Minggu, 25 April 2021

Kapal Selam

Hari ini dan kemarin, beberapa temen saya baik melalui personal chat atau group menanyakan mengenai Kapal Selam KRI Nangala 402. Sebenarnya saya kurang paham kapal selam secara utuh, karena background saya adalah kapal permukaan. Jadi saya menggunakan analisa kapal surface untuk menjawab pertanyaan teman-teman saya tersebut.

Tanya: Kenapa barang-barang awak kapal tercecer di laut?

Jawab: saya belum nememukan penjelasnnya.

Kemarin (24/4) saya membaca, pihak  Daewoo Shipyard Korea mengatakan, konstruksi kapal selam Nangala 402 saat ini adalah didesain hanya untuk maksimal 200 meter under surface (mungkin kemampuan ini dihitung lagi setelah kapal selam direparasi di Daewoo). Sebenarnya kapal ini adalah buatan Jerman, dan tahun 1981 diserah terimakan ke Indonesia.

Ini bisa jadi seperti kata pak Anjar (dari group chat WA) bahwa karena turpedonya gagal luncur dan meledak ditempat, sehingga hancur sebagian (Info baru per 26 April 2021 mengenai penyebab kapal selam tenggelam, kemungkinannya adalah black out, tiba-tiba listrik mati karena kelebihan beban. https://www.youtube.com/watch?v=vN-nmfjYC88)

Sehingga yang tercecer bagian turpedo dan sekitarnya*. Hancur sebagian tadi bisa menjadi besar karena terkena tekanan hidrosatis yang terus membesar.

Tekanan hidrosatis: tekanan karena kedalaman, semakin dalam semakin besar. Rumusnya P= ro g h, ro dan g konstansta. Sehingga tinggal kedalaman yangg pengaruh. 

Hal ini juga diperkuat adanya arus laut di daerah tersebut yang kuat. 

Kemudian penyebab awal itu merusak konstruksi dan sistem kapal, terutama listik, ballast, sonar.

Sehingga kapal terus tengelam sampai batas dimana kapal tidak sanggup mengangkat diriya sendiri, dan akhirnya karam.

https://youtu.be/P4uN2Ax-u90, Ini penjelasan pakar Kalautan ITS. Barusan saya liat juga. Beliau menjawab kemungkinan kenapa barang-barang yang muncul ke permukaan. Karena d prekes.

Tanya: Kapal selam bisa bocor dan kemudian kandas?

Jawab: Tidak harus bocor pak untuk kapal bisa kandas. Kalau kapal gak punya gaya angkat ke atas (dalam hal ini, sistem pompa tidak bisa memompa air dalam kapal selam (ballast water) ke luar kapal, untuk mengurangi berat kapal).

Ballast water adalah air laut yg dipompa ke dalam kapal, untuk nambah berat kapal.

Ballast water kapal permukaan,  supaya baling-balingnya full tercelup air ketika dalam kondisi kosong muatan.

Ballast water Kapal selam untuk menaik turunkan kedalaman kapal di dalam air, termasuk memunculkan ke permukaan.

Tanya: Bagaimana dengan tumpahan minyak?

Jawab: Bisa jadi kapal ini menumpahkan BBM dengan maksud,

1. Karena mau memberi tanda ke orang di permukaan bahwa lokasinya di situ

2. Mencoba mengurangi berat kapal, sehingga bisa naik

3. Atau benar-benar tangki BBMnya bocor. Bisa jadi bocor karena tangki pecah atau menabrak. Kapal mungkin bisa menabrak akibat sonar bermasalah. Jadi tidak tahu arah dan apa yang ada di depannya.

Namun, jika ada info bahwa kapal masih ada pergerakan. Maka kemungkinan, sistem ballasnya yang bermasalah, sehingga tidak bisa menghembuskan atau memompa air laut dalam tangki kapal ke luar.

Selain itu, ada masalah tekanan hidrosatis yang harus dipertimbangkan. Semakin ke dalam, semakin besar tekanannya.

Tanya: Tekanan hidrostatis nya hanya ditahan benda (struktur kapal) saja, atau ada sistem perkapalan yang bisa dinaik/turunkan untuk menahan tekanan hidrostatis nya?

Jawab: Saya tidak tahu kalau kapal selam. Kalau kapal permukaan, iya. Hanya struktur kapal yang terdiri dari pelat yang ditopang pembujur, pelintang, dan kesemuanya di las untuk menyambung. Serta, tergantung juga jenis material yang digunakan (aluminium, baja atau yg lainnya). Bisa juga, jenis sambungan yang digunakan untuk menyambung antar pelat.

Dan semua struktur kapal statis (tidak bisa digerakkan kanan kiri atau atas bawah).

Dinamis hanya untuk pintu kapal seperti rump door. Itupun lokasi d atas permukaan air.

Ada film bagus tentang kapal selam US menyelamatkan ABK kapal selam Rusia yang kandas, dan berhasil, "Hunter Killer",  Saya sudah nonton 3x film ini, recomended.

Tanya: Hanya yang aneh adalah, dari paparan Pak Wisnu ITS, knp kemampuan menahan tekanan hidrostatis kapal bisa turun seiring usia? Dulu mampu 400m depth kok bisa turun jadi 200 m depth. Padahal dari penjelasan Bapak, kan yang nahan hanya body kapal.

Jawab. 2012, kapal ini habis di reparasi total di korea pak****

Dari pihak galangan kapal Daewoo korea mengatakan berdasar data dan real. Setelah merepair (memperbaiki), kemampuan kapal adalah 200 meter under surface.

Kalau Pak Wisnu, Pakar ITS tadi bilang. Analisa saya..... Namun keduanya angkanya sama. 200 m.

Iya pak

Seperti mobil, sepeda motor makin tua ya makin turun performanya.

Dinding rumah juga gitu

Apalagi kapal.

Kapal ada survey tahunan, 3 tahunan, 5 tahunan.

Survey (kapal masuk galangan lagi. Dicek, diperbaiki yang rusak dan dibersihkan lambung serta baling-balingnya)

Kemudian kita bisa ngitung lagi. Dengan konsidi sekarang.

Kecepatan kapal tinggal berapa karena mungkin baling-baling kropos.

Kekuatan lambung tinggal  bisa nahan brapa karena pelatnta nipis. Beum korosi. Dan macam-macam cacat di sambungan (las).

Tanya: Kalau kapal selam ada semacam blackbox kayak pesawat untuk memancarkan sinyal gitu juga kah?

Jawab: Saya tidak tahu. Namun setelah saya search di google katanya gak ada**.

Namun kalaupun ada, di Kedalaman 850 m yang melakukan harus robot atau kapal selam lebih kecil dengan teknologi khusus. Alat itu masuk ke situ untuk nyari sejenis black box (kalau ada). Kita gak tahu punya alat itu atau tdak. Temasuk negara lain. Yang bilang kapal itu ada di kedalaman 850 m adalah kapal singapua dengan teknologi khusus. Menggunakan teknologi advanced sonar. Buka secara langsung tatap muka. Namun gelombang suara, underwater acoustic.

Apalagi nyari benda kecil sejenis black box mas. Sulit sekali (jika ada sejenis black boxnya). Itu secara logika. Namun, Wallahu'alam jika ada keajaiban dr Allah.

info terbaru dari tulisan Dahlan Iskan tanggal 26 April 2021, ada alat untuk menyelam sampai kedalaman 3000 meter dari China. ***** 

Tanya: Berarti kalau karam mah gak mngkin dievakuasi ya?

Jawab:  Evakuasi, kalau kapal selamnya sudah ditemukan, dan memungkinkan secara hitungan teknis (termasuk teknologinya) dan keselamatan penyelamat, ya mungkin saja.

Statusnya saat ini kapal selam itu dalam istilah AL on eternal patrol***, berpatroli untuk selamanya. Ketika mengeluarkan status ini AL sudah itung-itungan dengan konsisi saat ini mas.

Wallahu a’lam

Beberapa referensi yang sangat mendukung:

1. "Kita lbh tahu isi langit, dari pada isi lautan. Karena milyaran dolar usd digunakan untuk mencari tahu langit, namun hanya sebgaian itu untk mencari tahu apa yg ada d dalam laut"

Prof Jing Sun ketika memberi seminar di Jurusan Sistem Kapal dan Mekatronika, NCKU Taiwan

(Head of naval architecture and marine engineering, Univ of Michigan, US)

2. http://kusemangat.blogspot.com/2020/02/kenapa-harus-kapal.html?m=1

3. *https://news.detik.com/berita/d-5542172/kronologi-rinci-hilangnya-kapal-selam-kri-nanggala-402

** https://bali.tribunnews.com/2021/04/24/kapal-selam-seperti-kri-nanggala-402-tak-punya-black-box-awak-dilatih-survive-dalam-kondisi-apapun

*** https://www.youtube.com/watch?v=f768RgRqu-c

**** https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210423204226-20-634115/kri-nanggala-diklaim-pernah-diperbaiki-total-di-korsel-2012

***** https://www.disway.id/r/1295/tabah-sampai-akhir

4. https://www.disway.id/r/1296/tabah-65-atm


5. Berikut Tulisan Guru Besar ITS mengenai Kapal Selam ini juga, semoga memberi pandangan lain.

KRI Nanggala : Tumbal Laut Selatan ?

Daniel Mohammad Rosyid

Pagi ini kakak perempuan saya menayakan apa yang sesungguhnya terjadi pada KRI 402 Nanggala milik TNI AL buatan Jerman yang hilang kontak beberapa hari lalu di sekitar Selat Lombok. Paling tidak ada dua penjelasan. Pertama,  technical error karena sudah tua (umur 40 tahun padahal design service life nya 20-25 tahun). Tahun 2012 sudah diretrovit dan overhaul total di Korea Selatan. Hingga hari ini Nanggala belum ditemukan.

Mestinya overhaul total ni dilakukan setiap 5 tahun. Tampaknya karena beberapa sebab, ini tidak atau belum dilakukan. Hanya dilakukan partial overhaul. Naasnya, hari itu KRI Nanggala beroperasi melalui sebuah perairan yang rawan di sekitar selat Lombok. Ada arus laut yg sangat kuat dari Samudra Pasifik Utara ke Laut Selatan yang melewati Selat Makasar lalu Selat Lombok. Di selat Lombok dengan kedalaman 300m dan lebar 35km debitnya mencapai 3 juta meter kubik perdetik.

Kontur irregular dasar laut di sekitar selat ini ternyata menghasilkan pola aliran arus ekstrim (gelombang di dalam laut) yang berbahaya bagi kapal selam. Nanggala dirancang hanya untuk kedalaman 250 m dan kecepatan 25 knots. Mungkin Nanggala telah dipaksa arus ekstrim ini menyelam lebih dalam dari itu sehingga terjadi kebocoran yg gagal diatasi dengan segera naik ke permukaan dengan memompa keluar air laut dari tanki2 balastnya. Sistem penggeraknya yang bukan nuklir, tapi diesel elektrik yang sudah cukup tua mungkin tidak memadai untuk menghadapi arus ekstrim ini sementara persediaan oksigen dalam kapal selam terus menipis. Pasokan oksigen diperlukan baik untuk awak kapalnya maupun mesin dieselnya.

Kedua, 53 awak kapal KRI Nanggala memang sengaja dijadikan tumbal oleh pihak tertentu bagi raja jin Laut Selatan. Seiring dengan berbagai rangkaian gempa dan topan Seroja di Pulau Jawa hingga Timor sebagai bagian dari rings of fire, banyak info yang beredar bahwa akhir-akhir ini banyak siluman yang bergentayangan lepas dari kurungannya dari pedalaman laut Selatan sejak zaman Nabi Sulaiman. Jika ilmu adalah seni menjelaskan kejadian, maka penjelasan metafisik ini juga seni semacam itu. Boleh percaya boleh tidak. Para pemuja iblis sering bekerja sebagai shadow kekuasaan dengan sesekali menyediakan tumbal bagi ambisinya untuk berkuasa.

Apapun penjelasannya, kita tetap menuntut pertanggungjawaban pemerintah sebagai operator Republik ini. Sudah lama diingatkan bahwa negeri kepulauan di lokasi Nusantara yang sangat strategis ini mensyaratkan kemampuan maritim kelas dunia untuk berjaya. Namun peringatan ini tidak cukup diindahkan oleh pemerintah. Obsesi pertumbuhan tinggi secara langsung telah menelantarkan pemerataan yang mensyaratkan sektor kemaritiman yang memadai baik untuk agenda kesejahteraan maupun keamanan dan pertahanan bagi negeri seluas Eropa ini. Banyak maladministrasi publik yang menyuburkan praktek korupsi telah mendorong banyak misalokasi anggaran yang serius sehingga sektor prioritas seperti kemaritiman sebagai instrumen pemerataan menjadi terbengkalai.

Seiring dengan peminggiran Tuhan akhir-akhir ini oleh kaum sekuler kiri radikal, ruang-ruang kehidupan di Nusantara ini makin dipenuhi oleh para hantu yang semakin bebas bergentayangan. Kita berdoa dan segera bertobat agar Allah swt Tuhan Yang Maha Esa sudi kembali ke negeri ini sehingga kita tidak perlu menyediakan berbagai tumbal lagi. Mungkin dengan berpuasa, hantu-hantu ini bertobat.

Rosyid College of Arts and Maritime Studies, Gunung Anyar, Surabaya, 24/4/2021.


2 komentar: