu bakar As Shidiq, yang merupakan orang keempat yang masuk islam dari tangan Abu Bakar. Bagaimana ceritanya?

Suatu saat, Thallah memimpin kabilah dagang dari Makkah ke Syam, suatu ketika ia dan kabilahnyasinggah sebentar di Bushra. Ketia ia berada di pasar, datanglah seorang pastur sambil yang mencari cari orang Makkah, ‘’Adakah orang Makkah, adakah orang Makkah?’’. Mendengarnya, Thallah langsung menuju ke pastur tersebut. ‘’Iya, saya orang Makkah’’.
Pastur itu bertanya, ‘’Apakah diantara kalian orang yang bernama Ahmad?,’’ . 

Thallah menjawab, ‘’Siapa Ahmad?’’. Pastur menjelaskan bahwa ia adalah anak Abdullah dan cucu Abdul Munthalib. Ia adalah seorang nabi, seharusnya ia sekarang tampak disana. Pastur itu melanjutkan, segeralah temui ia dan jadilah orang pertama, ‘’ jangan sampai engkau didahukui orang lain’’.

Tanpa banyak komentar, seolah mendapat hidayah ia langsung menuju untanya, meninggalkan kabilahnya dan langsung menuju ke Makkah. Setibanya di Makkah, ia menanyakan selama ia pergi berdagang, apa yang terjadi. Saudaranya menjelaskan ada seorang yang mengaku Nabi dan Abu bakar menjadi pengikutnya.

Secepat kilat ia menemui Abu Bakar, setelah kekemu Abu Bakar ia diantar ke nabi Muhammad dan bershadat di depan Nabi Muhammad. Subhanallah

Taruhannya?

Bahkan, dengan tega Ibunya pun menyiksanya. Diarak berkeliling Kabbah dan Makkah,  tanganya diikat dileher, dipukuli dari belakang dan dicaci maki
Lalu, bagaimana dengan Kita? Semoga Allah swt selalu memeberikan kita Hidayat, dan selalu meruskan niat kepada kita, hanya untuk mencari ridhoNya, amin..


Disampekan ketika mentoring 30 Juli 2012, special di tulis untuk saudara 1 liqo bersama Dr. Ust Yoyok.

Mentoring Wajib Bukan Rutinitas !!!

Kemarin, saya dan beberapa teman sempat berdiskusi dengan generasi assabiqul awwalun dakwah kampus ITS ini. Ya, walaupun dakwah kampus ini mengalami perkembangan yang sangat pesat saat ini, tapi ini adalah buah dari perjuangan dakwah generasi jauh sebelum sekarang. Intinya, jangan terlela, tempatkan sesuatu pada tempatnya, main set bersama, libatkan mereka atau transfer dengan baik.

Pada tulisan ini, Cuma poin satau yang coba saya uraian. Jika kita ingin menyelamatkan dakwah kampus mendatang, dakwah kampus 10, 20 sampai 30 tahun mendatang. Karena, jika kita ingin melihat suatu kaum 30 mendatang lihatlah pemudanya saat ini (filsofof). Memang, semua sudah kehendak Allah swt, namun kita mempunyai kewajiban berikhtiyar, termasuk untuk dakwah kampus ini. Berikhtiyar.
 
Jargon ITS sekaligus Doa, salah satu solusi mencapainya insyaAllah dengan mentoring.

Jangan terlena, ya, karena kita tidak perlu susah-susah memeras keringat mencari, mengambil mente untuk di mentoringi, karena kita tidak perlu bersembunyi hanya sekedar menjalankan pertemuan mingguan, karena kita tidak perlu kesulitan dana untuk mengadakan acara pembinaan ataupun tidak perlu perang urat saraf dengan birokrasi untuk melegalkan mentoring, atau  bahkan kita juga tidak perlu mepertaruhkan kuliah kita ketika terbayang-bayang DO di depan mata, ketika ketahuan melakukan pertemuan yang lebih dari 3 orang. Tidak perlu semua itu.

Namun, memang benar hadist tentang nikmat yang melenakan, ya nikmat itulah yang sedang kita rasakan, namun saya yakin para ADK, terutama mentor, tidak akan jadi seperti monyet yang jatuh dari pohon karena angin sepoi-sepoi. Yang ingin kami teriakkan dengan kencang supaya bisa masuk kedalam ubun-ubun dan hati kita yang terdalam, MENTORING WAJIB ITU BUKAN RUTINITAS REK.

Saya tantang anda para mentor, terutama mentor mentoring wajib, bangkitlah sekarang, Kami tantang anda semua, jika anda memang mentor sungguhan. Cukup dengan tiga tantangan, dan kami rasa ini cemen buat mahasiswa ITS, mahasiswa mahasiswi pejuang.
Pertama, Saya tantang anda, ditengah kesibukan anda kuliah, praktikum, ngelap dan sebangsanya. Ditengah aktivitas anda di organisasi, ditengan anda mengumpulkan pundi-pundi rupiah, saya tantang anda !!!

Jangan bilang diri anda ikhwan jika anda tidak punya binaan,
jangan bilang anda akhwat jika anda tidak punya binaan,
jangan bilang anda mahasiswa prestasi jika anda tidak punya binaan,
jangan bilang anda aktivis jika anda tidak punya binaan
dan jangan bilang ANDA MAHASISWA SEJATI jika anda tidak punya binaan.
Kedua

Saya menantang anda, para mentor, jika anda memang bener mentor sejati. Jika anda tidak berhenti hanya di metoring wajib, artinya, mentoring yang anda pegang bisa tetap berjalan setelah mentoring wajib, minimallah gak banyak-banyak, satu semester ja setelah mentoring wajib, bisa mentoring lanjutan dengan anda. Hmhm, jika anda dapat melakukan itu. Andalah orang pertama yang membuktikan bahwa, mentoring wajib memang bukan rutinitas, andalah !.

Ketiga,

Barang siapa para mentor, selama mengisi mentoring masih ikut mentoring lanjutan (anda menjadi mente), baru anda bisa disebut mentor unggulan dan teladan. Karena ketika anda mengajak mentoring adik-adik, dan anda juga masih ikut mentoring dengan senior atau dosen anda, yah andalah bener-bener teladan, karena omongan anda dan tindakan sesuai.
Ingat kawan, jangan sampai ini menjadi alasan kita tidak ikut terlibat. Kita tak harus kaya untuk shadaqoh, tak harus nunggu bener-bener pintar untuk mengajar dan tak harus nunggu banyak ilmu untuk berbagi.

Bagi seorang mahasiswa sejati, yang bener-bener sejati tantangan ini mudah, karena Allah swt akan memudahkan jalan semua niat baik, insyaAllah. Luruskan niat dan jangan jadi mahasiswa pada umumnya, jadilah pembeda, walaupun dengan satu warna.

‘’Siapa yang berniat untuk berbuat kebaikan tetapi tidak jadi mengerjakannya, maka akan dituliskan untuknya 1 kebaikan (pahala) yang sempurna, jika dia benar-benar mengerjakannya, maka Allah akan menuliskan untuknya 10 hingga 700 kebaikan, bahkan boleh lebih banyak lagi. Sesiapa yang berniat untuk berbuat kejahatan tetapi tidak jadi mengerjakannya, maka akan dituliskan untuknya 1 kebaikan yang sempurna, jika dia benar-benar mengerjakannya, maka Allah akan menuliskan 1 keburukan (dosa) untuknya.” (HR Bukhari & Muslim)

Kawan.. untuk pertama, niatkan dulu saja , tidak akan rugi, yakinlah.

NB: Sengaja saya tulis jauh hari sebelum mentoring wajib dimulai, supaya kita bisa memohon ampun untuk semua dosa kita, memohon hidayat kepada Allah swt supaya Allah swt memberikan hidayat kepada kita dan supaya kita benar-benar siap menjadi pemuda muslim yang bener-bener muslim. Amin..

Semoga Allah swt meluruskan niat kita,..

Katakan,

http://zeromind165.blogspot.com/2011/06/siapakah-tuhan-mu.html

Mencoba Membayangkan Dakwah Kampus Setelah ini



Kalau di ITS, ketika menyebut dakwah kampus, bayangan yang tergambar pertama kali adalah JMMI. Ya, memang tidak salah, seperti itulah kondisi sejauh ini di ITS. Selama ini yang kelihatan ya memang JMMI. Walaupun seharusnya ada empat sekmen yang seharusnya sama-sama bergerak massif. Saya akan mencoba menelisik beberapa kekurangan, ya saya ambil poin kekurangnya saja karena ini yang urgent diperbaiki. Sebenarnya banyak pencapaian-pencapaian, namun semoga kita tidak terlenakan.

Mentoring, terutama mentoring lanjutan seharusnya jalan baik. Bagaimana mentoring wajib mau jalan kalau mentoring lanjutan tidak jalan, para mentor tidak akan punya ruh mentor atau pendidik jika mereka tidak mentoring. Pengawasan amal yaumiah mentor juga akan kacau jika para mentor tidak mentoring. Bagaimna kita bisa mengajak dekat kepada Allas swt, jika kita sendiri para mentor tidak dekat   dengna Allah swt. Ya, PR pertama kita adalah ini, mentoring lanjutan.

Seharusnya, kedepan tidak terlalu mengantungkan dosen, dosen cukup sebagai backingan yang bener-bener backing, muncul ketika semua solusi buntu. Biar kita sedikit mandiri. Masalah mentoring butuh segara diselesaikan. Saya tidak tahu pasti apa penyababnya, perlu dilakukan kajian yang bukan sekedar kajian untuk mengetahui kenapa dari 3000an peserta mente, yang bener-bener bisa aktiv menjadi kader pada tahun kedua hanya 100an, itupun terlalu banyak menurut saya. Kalau diklasifikasikan yang kader unguul mungkin 60an sudah Alhamdulillah.

Data memang menunjukan lebih, pengurus JMMI saja, tahun 2011/2012 ada sekitar 226 orang, belum pengurus LDJnya dan kader yang ada di BEM, HMJ dan lainnya. Pengalaman saya di JMMI, dari 226 pengurus tersebut, yang aktiv terjun kelapangan dan rutin halaqoh mingguan sekitar 50an termasuk PH. Ya , paling banter 70an.

Memang kalau dibandingkan ITATS, Hang tuah dan universitas-universitas di Surabaya kita masih harus bersyukur. Namun jika dibandingkan dengan UGM,UI, ITB, apalagi IPB. Hmhm… kita harus banyak beristigfar. Ya, dari semua masalah yang ada, yang saya tekankan untuk masalah ini dan menjadi basic dari semua masalah, adalah pembinaan (mentoring) kader dan amal yaumi kader. Ketika ada masalah apapun, maka yang harus di cek pertama kali adalah dua hal ini. Bukan hanya untuk mahasiswanya, tapi juga semuanya. Alumni yang masih berkecimpung di dakwah kampus, maaf, termasuk juga bapak-bapak kita yang membina kita. Saling mengingtkan, dengan cara ahsan dan yang santun.

Siyasi, Dipertahankan?
Kenapa ketika menyebut dakwah Cuma tergambar JMMI, karena BEM dan yang lainnya belum menunjukan aktivitas dakwah itu (secara kasat mata). Padahal sudah lebih dari 10 tahun.

Bukannya saya orang yang anti politik, bukan. Politik adalah bagian dari dakwah. Dan itu sangat penting, kebijakan-kebijakan ada di tangan politikus, dan itu harus kita warnai dan kalau bisa kita yang pegang. Namun, saya sedikit mengkritisi untuk di ITS dan untuk kalangan mahasiswa (BEM, HIMA, yudikatif, legistatif, UKM dsb). Selama ini kurang memberikan efek yang signifikan, kita sudah memegang lebih 10 tahun siyasi, namun efeknya kurang terlihat nyata, atau mungkin saya yang kurang peka. Mungkin muncul pertanyaan, lho kalau mau lihat efeknya, kamu akan tahu ketika kita tidak memegang siyasi. Iya bisaa juga menjadi pertimbangan, namun saya kira tidak akan signifikan.

Selama ini, efek buruk yang timbul dari siyasi (terutama efek pemira dan sebagainya) membuat objek dakwah semakin jauh  dengan kita. Saya menyebut temen-temen kantin adalah objek dakwah kita, temen-temen biru juga objek dakwah kita, temen-temen HMI dan ormek lainnya juga target yang seharusnya  kena sentuhan indah dakwah ini. Namun, selama ni yang terjadi sebaliknya, mereka malah memusuhi dan terus menyerang kita. Apa ada yang salah dengan metode yang kita terapkan di ITS, terutama mahasisawa?

Ya, mungkin kita bisa beralasan. Dari dulu islam ya memang banyak yang memusuhi, beginilah islam. Tetapi, apakah tidak bisa kita meniru rasul dan sahabat, minimal tabiin, Hasan Al banana yang eranya tidak jauh dari kita bisa,  yang menjadikan kawan menjadi lawan, seperti menjadikan seorang Khalid yang sangat benci kepada islam menjadi pembela islam, hmhm.. harus ada yang dievalusi. Dicari masalah utama, dicarikan solusi dan semua harus turun.

Saya pernah tersebesit ide sedikit konyol dan pasti banyak pertentangan. Bagaimana satu tahun kepengurusan siyasi (BEM) kita lepas (jujur, sebenarnya kalau melihat dinamika kampus, saya ragu tahun ini masih bisa memegang) ? Kita lihat perbedaannya. Apakah kita akan sama saja, terpojokan dan terhimpit akan terhalang- halangi atau bahkan kita malah akan semakin baik dengan adanya situasi seperti itu.

Kadang-kadang kita harus melepaskan zona nyaman untuk  menyelesekan masalah yang ada. Kenapa generasi assabiqul awwalun dahwah di ITS sangat tangguh-tangguh, karena mereka kreatif, tahan banting, dan punya semangat juang yang tinggi. Kenapa mereka punya sifat seperti itu, karena mereka dulu terkekang ,terisolasi, terjepit bahkan kepepet. Kadang-kadang kita harus mundur sesaat untuk lari cepat setelahnya. Seperti seorang supir yang mengendari mobil ditanjakan, mereka akan mengurangi gigi dengan menginjak kopling, mobilpun mudur sedikut, namun setelah itu ia dapat berlali lebih kencang dan punya kekuatan.

Selain itu, selama ini yang saya  juga mengamati temen-temen2 siyasi juga jarang mengikuti pembinaan-pembinaan seperti mabit, tasqif dan sebagainya. Jangankan temen2 siyasi, temen-temen JMMI dan LDJ pun juga sulit. Inilah PR kita bersama.

Untuk dua lini lagi, saya kira yang satu sudah terinclude di JMMI di pembahasan dia atas dan yang satunya lagi, kita tahu semua. Perkembangan dari dulu sampai sekarang belum berubah, padahal lini inilah yang menjadi pembeda dakwah kampus kita yang notabennye teknologi dengan kampus laiinya. Namun lini ini memang belum tergarap secara maksimal. Ya, bisa dimaklumi, walaupun sebenarnya lini inilah yang bisa menjadikan icon kita di nasional,lini ilmi.

Oya, jika diijinkan. Saya hendak menyoroti sedikit mengenai syitem kita di ITS. Wallhualam, apakah saya yang kurang tahu ataukah cuma pradugaan saya saja. selama ini, setahu saya. Seteleh saya mengamati, saya sedikit menyimpulkan. sistem pemilihan SDM untuk pos-pos saya kurang  sehat, ya ,selama ini yang menjadi parameter utama setahu saya, selain ruhyah dan mentoringnya sehat adalah yang ‘’seharokah’’ dan orang-orang yang kira-kira tidak terlalu bersuara atau sering protes, atau bahasa kasarnya, ‘’bukan pembangkang’’. 

Akhirnya karena memaksakan seperti ini, banyak pos-pos yang ditempati oleh orang yang bukah ahlinya. Padahal kita tahu semua, hadist yang menyebutkan jika kewenangan tidak dipegang yang bukan ahlinya, apa akibatnya. Seharusnya, ada kebijakan kadang-kadang parameter ini lebih dibutuhkan dari paramater satunya, dan saya kira seharusnya bisa fleksibel jika bukan mengedepankan sudut panjang subjektif. Tetapi, saya kira orang-orang atas lebih bijak dan lebih luas pertimbanganya, wallhualam. Kalau benar seperti itu, mungkin saya saja yang kurang pandai berkomunikasi.

Semoga bisikan setan tidak mengalahkan kita. Jujur untuk yang poin ini saya berusaha menjelaskan tanpa menyebutkan identitas atau merk, mungkin pembahasannya kurang bisa pahami, saya berdoa semoga Allah swt membimbing kita.

Setelah Lulus?

Rencana saya setelah ini, Tidak berbeda dengan life plan awal saya. Saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir, saya usahakan bisa ikut sidang akhir pada mid semester ganjil 2012-2012, jadi setelah itu saya bisa focus S2 dan mempersiapkan tesis. Saya akan berusaha dengan ijin Allah swt, TA selesai akhir September 2012, kemudian ikut mid pada oktober dan wisuda S1 pada maret 2013.

Tesis S2 saya ambil semester 3 atau semester genab 2012-2013, saya susun proposal sebelum liburan ganjil dan saya selesekan Juli 2013. Jika Allah menghendaki dan saya akan berusaha keras, wisuda S2 pada September 2013. Sambil jalan menjalani S2 untuk tesis dan sisa mata kuliah, saya akan berusaha memperbaiki TOEFL sampai minimal 550 dan memcari kampus untuk S3 di Jerman. (Semoga Fast Track saya bisa bertahan, saya percaya ini semua rencana Allah swt untuk saya).

Sambil saya mengerjakan Tesis, saya akan mengajukan beasiswa dan kampus untuk S3, saya akan buat proposal research, calling professor yang bisa dihubungi dan mencari jaringan untuk kesana. Saya akan menempuh S3 saya di Jerman selama 3 tahun, selama disana saya ingin menabung untuk persiapan awal hidup ketika pulang di Indonesia. Pada tahun 2016 saya sudah lulus dan akan kembali ke Indonesia. Menjadi dosen ITS dan PNS pada tahun 2018, dan menjadi dosen muda ITS.

Artinya, insyaAllah ADKP, wallahualam..
Semoga Allah swt meridhai, memberikan hidayah, memberikan keistiqomahan di jalan dakwah dan Allah swt selalu membimbing kita, amin.. amin amin…

Ditulis untuk menuhi tugas mentoring 29 Juli 2012
                                     

Beginilah Mentoring dengan Adik-Adik

Bersama Adik Mentoring Pena Bangsa

Mentoring Pena Bangsa? Ya, program ini merukan salah satu bentuk penyaluran dana dari donatur YDSF. Mentoring menurut artinya adalah lingkaran. Sesuai artinya mentoring pena bangsa adalah membuat lingkaran-lingkaran kecil untuk mengaji bersama, transfer ilmu dari kakak pembina, konsultasi antara adik binaan serta kadang-kadang juga curhat adik-adik ke kakak pembina.

Biasanya dalam satu kelompok mentoring terdapat lima sampai sepuluh adik yang dibina. Mereka adalah putra dari keluarga kurang mampu di daerah Surabaya. Sebagai contoh, kelompok mentoring saya yang berada di daerah Klampis Ngasem. Dari enam adik binaan yang saya pegang, rata-rata pekerjaan orang tua mereka adalah buruh toko, tukang cuci, supir dan bahkan ada yang serabutan, kadang kerja , kadang tidak.

Saya pernah beberapa kali berkunjung ke rumah adik-adik. Kondisi rumah mereka sebenarnya juga tidak layah ditempati. Sebut saja keluarga si-A, dengan ibu sebagai tukang cuci dan ayah buruh toko dan harus menghidupi 4 orang anak, anak yang tertua adalah adik binaan saya, saat ini kelas 3 SMP. Umurnya 15an tahun. Mereka menempati rumah ukuran 2 meter kali 5 meter, dibagi menjadi 3 ruang. 1 kamar tidur utama yang juga ruang serga guna, 1 kamar tidur dan sisanya dipakai untuk memasak, tempat kandang ayam dan sebagainya.

Akhirnya kondisi  demikian membuat si-A harus nyambi jadi loper Koran. Ketika saya Tanya, ‘’Apa cita-cita sampeyan dik?’’. Dengan tanpa rasa takut ia menjawab. ‘’Saya pingin jadi pemain sepak bola mas’’. Saya tersenyum, ada perasaan bangga. Bangga karena sosok seperti inilah yang nantinya menggantikan generasi saat ini. Sosok yang penuh percaya diri, ditengah semua keterbatasanya.

Saya juga tanya ke adik binaan yang lainnya. Namanya Abdul Fattah, ketika saya Tanya. “Kalau Fattah, suatu saat nanti mau jadi apa?’’. Dengan percaya diri ia menjawab, ‘’Saya pingin jadi guru kak. Kemudian saya Tanya lagi, ‘’Guru apa dik?’’. Ia menjawab, ‘’Pokoknya guru kak, gak papa SD, SMP atau SMA, pokoknya guru’’. Saya penasaran, lalu saya tanya, kenapa kok guru, bukan yang lain. Ia menjawab, ‘’Saya pingin semua anak Indonesia jadi orang pinter. Selain itu saya juga ingin ngebahagiain orang tua.’’ Saya hanya diam, manggu-manggut sambil tersenyum.

Beda dengan Haris, siswa kelas 1 SMK 10 ini ketika saya tanya mau jadi apa. Ia menjawab, ‘’Ingin jadi pengusaha yang sukses kak’’. Kemudian saya tanya lagi, ‘’pengusaha apa dik?’’. Ia menjawab, ‘’ Pokoke pengusaha mas,’’. Kembali saya tersenyum.

Kadang-Kadand Curhat
Mentoring kita lakukan setiap hari  minggu, pukul 15.30 samapai 17.00, di mushola Husnul yaqin, Klampis Ngasem gang tembusan. Seperti biasa, setelah anggota mentoring terkumpul. Mentoring dimulai dengan tilawah atau belajar membaca iqra bagi yang belum bisa membaca Al Quran. Kemudian dilanjutkan dengan infaq rutin untuk dimasukan ke dalam kas mentoring, uang ini yang nantinya biasa kita gunakan untuk makan barang atau kadang-kadang menjenguk saudara kelompok yang sakit. Sebenarnya, saya mau menanamkan sikab dermawan kepada mereka, saya yakin dan saya yakinkan ke mereka bahwa, tidak harus nunggu kaya untuk berinfaq.

Kemudian dilanjutkan tausiah dari adik-adik, dan ini dilaakukan bergiliran setiap minggu. Dulu ketika awal mentoring, ketika diminta untuk memberi tausiah atau diminta cerita sembarang yang ada kesan dan hikmahnya, luar biasa, semua rebutan tidak mau. Alhamdulillah, setelah hampir satu tahun melakukan mentoring, sekarang mereka sudah mau menampilkan diri, tausiah atau cerita bergiliran dapat berjalan.

Setelah itu biasanya pemberian materi, kadang-kadanng saya gunakan video, cerita dan gambar-gambar. Dari sinilah kemudian kita berdiskusi panjang lebar. Tidak hanya itu, kadang-kadang ada adik yang curhat, tanya masalah akademik sekolah dan menanyakan pertimbangan. Seperti menanyakan kira-kira masuk SMA atau SMK, enaknya masuk ekstra kurukuler apa dan juga ada yang curhat masalah teman cewek di sekolah.

Kadang-kadang, kita juga mentoring di warung dan rumah adik binaan. Beberapa kali kita mentoring di tempat makan, setelah makan kita diskusi atau sekedar jalan-jalan atau makan-makan sambil bercerita. Dan pernah sekali kelompok kita mentoring di rumah salah satu anak didik, Alhamdulillah. Tanggapan keluarganya begitu positif.

Ramadhan kali inipun kita sepakat membuat target amalan harian seperti sholat lima waktu tidak bolong, tilawah satu lembar per hari, melakukan tadarus bersama, dan yang paling membuat mereka semangat, berburu takjil di Masjid. Iya, mungkin ini kecil bagi kita. Tapi, ini adalah pencapaian terbesar saya selama menjadi pendamping mentoring pena bangsa. Terimkasih YDSF yang telah memberikan kesempatan.

Semoga Allah swt meridhai kita semua, amin.



 Saya, Erik Sugianto

artikel ini juga berada di, http://www.ydsf.org/komunitas/menjadi-pendamping-mentoring-kesempatan-besar