Sabtu, 29 Februari 2020

Kisah

Ada sebuah kisah, kisah nyata yang ditulis Salim A Fillah dalam bukunya yang berjudul, Menyimak Kicau Merajut Makna.

Ada seorang gadis aktivis dan ia juga mahasiswa berprestasi, ilmu agamanya mumpuni apalagi ilmu dunia, bisa jadi mahasiswi ini dambaan mahasiswa disana.

Di semester akhir kuliah ia dilamar seorang lelaki, sama, aktivis juga dan menjadi puncak pimpinan organisasi mahasiswa, sudah mempunyai usaha yang katanya bisa membantu rekan-rekannya bebas finansial. Keluarganya juga dari orang terpandang dan kaya.

Awalnya si gadis enggan, karena ia dari keluarga sederhana. Namun, karena yang melamar dianggap orang yang beragama, maka keluarganya pun tak sanggup menolak.

H-7 hari, gadis dan pria itu janjian untuk melihat calon rumah, tempat yang akan mereka tinggali setelah nikah nanti. Rencananya si pria akan mengajak ibu dan adik perempuannya. Namun, sebelum berangkat kakek si pria kena serangan jantung, walhasil si pria datang ke kontrakan si gadis sendirian dengan menggunakan mobil.

‘’Besok saya harus ke luar kota beberapa hari, mungkinkan mengajak temanmu untuk menemani,’’ pinta si pria ke wanita setelah tiba di depan kontrakan si gadis. Memang si gadis ini tinggal bersama teman-teman perempuannya di rumah kontrakan, layaknya mahasiswa kebanyakan.

Ia meminta mengajak temannya supaya menghindari berduaan dengan si gadis. Namun qodarullah, ditengah jalan, temannya itu ditelpon bahwa ada kondisi darurat. Dengan terpaksa, mereka mengizinkan temannya turun di tengah jalan. Mereka tinggal berdua di mobil. ‘’Saya sudah berusaha menjaga pandangan, saya di baris belakang dan si pria di depan menyetir mobil’’, ungkap si gadis.

Singkat cerita, ketika sedang melihat-lihat rumah. Si gadis ke kamar mandi untuk melakukan keperluannya. Muncullah kecoa, si gadis berteriak kaget. Kemudian terjadilah apa yang seharusnya tidak terjadi.

Dalam perjalanan pulang, si gadis duduk di pojok mobil menangis tersedu menyesali apa yang barusan mereka lakukan, ia merasa hina dan kotor. Si pria, sambil menyetir juga demikian, perasaan tak karuan, ia galau dan sangat merasa bersalah. Mereka marah, kenapa ibu dan adiknya tidak jadi menemani, mereka marah, kenapa mengizinkan temannya turun di tengah jalan, mereka marah pada kecoa itu, mereka marah pada dirinya sendiri.

Qodarullah, mobil tersebut mengalami kecelakaan menabrak truk kayu di sebuah tikungan.
Setelah 4 bulan koma, si gadis sadar, dan terkejutnya, ia dalam kondisi hamil. ‘’Perzinaan terdosa itu membuahkan karunia,’’ ungkap si gadis. Ya, bayi kecil perempuan itu adalah karunia. Namun yang membuat terkejut lagi, si pria wafat ketika kecelakaan tersebut.

Keluarga si pria tidak mengakui bahwa bayi itu adalah cucunya. ‘’Gimana kami percaya itu cucu kami, bukan dari lelaki lain. Boleh jadi, anak kami meninggal karena kaget mendengar bahwa kau telah hamil duluan,’’ ungkap keluarga si pria ke gadis itu.

Kini keluarga si gadis, merawat buah karunia itu. ‘’Doakan saya ustadz,’’ ucap gadis itu ke Salim A Fillah. ‘’ Semoga sesal dan taubat ini tak menghalangi saya dari mencintai anak itu sepenuh hati,’’ terusnya.

Sejarah

Nabi Adam as juga pernah melakukan dosa, melanggar larangan Allah swt untuk tidak memakan buah khuldi, sehingga ia diturunkan dari surga ke bumi. Namun kemudian beliau bertobat, dan Allah swt menerima taubatnya.

Nabi Yunus juga demikian, ia putus asa menyeru ke kaumnya. Hukumannya, ia ditelan hiu sampai semua kulitnya mangelupas dan dalam kondisi yang hampir meninggal. Namun kemudian Allah swt menerima taubatnya dan umatnya mengikutinya untuk menyembah Allah.

Juga halnya Nabi Musa, ia khilaf membunuh manusia, namun dengan galau dan taubatnya, Allah swt mengampuni dan menolongnya.

Apalagi kita? Setiap saat melakukan dosa. Masih pantaskan menghujat orang yang sedang khilaf atau terkena ‘’musibah’’? wallahua’alam.


Kamis, 20 Februari 2020

Memakai Masker Belum Tentu Aman dari Corona, Malah Bisa Bahaya

Tadi malam saya ikut kuliah online, temanya tentang Corona. Pembicara seorang dokter lulusan UI, namanya dr Wira. Saya ketemu beliau pertama kali tahun lalu, saat ada acara bersama di Kanazawa dan Tokyo. Orangnya baik, walaupun sibuk, beliau rela menemani Kami keliling Tokyo sampai malam. Saya juga baru tahu, kalau nama lengkap beliau adalah Wira Winardi, mungkin kalau disingkat jadi D3U, dokter double double U. 

Penjelasnnya enak, dr Wira banyak memberikan perumpamaan sederhana supaya kami paham. Intinya, untuk  pencegahan utama bagi kita yg sehat atau belum terindikasi adanya virus corona, adalah yang pertama, sering cuci tangan menggunakan sabun, atau jika tidak ada pakai hand sanitizer, kedua tidak sering atau malah jangan biasakan mengusap wajah dengan tangan.

Dokter asal Aceh ini menjelaskan detail kecenderungan manusia mengusap wajahnnya, berapa persen mengusab mata, hidung, pipi, mulut selama sekian waktu tertentu beliau jelaskan, sayang saya tidak mencatatnya.

Karena virus ini masuk ke tubuh kita melalui alat pernafasan atas, hidung dan mulut. Namun juga ada info riset yang mengatakan dapat juga melalui mata.

Kenapa cuci tangan, nah virus ini biasanya menempel di tangan kita, tangan kita ngusap-ngusap muka entah hidup, mulut, atau mata. Lewat situ virus masuk ke tubuh kita dan masuk paru-paru.

Dr Wira saat ini sedang mengambil pendidikan S3 di Juntendo University Tokyo Jepang, ia mengatakan bahwa virus ini hanya bisa berkembang di paru-paru. Kalau tidak salah, virus itu mempunyai kaki untuk menempel dan memperbanyak diri, tempat yang cocok bagi virus ini untuk kakinya menempel hanya di paru-paru. Oleh karena itu, yang menjadi gejala adalah yang berhubungan dengan pernafasan.

Lalu bagaimana dengan memakai masker, masker wajib bagi yang menderita. Supaya apa, ketika ia batuk, bersih, pilek. Cairan yang keluar bareng itu tidak kemana-mana, karena cairan itulah jalan virus keluar dari tubuh penderita dan kemudian menyebar. Di cairan itu ada virus coronanya.

Virus ini kalau di suhu dingin dan kering seperti di sub tropis kayak Jepang, China, Korea, Taiwan dan sekitarnya bisa bertahan sampai 5 hari setelah keluar dari tubuh penderita. Misal penderita bersin, kemudian cairan yang keluar ketika bersin menempel di pegangan-pegangan, meja, besi, kayu dan lain-lain. Kemudian kita menyentuk meja itu, di tangan kita nempel si virus, kemudian kita megang mulut dan hidung, ya wassalam.

Dr wira sebenarnya menjelaskan nama virus ini, karena ada banyak virus corona dan yang ini beda dengan virus corana sebelumnya, belum pernah ditemukan sebelumnya. Sehingga vaksinnya juga belum ada. Kata beliau, vaksin yang sedang dibuat sudah berhasil diujikan pada hewan uji, sekarang sedang diujikan ke manausia. Namun karena saya juga tidak tahu corona yang lain, saya anggap kata ‘’corona’’ itu ya virus yang saat ini terjadi. Supaya simple, terutama bagi orang awam istilah virus seperti saya.

Ada teman yang tanya, kan di China sudah banyak yang dinyatakan sembuh. Kenapa tidak dibuat vaksin dari yang seembuh itu. Dokter Wira mengungkapkan, vaksin yang dibuat dari imun seseorang tidak bisa digunakan ke orang lain, karena memiliki stuktur DNA atau RNA yang beda. Sehingga jika ingin membuat vaksin ya mengacu dari virusnya.

Lalu bagaimana dengan memakai masker. Dokter yang pernah ambil S2 di Taiwan ini menyebutkan, memakai masker malah bahaya kalau tidak paham cara menggunakannya. Pertama, masker bedah yang umum kita pakai hanya aman digunakan selama 6 jam. Kedua, kita dilarang memegang bagian depan masker, yang saringan awal, karena disana sarang kuman dari luar tersaring.

Memakai masker wajib bagi yg terindikasi, supaya tidak menularkan ke yang lain.

Saya tanya, apakah benar virus ini hanya mematikan orang yang sudah tua dan memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan paru-paru. Dr Wira menjawab, ini berhubungan dengan kekebalan tubuh atau sistem imum. Semakin tua, kekebalan tubuh semakin turun. Hal ini mungkin bisa menjadi penyebab hal itu. Demikian juga anak-anak yang rentan terhadap penyakit, karena sistem imumnya belum kuat.

Kenapa di Indonesia belum terdeteksi adanya penderita corona. Mungkin karena cuaca panas dan lembab, hal itu bisa jadi membuat penyebaran virusnya tidak cepat atau virusnya tidak bertahan lama ketika keluar tubuh manusia. Namun belum ada penelitian tentang ini. Mungkin juga virusnya sulit dapat izin masuk Indonesia, kata salah satu postingan teman di medsos. Atau orang Indo sudah memiliki antibodinya, darimana? dari micin dan mie instan, kata netizen lain.

Jika dibandingkan dengan virus SARS beberapa tahun lalu yg juga dari China, memang prosentasi kematian penderitanya banyakan SARS. Artinya, misal dari 100 persen orang menderita, yang wafat ada 10 persen, kalau corona yang sekarang dari 100 persen, yang meninggal 2 persen.

Namun,  jumlah penderitanya SARS dan corona beda jauh, banyakan corona. SARS dulu, begitu ketahuan siapa yang menderita langsung diisolasi dengan cepat, siapa siapa yang berhubungan dengan penderita, langsung ketahuan. Sehingga penyebarannya bisa ditahan. Akhirnya penderita sedikit.

Corona yang sekarang ini beda, penyebarannya cepat karena pas musim mudik, tahun baru Imlek. Kayak mudik lebaran di Indonesia. Sehingga jumlah penderitanya banyak. Walaupun prosentasenya sedikit, namun perbandingan jumlah penderita dan yang meninggal lebih banyak corona pada rentan waktu yg sama, jika dibandingkan dengan SARS.

Kemudian dibandingkan virus MERS yang pernah terjadi di timur tengah. Kalau virus MERS yang kena adalah yang makan unta karena lewat unta penyebarannya. Jadi orang Indonesia yang Haji dan Umroh kok aman-aman saja ketika itu, ya karena tidak makan daging unta. MERS ini malah 45 persen yang wafat dari 100 persebn penderita.

Dokter wira juga mengambarkan tentang inkubasi, yaitu proses pembelahan sel-sel virus corona di tubuh kita, ia bisa membelah karena ketemu tempat yang cocok tadi, di paru-paru. Ketika sel kita membelah, ia numpang membelah juga. Dr Wira mengilustrasikan dengan perang, ketika perang yang nyerang pertama angkatan udara dulu supaya membuka jalan bagi angkatan darat, melebarkan gang yang sempit dan membuka jalan baru.

Sama dengan tubuh kita, ketika virus mulai berkembang di paru-paru. Imun tubuh kita mengeluarkan sebuah zat, saya lupa namanya, itu berfungsi seperti angkatan udara. Angkatan daratnya, antibodi tubuh kita yang melawan virus. Namun zat ini membawa efek buruk juga, yang gejalanya, gangguan pernafasan itu, sulit nafas dan kekurangan oksigen, karena oksigen dalam darah tidak bisa bertukar dengan yang baru. Yang kita hirup tidak bisa digunakan dalam tubuh, karena ada sesuatu yang bocor akibat zat itu.

Beliau juga menjawab tentang dokter di Surabaya yang konon menemukan obat/ vaksin virus corona,  yaitu rempah-rempah. Namun beliau punya pendapat berbeda,  karena rempah-rempah itu fungsinya menghambat kerja zat tadi, supaya angkatan udaranya tidak kerja berlebihan. Bukan melawan virus corona.

 
Dokter Wira (memakai kacamata)



Selasa, 18 Februari 2020

Tentang Kapal

Ilmu kapal itu unik, kita harus bangga yg bergelut di bidang ini, apalagi belajar atau kuliah di kampus yang memiliki bidang kemaritiman dan perkapalan.

Kenapa unik, karena satu-satunya ilmu teknik yang diajarkan langsung oleh Tuhan YME melalui malaikat ke rasul, yaitu Nabi Nuh.

Ilmu teknik itu juga ada yang mengatakan ilmu kira-kira, dosen saya di sarjana dulu mengatakan ilmu teknik itu ilmu peramalan atau ilmu dukun, namun berbasis pengalaman sebelumnya. Apalagi ilmu kapal, bisa bayangkan gimana besi baja puluhan ribu ton terapung dan berlayar di lautan. Ilmu kapal itu ‘’sesuatu’’.

Sejarah mencatat, siapa yang menguasia Ilmu kapal dan kuat di angkatan lautnya, maka ia akan menguasai dunia.

Kenapa bahasa Inggris bisa menjadi bahasa internasional, karena Inggris pernah menyingahi dan menjajah hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Pakai apa pasukan dan tentara Inggris ketika itu, pesawat? mana ada, pakai kapal.

Kata ganti kapal bukan it, padahal it adalah kata ganti benda yg biasanya digunakan dalam bahasa Inggris. Namun ‘’she’’ , yg artinya dia menunjukan perempuan. Karena kapal adalah lambang kekuasaan ratu inggis, yg menunjukan dia perempuan, atas nama ratu inggris. Kapal melambangkan kejayaan.
Sekarang, kenapa Amerika menjadi negara adi daya. Karena ia percaya diri dengan kekuatan kapal induk, kapal selam, kapal perang yang dimiliki. Amerika mempunyai pangkalan laut hampir di seluruh dunia, memakai apa, memakai kapal induk.

Kapal induk itu berfungsi seperti pangkalan darat, namun terapung bisa kemana-mana, mirip kapal pesiar atau hotel terapung, rumah sakit terapung, sekolah terapung, dermaga terapung, pembangkit listrik terapung. Sekarang sudah jaman terapung semua.

Kalau kita melihat sejarah Indonesia juga demikian, Majapahit yang wilayahnya sampai Philipina, Malaysia, dan hampir seluruh nusantara. Karena apa? karena armada kapalnya, belum ada pesawat ketika itu.

Sriwijaya juga, yang wilayahnya hampir se Asia Tenggara, juga demikian. Dan sejarah mencatat, salah satu aspek yang menjadi kekalahan kita dalam melawan penjajah karena kita meninggalkan armada kapal atau memang penjajah sengaja membuat kita meninggalkan dan melupakannya.

Penjajah membuat kita menghadap ke darat, melupakan laut. Kita dibuat takut ke laut, ada legenda nyi roro kidul, nyi roro lor dan seterusnya. Itu dibuat penjajah supaya kita menjauhi laut. Walaupuan memang pantai selatan jawa palungnya dalam, sehingga arus tarik kuat karena adanya palung. Namun tetap saja, ada daerah dan banyak yang bisa dilewati dan di eksplor kekayaan bawah lautnya.

Sampai sekarang bidang ini (kapal dan maritim), jika dibanding dengan yg lain adalah bidang yang sepi peminat. Ya, karena memang di desain seperti itu oleh pesaing-pesaing kita, yang tidak ingin Indonesia kuat, jika kita ingin indonesia maju, seharusnya dikuatkan armada laut dan semua pendukungnya, terutama SDM.

Mahasiswa Universitas Hang Tuah di atas KRI Bintuni, Kapal Perang Buatan Tanah Air

Trump punya slogam "make US great again", kalau boleh mencontoh maka Indonesia great again, dengan fokus ke laut.

Terakhir, laporan dari riset sumber daya di Amerika tahun 2019, jurusan yang paling stabil lowongan kerjanya atau selalu tersedia, adalah bidang kapal. Walaupun gajinya bukan yang tertinggi, namun lowongannya selalu ada atau lulusannya selalu dibutuhkan. Gajinya lumayan,  90rb USD ( Rp 1.27 Milyar) per tahun di Amerika.

Di Indonesia, berada gaji yang bekerja di bidang kapal dan maritim. Penasaran? silahkan tanya pada teman, saudara atau kenalan yang kerja di bidang ini.


 
Di samping KRI dr. Soeharso atau rumah sakit terapung (10 tahun yang lalu), kapal ini yang akan digunakan pemerintah RI untuk menjemput 74 WNI dari kapal pesiar Jepang, ''corona''.

Bebas Finansial untuk PTS


Saya mengkategorikan, ada tiga tipe perguruan tinggi (PT) dari sisi mendapatkan ‘’bola’’ atau mahasiswa. Kita tahu semua, bagi PT jumlah mahasiswa berbanding lurus dengan pemasukan sebuah kampus.

Pertama kampus menunggu bola, kampus ini sudah mapan dan mempunyai nama, umumnya kampus negeri seperti ITS dan UA jika di Surabaya. Mereka tidak perlu promosipun banyak yang antri untuk masuk. Kedua kampus penjemput bola, kampus ini umumnya kampus swasta, walaupun tidak semua kampus swasta di tipe ini. Mereka melakukan promosi besar-besaran untuk mendapatkan mahasiswa, entak itu pameran, expo, kunjungan SMA/K ataupun iklan di media elektronik atau media sosial.

Ketiga, kampus pembuat bola, ini yang akan saya uraikan dalam tulisan ini. Saya memikirkan ini supaya mahasiswa yang kurang mampu dapat kuliah gratis, saya pernah memiliki mahasiswa yang putus kuliah karena tidak ada biaya dan ketika pulang kampung atau entah kemana, kuliah identik dengan biaya mahal. Ya memang betul, namun tidak sepenuhnya benar. Walaupun ada beasiswa, namun kuotanya terbatas dan beasiswa parsial (tidak mengcover semuanya biaya kuliah dan biaya hidup).

Konsep dasarnya adalah pertama, perusahaan butuh dana csr yg wajib d salurkan, terutama untuk daerah sekitarnya atau yang terkena dampaknya, dan mungkin perusahaan itu membutuhkan karyawan sesuai keinginnan atau kebutuhanya. Kedua, anak-anak yg kurang mampu dan atau pinter membutuhkan dana untuk kuliah dan membutuhkan lapangam kerja setelah lulus. Ketika, kita, terutama kampus PTS membutuhkan mahasiswa.

Idenya seperti ini,

Kita tawarkan kerjasama ke perusahaan yangg ada hubuangannya dengan bidang kita, kita menawarkan diri untuk mengelola dana csr meraka dan akan kita gunakan untuk membiayai perkuliahan di jurusan/ departemen/ program studi kita.

Sistemnya bisa hutang atau dipinjami, artinya setelah lulus mereka, mahasiswa, mengembalikan. Entah dengan cara dicicil atau kerja di perusaahan tersebuy setelah lulus, atau umunya malah dana csr tidak perlu mengembalikan

Selain itu, dana csr adalah dana tahunan, kadang-kadang perusahaan malas atau kurang paham bagaimana menyalurkan yang sesuai kebutuhan daerah terdampak,  namun jika dana diberikan bulanan, tawarkan kasihkan ke kita, kita yang mengelola dana csr tersebut.

Jika perlu,  libatkan perusahaan tersebut dalam menyusun kurikulum. Lebih bagus jika expert dari perusahaan tersebut disana mengajar di jurusan kita kita. Ini sesuai dengan saran BAN PT atau Dikti, adanya masukan stakeholder dan kita wajib ada kuliah tamu yang mendatanglan dari luar/industri.

Coba cari perusahaan di dalam negeri.  Lebih mudah jika perusahaan yang sudah mempunyai MoU dengan kampus kita atau perusahaan yang lokasi dekat dengan kampus kita atau perusahaan yang bidangnya sama dengan bidang jurusan kita.

Kalau misal sampai tidak ada semua di dalam negeri, coba ke perusahaan di Luar Negeri perusahaan Luar yang ada di Indonesia. Taiwan, Korea Selatan, Jepang merupakan negara yang prospek karena kebutuhan akan tenaga kerja tinggi, namun jumlah penduduk mereka yang minim.

Dana csr dari LN kursnya gede kalau dibawa ke Indo, untuk bayari kuliah di kampus kita akan terasa ringan bagi mereka. Mereka mungkin akan senang jika diajak kerjasama seperti ini. Spesial taiwan, selain nyambung hubungan, karena kondisi politik Taiwan membutuhkan kerjasama dengan negara lain. Intinya kemungkinan terbuka. yg penting dicoba dulu.

Kalau perusajaan tidak bisa ngasih buat 20 orang, 10 orang saja tidak apa. Tergantung kesanggupan perushaan berapa untuk sanggup memberi kerjasama.

Kampus harus menyiapkan kurikulum dan menjelaskan secara gamblang bagaimana mahasiswa diajar, untuk meyakinkan perusahaan.

Kampus menyiapkan kebutuhan anggaran selama pendidikan dan dijelaskan untuk apa saja. Kemudian  dipaparlan di perusahaan. Intinya jelas dan terbuka di awal. Target siswa, berapa biayanya,  prediksi hasilnya nanti seperti apa.

Tidak harus perusahaan besar, bika juga di cob ke dinas terkait seperti dinas  pendidikan, dinas tenaga kerja, dinas perindustrian, BUMN, BUMD  dan lainnya.

Yang penting dicoba dulu.

Belajar dari Narotama


Ketika di pesawat perjalanan Singapura-Kaohsiung (Taiwan), saya duduk bersebelahan dengan orang Yaman, lelaki umurnya 20 tahun. Yang membuat saya kaget adalah ia mahasiswa jurusan Teknik Sipil semester 5 di Universitas Narotama Surabaya. Salah satu kampus swasta di Surabaya. Saya menanyakan bagaimana bisa ia kuliah di Narotama.
Ia mendapat informasi dari kedutaan Indonesia di Yaman dan kedutaan Yaman di Jakarta. Narotama mengandeng kedutaan untuk memberikan informasi beasiswa bagi mahasiswa internasional yang ingin kuliah di Narotama. Beasiswa meliputi bebas biaya kuliah selama empat tahun. Lalu bagaimana dengan biaya hidup, mereka membayar biaya hidup sendiri. Mahasiswa ini dikirimi 200 USD setiap bulan oleh bapaknya dari Yaman, atau sekitar tiga juta rupiah per bulan. Lebih dari cukup untuk mahasiswa Surabaya.
Bahasa
Mahasiswa ini bisa bahasa Arab, Inggris dan Indonesia. Ya, bisa bahasa Indonesia dengan lancar. Ketika saya tanya, diantara ketiga bahasa tersebut mana yang paling mudah, Ia menjawab bahasa Indonesia. Karena bahasa Indonesia sederhana dan tidak memiliki banyak kata untuk satu penggguaan, Ia mencohkan kata ‘’pergi’’, di Indonesia satu kata bisa digunakan di semua kondisi, kalau di Inggris ada 3 yakni go, went, leave. Belum lagi grammer ketika menggunakan pada kondisi berbeda
Taiwan
Saya tanya ngapain ke Taiwan, Ia menjawab akan melakukan exchange selama 6 bulan di National Kaohsiung University (NKU) bersama 4 orang temannya, sambil menunjuk teman-temannya di kursi pesawat. Narotama bekerjasama dengan NKU untuk untuk program exchange ini. Dan memang kampus-kampus di Taiwan sangat welcome dengan kerjasama-kerjasama seperti ini. Ketika saya tanya biaya, Ia menjawab free untuk kuliah dan asrama tempat tinggal. Ia hanya menyiapkan uang untuk makan dan keperluan pribadi saja.
Narotama
Apa yang didapat narotama, namanya semakin melejit, rangking kampus otomatis naik. Mahasiswa ini cerita, ranking kampus Narotama naik jadi 130an menjadi 70an, saya belum mengecek kebenarannya. Namun bisa jadi karena aktivitas internasional memang menjadi salah banyak aspek yang dinilai.
Apa untungnya nama kampus melejit, yang pasti pendanaan akan semakin mudah di dapat etah itu hibah, kerjasama dengan lembaga dari luar, dan mahasiswa Narotama akan semakin banyak. Karena ini juga promosi kampus, yang pastinya ujung-ujungnya menambah income kampus
Dan bukan Yaman saja, ternyata ada mahasiswa Thailand dan Timur Leste yang sedang menjalani program serupa di Narotama.

Gerbang masuk kampus utama, Universitas Hang Tuah, lokasinya sekitar 1 km dari Universitas Narotama.