Senin, 06 Juni 2011

Sholat, Media Pembentuk Karakter Muslim

Saat ini, pemerintah melalui kementerian pendidikan nasioanal sedang menggembar gemborkan pendidikan berkarakter. Namun, tahukah kita bahwa pembentukan karakter seorang manusia sebenarnya sudah tercantum secara implisit pada sebuah sholat, ibadah wajib yang dilakukan secara rutin umat muslim di seluruh dunia.
Shalat merupakan sarana untuk bermesraan kepada Allah SWT, melalui shalat seorang hamba dapat hubungan langsung dengan Penciptanya. Selain itu, terdapat urgensi sholat yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar. 

Namun, banyak orang sholat tetapi tidak mendapatkan nikmat dan hikmah sholat.  Lalu kenapa orang yang sholat namun seakan-akan tidak sholat, manurut buku berjudul shalat for character building yang dibedah oleh Akhi Edi pada kesempatan lalu. Ada beberapa sebab, sehingga seorang tidak menikmati ibadah sholat, seperti salah niat dan salah dalam melalukan rukun shalat.

Hal ini sebenarnya sebenarnya data dihindari jika seorang muslim mengetahui esensi setiap rukun pada sholat. Dan ada beberapa akhlak dalam shalat sangat berhubungan dengan kehidupan sehari hari yaitu pembentukan karakter sehari-hari yang diminiaturkan dalam sholat. Yaitu, beberapa akhlak dalam sholat.

Pertama akhlak niat, niat mengandung arti bahwa semua tujuan kita hanya untuk mencari ridhoNYA. Apabila seorang muslim mengetahui makna ini, maka sikap keputusasaan tidak aka nada dan yang ada hanyalah semangat untuk mempersembahkan yang terbaik kepadaNYA. Selain itu, seorang muslim dituntut untuk menjaga niat dalam kehidupan sehari-hari. Dan sekali lagi, niat kita hanya untuk mencari RidhoNYA.

Kemudian akhlak takbiratul ikhram, mempunyai makna bahwa Allah lah yang maha besar, maka dengan mangakui dan memaknai hal ini, sifat sombong kita seharusnya bisa dikikis, dan yang muncul adalah sifat tawadhu’ karena tahu bahwa dirinya bukan apa-apa. 


Ketiga akhlak membaca surah Alfatihah, surah Alfatihaah yang berarti pembukaan mengandung intisari dalam AlQuran. Surah ini mengandung makna luas dan menyangkup keseluruhan, serta mengandung akidah islam yang sangat global. Konsep secara umum dan mencakup segenap rasa dan paham. Sehingga apabila kita memahami bahwa sebenarnya islamlah agama terkomplit didunia yang pernah ada, islam bukan hanya agama ritualis. Namun semua permasalahan yang ada dalam kehidupa sehari-hari dapat diselesaikan melalui islam.

Serta ada makna lain yang juga penting , yaitu membaca basmallah di awal surah, ini mengandung arti bahwa dalam setiap kegiatan hidup kita hendaknya dimulai dengan membaca basmallah dan mengingat Allah SWT.

Keempat Akhlak ruku’, ruku-merupakan momen untuk mengingat Allah SWT, disinilah seorang hamba mangakui kesucian Rabbnya. Ruku’ mempunyai makna bahwa setiap aktivitas kita selalu diawasi olehNya. Sehingga, seyogyanya kita selalu mengingatNya dalam kondisi apapun, berdiri, bangun, sujud, berjalan dan dalam kondisi senang maupun sedih.

Selanjutnya akhlak I’tidal, mempunyai makna sangat dalam yaitu kita harus lebih banyak mendengar, namun juga selektif. Disinilah hakikat seorang manusia, manusia bijak akan lebih banyak mendengar, serta ia juga pandai memilah-milah mana yang kita pakai dan mana yang cukup kita dengarkan saja.

Akhlak sujud, mempunyai makna kehambaan hamba kepada Rabb nya. Dengan sujud orang akan menjauhi sifat takabbur, dan sebagai gantinya adalah menanamkan jiwa rendah hati serta mengakui bahwa ia bukan apa-apa. Disinikah semua manusia entah itu presiden sampai kuli tidak ada apa-apanya di dadapan Allah SWT. namun yang membedakan hanya pada keimanan dan ketaqwaan mereka.

Ketujuh akhlak duduk diantara dua sujud, mempunyai makna bahwa berdoa adalah salah satu cara kita berkomunikasi kepada Allah SWT. Didalam doa tersebut, kita meminta keselamatan, kesejahteran dan lainnya kepada Allah SWT. Ini menandakan kita harus berdoa kepada Allah,  serta juga mempunyai makna bahwa kita harus berkomunikasi dengan orang lain, karena fitrah manusia yang tidak bisa hidup sendiri.

Kedelapan akhlak tasyahud awal, disini kita mengatahui bahwa Allah SWT akan membalas semua perbuatan manusia baik itu besar maupun kecil. Dan dampaknya bagi diri kita adalah merasa selalu diawasi dan setiap perbuatan kita akan jauh dari sia-sia dan maksiat.

Kemudian akhlak Tasyahud akhir, disini kita bersalawat kepada Rasullulah, sebagai seorang muslim kita dituntut untuk meneladani rasululah. Karena hanya baliaulah yang patas dan patut kita teladani dari semua teladan kehidupan yang pernah ada.

Dan terakhir adalah Akhlak salam, mempunyai makna bahwa kita harus menjadi pribadi yang salam. Kesejahteraan bagi seluruh umat serta menjadi manusia yang bermafaat bagi umat. (rik)


Terinspirasi dari diskusi dalam bedah buku berjudul “Shalat for Character Building”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar